AMPAR.ID, MARO SEBO ILIR – Pemerintah Kabupaten Batang Hari terus memperkuat akses layanan publik dengan menggelar Pekan Gebyar Anak dan Orang Tua. Kegiatan yang dipusatkan di Anjungan Balai Adat Taman Mangga Dua, Desa Terusan, Senin (19/1/2026) ini, dihadiri langsung oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah, Mula P. Rambe.
Pekan Gebyar ini dirancang sebagai bentuk pelayanan terpadu yang tidak hanya bersifat seremonial, melainkan aksi nyata dalam mendekatkan akses kesehatan dan pendidikan kepada masyarakat melalui garda terdepan, yakni Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu).
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mendapatkan berbagai layanan kesehatan komprehensif. Mulai dari pemantauan fisik balita melalui penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan guna deteksi dini risiko stunting, hingga pemberian imunisasi lengkap.
Tak hanya itu, tim kesehatan juga melakukan skrining penyakit menular seperti tuberkulosis (TB Paru), khususnya bagi balita yang terindikasi memiliki permasalahan gizi. Layanan pemeriksaan kesehatan bagi ibu hamil juga tersedia untuk menjamin kehamilan yang sehat serta mendukung proses persalinan yang aman.
Selain aspek kesehatan, kegiatan ini menjadi ajang pendataan terintegrasi yang meliputi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) serta Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Langkah ini diambil sebagai bagian dari sinkronisasi program pemerintah pusat dan daerah dalam membangun kualitas sumber daya manusia sejak dini.
Pj Sekda Batang Hari, Mula P. Rambe, dalam sambutannya menekankan bahwa keberhasilan tumbuh kembang anak sangat bergantung pada peran aktif orang tua.
“Pekan Gebyar ini adalah momentum kita untuk memastikan tidak ada anak di Batang Hari yang terabaikan kesehatannya. Melalui asupan gizi yang baik dan pemantauan rutin di Posyandu, kita sedang berinvestasi untuk masa depan daerah kita,” tegas Mula P. Rambe.
Sebagai bentuk dukungan nyata bagi peningkatan gizi, pemerintah turut mendistribusikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berupa susu dan telur kepada para sasaran kegiatan.
Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Direktur RSUD HAMBA, Camat Maro Sebo Ilir, Datuk Kepala Desa, serta jajaran pengurus Tim Penggerak PKK dan Pembina Posyandu mulai dari tingkat kecamatan hingga desa.
Melalui gerakan terpadu ini, Pemerintah Kabupaten Batang Hari optimistis dapat menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas dari ancaman stunting. (adv)
















