AMPAR.ID, Jambi – Sejumlah mahasiswa yang menamakan dirinya Aliansi Mahasiswa se-Provinsi Jambi menggelar aksi di depan kantor Gubernur dan DPRD Provinsi. Aksi yang dilakukan selama 3 hari ini, mulai dari selasa hingga kamis (24/3).
Insanur Rohman, Koordinator Aksi mengungkap bahwa dia menilai pemerintah tak serius dalam menanggapi persoalan-persoalan yang ada saat ini. Padahal pemerintahan daerah adalah struktur tertinggi dan memiliki hak dan kekuasaan atau wewenang.
Apalagi persoalan-persoalan yang di Jambi ini sudah lama termasuk batu bara dan daerah miskin yang terisolir.
“Dan ketika kami aksi malah dihadapkan dengan aparat kepolisian dengan seragam rapi dan peralatan lengkap,” ujarnya.
Untuk itu sambung Insan, pihaknya akan melalukan unjuk rasa kembali, dengan massa yang lebih banyak daripada pekan kemarin.
“Jilid 3 akan dilaksanakan pada Senin 28 Maret 2022, alasan dilakukan karena kami pikir aksi ini memberikan peringatan keras terhadap pemerintah agar serius menangani persoalan-persoalan atas tuntutan yang kami tuntut,” tegas Insan.
Adapun tuntutan seruan aksi seperti Menuntut ketersediaan dan stabilitas harga minyak goreng di provinsi Jambi, Menuntut pemerataan pembangunan dan pengetasan kemiskinan di daerah terisolir, Penolakan terhadap pertambangan tanpa izin (PETI), Menuntut implementasi program Jambi mantap 2021-2024, serta Aktualisasi penanganan kesehatan dan kesejahteraan.
(Meli)
















