JAMBI – Pemerintah Provinsi Jambi menghadirkan Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau. Dalam kegiatan yang digelar di halaman CitraLand, Kota Jambi, Rabu (21/10/2026), beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dijual Rp58.000 per 5 kilogram, sedangkan minyak goreng ditawarkan Rp15.500 per kilogram.
Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia 2026 tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga ketersediaan pasokan pangan sekaligus meredam tekanan kenaikan harga kebutuhan pokok.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi, Johansyah, mengatakan pelaksanaan GPM merupakan tindak lanjut arahan Badan Pangan Nasional untuk menyelenggarakan gerakan pangan murah secara serentak di berbagai daerah.
Menurutnya, kegiatan di Jambi dilaksanakan melalui kolaborasi Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi dengan Dinas Pertanian Kota Jambi.
“ Kegiatan ini hasil kolaborasi Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi dengan Dinas Pertanian Kota Jambi, mengingat provinsi tidak memiliki wilayah operasional, sehingga pelaksanaan GPM bergabung dengan Kota Jambi,” ujar Johansyah.
Sejumlah pihak turut terlibat dalam penyediaan komoditas pangan, di antaranya Perum Bulog, ID Food, Indogrosir, PPI, serta kelompok gabungan kelompok tani (Gapoktan) dan kelompok wanita tani (KWT) binaan Kota Jambi.
Keterlibatan distributor dan kelompok tani tersebut diharapkan dapat memperkuat ketersediaan bahan pangan serta memberikan alternatif belanja bagi masyarakat di tengah fluktuasi harga pasar.
Johansyah menyebutkan, meskipun inflasi tahunan Provinsi Jambi pada September 2026 tercatat sebesar 2,97 persen, sejumlah komoditas masih perlu diwaspadai karena berpotensi mendorong kenaikan harga.
Komoditas tersebut antara lain cabai merah keriting, cabai rawit merah, dan daging sapi.
Karena itu, pemerintah tidak hanya mengandalkan operasi pasar atau penjualan pangan murah, tetapi juga menyiapkan langkah penguatan produksi melalui program LATIBA atau Lahan Abadi Hortikultura.
Program tersebut diarahkan untuk mendorong penanaman berbagai komoditas yang berkontribusi terhadap inflasi di setiap kabupaten dan kota.
Johansyah mengungkapkan, program LATIBA saat ini telah berjalan di Kota Jambi dan Kabupaten Bungo. Khusus di Kota Jambi, lahan yang berhasil diolah mencapai 10 hektare.
Pengembangan lahan hortikultura ini diharapkan dapat membantu memperkuat pasokan komoditas strategis, terutama ketika terjadi gangguan produksi akibat perubahan musim maupun meningkatnya permintaan.
Sebelumnya, Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, Dr. H. Sudirman, S.H., M.H., saat membuka kegiatan tersebut menegaskan bahwa Gerakan Pangan Murah merupakan wujud komitmen pemerintah untuk memastikan masyarakat dapat mengakses bahan pangan dengan harga terjangkau.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar berbelanja sesuai kebutuhan rumah tangga dan tidak melakukan pembelian berlebihan sehingga kesempatan memperoleh pangan murah dapat dinikmati lebih banyak warga.
Melalui pelaksanaan GPM dan penguatan produksi hortikultura, Pemerintah Provinsi Jambi berharap stabilitas pasokan pangan dapat terjaga, lonjakan harga dapat ditekan, dan daya beli masyarakat tetap terlindungi.
















