• Ampar
  • Disclaimer
  • Karir
  • Kode Etik
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Media Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Aktual dan Terkini
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • NEWS
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • POLITIK
  • EKBIS
    • OTO & TEKNO
  • HUKUM
    • KABAR TNI – POLRI
  • OPINI
  • TREND
    • SPORT
    • RELIGI
    • HIBURAN & WISATA
    • KESEHATAN
  • JAMBI
  • BENGKULU
    • KAUR
    • LEBONG
    • REJANG LEBONG
    • BENGKULU SELATAN
    • SELUMA
    • KEPAHIANG
    • MUKOMUKO
  • SUMSEL
    • MUSI BANYUASIN
  • JATIM
    • JEMBER
  • LAMPUNG
    • TULANG BAWANG
  • Lainnya..
    • PENDIDIKAN
  • NEWS
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • POLITIK
  • EKBIS
    • OTO & TEKNO
  • HUKUM
    • KABAR TNI – POLRI
  • OPINI
  • TREND
    • SPORT
    • RELIGI
    • HIBURAN & WISATA
    • KESEHATAN
  • JAMBI
  • BENGKULU
    • KAUR
    • LEBONG
    • REJANG LEBONG
    • BENGKULU SELATAN
    • SELUMA
    • KEPAHIANG
    • MUKOMUKO
  • SUMSEL
    • MUSI BANYUASIN
  • JATIM
    • JEMBER
  • LAMPUNG
    • TULANG BAWANG
  • Lainnya..
    • PENDIDIKAN
Berita Terbaru
  • NEWS
  • POLITIK
  • EKBIS
  • HUKUM
  • OPINI
  • TREND
  • JAMBI
  • BENGKULU
  • SUMSEL
  • JATIM
  • LAMPUNG
  • Lainnya..

Dari “Ndasmu” ke “Kau yang Gelap”: Mengapa Gaya Komunikasi Pemerintahan Prabowo Subianto Berbahaya?

21/02/2025
Presiden RI Prabowo Subianto

Presiden RI Prabowo Subianto

PostTweetSend
Dibaca 447

AMPAR.ID – Gaya komunikasi Presiden Prabowo Subianto dan kabinetnya belakangan ini menjadi sorotan. Prabowo dan jajaran pemerintahannya dinilai anti kritik dalam merespons berbagai isu yang mencuat di masyarakat. Beberapa ahli bahkan menilai gaya komunikasi ini berbahaya. Mengapa demikian?

Pidato Prabowo dalam peringatan ulang tahun ke-17 Partai Gerindra di Sentul, Bogor, Sabtu (15/2/2025) belakangan menjadi sorotan. Dalam pidatonya, Ketua Umum Gerindra itu tiga kali melontarkan kata “ndasmu” ungkapan dalam bahasa Jawa yang bermakna kasar ketika digunakan dalam debat atau pernyataan tegas.

Pertama, saat menanggapi kritik terhadap program makan bergizi gratis (MBG), salah satu janji kampanye andalannya. Prabowo mengaku banyak pihak meragukan kemampuan pemerintah dalam menjalankan program tersebut.

BACA JUGA:

Penyegaran Terbaru, Honda Monkey Tampil Makin Memikat dan Ikonik

Namun, ia mengklaim MBG telah menjangkau ratusan ribu pelajar.

“Tidak ada presiden yang punya tongkat Nabi Musa. Negara kita sangat besar. Sudah kita mulai sekian ratus orang, masih ada yang komentar belum banyak. Kalau enggak ada wartawan, saya bilang ndasmu,” ujar Prabowo, disambut gelak tawa kader Gerindra yang hadir.

Bacajuga

OJK Jambi Didorong Perkuat Pelindungan Nasabah dan Literasi Keuangan Pasca Insiden Bank Jambi

BPDP, Dirjenbun dan DGL Learning Institute latih 187 petani Batanghari tingkatkan produktivitas sawit

Sikapi Keluhan Warga, Anggota DPR RI Rocky Candra Tinjau Infrastruktur Listrik dan Kabel Semrawut di Alam Barajo

OJK Luncurkan Optimalisasi SLIK Perkuat Akses Pembiayaan UMKM dan Program 3 Juta Rumah 

Kata “ndasmu” kembali ia lontarkan saat merespons kritik soal kabinetnya yang dianggap terlalu gemuk.

“Ada orang pintar bilang, kabinet ini gemuk, terlalu besar… ndasmu,” katanya.

Tak berhenti di situ, Prabowo juga menggunakan ungkapan yang sama ketika menanggapi anggapan bahwa ia dikendalikan oleh Presiden ke-7, Joko Widodo.

“Nanti saya dibilang dikendalikan Pak Jokowi, cawe-cawe… ndasmu,” ucapnya lagi.

Bentuk Ancaman

Guru Besar Linguistik UIN Sunan Ampel Surabaya, Kamal Yusuf, menilai penggunaan kata “ndasmu” oleh Prabowo memiliki konotasi negatif. Menurutnya, ungkapan itu terdengar kasar dan menunjukkan pergeseran dari bahasa resmi ke bahasa informal.

“Meskipun bersifat informal, pilihan kata tersebut tetap terkesan kasar,” kata Kamal kepada Suara.com, Kamis (20/2/2025).

Dari perspektif strategi kesantunan, Kamal menjelaskan bahwa frasa “ndasmu” merupakan bentuk face-threatening act—tindakan yang dapat mengancam citra lawan bicara, dalam hal ini para pengkritiknya.

“Dalam konteks politik, ini bisa memperkuat kesan Prabowo sebagai pemimpin yang tegas, tapi juga otoritatif,” ujarnya.

Namun, ada konsekuensi lain. Penggunaan kata itu bisa merendahkan kewibawaan Prabowo, baik sebagai individu maupun sebagai presiden.

Publik sebenarnya menginginkan komunikasi yang lebih menenangkan, terutama saat pemerintah menghadapi kritik.

Sebagai kepala negara, Prabowo dinilai perlu mempertimbangkan dampak jangka panjang dari pilihan katanya. Dalam membangun citra yang kuat, kata Kamal, seorang pemimpin tetap harus menghormati norma komunikasi publik.

“Normalisasi bahasa kasar di tingkat elite bisa berujung pada degradasi kualitas komunikasi politik di Indonesia,” imbuhnya.

Tak hanya Prabowo

Buruknya gaya komunikasi tersebut, bukan hanya tergambar pada Prabowo. Beberapa menteri dan pejabat setingkatnya juga menunjukkan gaya komunikasi yang menuai kritikan tajam. Mereka dianggap sinis.

Sebut saja pernyataan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer Gerungan menanggapi #KaburAjaDulu.

“Mau kabur, kabur aja lah. Kalau perlu jangan balik lagi,” kata Nuel sapaan akrabnya beberapa waktu lalu.

Belakangan, dia mengklarifikasi pernyataannya tersebut. Dia mengaku bertanggungjawab atas perkataannya sendiri. Ia berdalih tagar tersebut bisa memunculkan pesimisme di masyarakat. Dia tak ingin ada yang orang pergi ke luar negeri, tapi tidak bisa kembali lagi kemudian menyalahkan pemerintah.

Pernyataan berikutnya yang tak kalah kontroversi, kalimat yang dilontarkan oleh Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menanggapi tagar Indonesia Gelap. Dalam keterangannya, Luhut menilai tagar tersebut tidak relevan.

Menurutnya, masalah lapangan pekerjaan yang menjadi salah satu isu dalam tagar Indonesia Gelap, bukan hanya terjadi di Indonesia, tapi juga negara lain seperti Amerika Serikat.

“Jadi kalau ada yang bilang itu Indonesia gelap, yang gelap kau! Bukan Indonesia. Jadi kita jangan terus mengklaim sana-sini,” kata Luhut pada Rabu (19/2).

Pengamat politik dari Citra Institute, Yusak Farchan menilai kalimat-kalimat yang dilontarkan jajaran kabinet Prabowo yang dianggap antikritik merupakan implikasi dari gagalnya Kantor Komunikasi Kepresiden membahasakan kebijakan pemerintah sehingga tidak dapat dipahami masyarakat. Dampaknya adalah bermunculannya tagar Kabur Aja Dulu hingga Indonesia Gelap.

“Terutama para jubir di kantor komunikasi kepresidenan yang tidak tanggap, tidak cepat, menyelami anatomi masyarakat,” kata Yusak kepada Suara.com.

Gagalnya upaya membahasakan kebijakan Prabowo, kemudian diperburuk dengan pernyataan-pernyataan dari jajaran kabinet seperti Luhut dan Nuel. Yusak pun menilai jika hal tersebut terus berulang akan membahayakan, karena berpotensi merusak kredibilitas Prabowo sebagai presiden.

Respons yang diberikan harusnya mampu menumbuhkan optimisme masyarakat dan merasionalkan kebijakan pemerintah sehingga dapat dipahami dengan mudah. Bukan justru sebaliknya, dengan serangan balik dengan kalimat yang sinis.

sumber: suara.com

Kata kunci: beasiswa Pemerintah Provinsi Jambiberita Jambigaya komunikasi
Berita sebelumnya

Ini 4 Cara Mencegah Ular Kobra Masuk ke Rumah

Berita selanjutnya

Link Jadwal Buka Puasa Ramadan 2025 di Seluruh Indonesia Resmi dari Kemenag

Berita Terkait

Otoritas Jasa Keuanngan: Sumber Foto: Website-OJK

OJK Jambi Didorong Perkuat Pelindungan Nasabah dan Literasi Keuangan Pasca Insiden Bank Jambi

07/10/2026

BPDP, Dirjenbun dan DGL Learning Institute latih 187 petani Batanghari tingkatkan produktivitas sawit

02/09/2026
Anggota DPR RI Rocky Candra saat meninjau persoalan kelistrikan di Kec Alam Barajo Kota Jambi, Selasa 28 Juli 2026 (Foto: Juanda/Ampar)

Sikapi Keluhan Warga, Anggota DPR RI Rocky Candra Tinjau Infrastruktur Listrik dan Kabel Semrawut di Alam Barajo

28/07/2026
OJK Luncurkan Optimalisasi SLIK Perkuat Akses Pembiayaan UMKM dan Program 3 Juta Rumah 

OJK Luncurkan Optimalisasi SLIK Perkuat Akses Pembiayaan UMKM dan Program 3 Juta Rumah 

06/07/2026

Program IJD 2025, AL Haris: Provinsi Jambi Dapat Jatah Perbaikan Jalan 50 Kilometer

23/06/2026

Gubernur Al Haris Apresiasi Job Fair dan Bazaar UMKM Polda Jambi

22/06/2026
Lapas Kontingen Pramuka ke Jamda 2026, Wali Kota Jambi Titip Pesan Jaga Kesehatan dan Nama Baik Daerah

Lapas Kontingen Pramuka ke Jamda 2026, Wali Kota Jambi Titip Pesan Jaga Kesehatan dan Nama Baik Daerah

19/06/2026
Didata Petugas BPS, Wali Kota Jambi Ajak Pelaku Usaha Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Didata Petugas BPS, Wali Kota Jambi Ajak Pelaku Usaha Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

17/06/2026

Dari Skutik Hingga Sport, Yamaha Sapu Bersih 7 Penghargaan di Event Otomotif Award 2026

08/06/2026
Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Terjaga Ditengah Meningkatnya Tekanan Terhadap Kinerja Perekonomian Global.

Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Terjaga Ditengah Meningkatnya Tekanan Terhadap Kinerja Perekonomian Global

05/06/2026
Berita selanjutnya
Link Jadwal Buka Puasa Ramadan 2025 di Seluruh Indonesia Resmi dari Kemenag/foto/freepik

Link Jadwal Buka Puasa Ramadan 2025 di Seluruh Indonesia Resmi dari Kemenag

Rupiah Melemah ke Rp 16.337 per Dolar AS/foto/antara foto

Rupiah Melemah ke Rp 16.337 per Dolar AS

Harga TBS Sawit Jambi Periode 21-27 Februari 2025 Naik Rp 113,17 per Kg/foto: buah sawit

Harga TBS Sawit Jambi Periode 21-27 Februari 2025 Naik Rp 113,17 per Kg

Al Haris dan Abdullah Sani resmi dilantik jadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi periode 2020-2030/ foto/ ampar

Periode Kedua, Al Haris-Sani Dituntut Serius Tuntaskan Soal Minimnya Loker, Pelayanan Kesehatan Hingga Carut Marut Angkutan Batubara

OJK Catat Kinerja Positif Perbankan Syariah 2024

TERHANGAT

Lirik Lagu Bintang - Anima Band/ (Foto: Cuplikan layar Youtube @AnimaBandOfficialAnima)

Lirik Lagu Bintang – Anima Band

04/02/2024

Ahli Waris Ketua RT Terima Santunan JKM BPJS Ketenagakerjaan

HKI Percepat Pembangunan Jalan Tol Betung-Jambi Seksi 1A, Progress Konstruksi Capai 69%

Langkah Nyata Pertamina EP Terhadap Penyelesaian Isu Tanah di Kota Jambi

Viral Video Syur Mirip Gisel, Tagar Cowonya Ikut Trending di Twitter

New Honda BeAT, Always BeAT for You

New Honda Vario 125 dengan Penyegaran Warna Baru telah Hadir di Jambi

Mobilitas Makin Praktis Tanpa Perlu Isi Bensin, Kenali Teknologi Honda CUV e:

Honda ST125 Dax Tampil Makin Ikonik dengan Warna Baru

Tempat Nongkrong Baru di Jambi, Jati Coffee Hadirkan Suasana Hangat untuk Semua Kalangan

Berita Media Online

Copyright @ 2020 Ampar.id - PT MEDIA AMPAR KJA Supported by Ara.

INFORMASI

  • Ampar
  • Disclaimer
  • Karir
  • Kode Etik
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Media Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Redaksi
  • Tentang Kami

MEDIA SOSIAL

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Ampar
  • Disclaimer
  • Karir
  • Kode Etik
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Media Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Copyright @ 2020 Ampar.id - PT MEDIA AMPAR KJA Supported by Ara.