AMPAR.ID, DELI SERDANG – Akibat pemberitaan yang viral mengenai aktifitas “Karaoke Keluarga Valentine” di Beringin, Deli Serdang yang berjarak 100 Meter dari Mapolsek Beringin menuai kontroversi.
Hal tersebut terjadi dengan adanya pemberitaan di beberapa Media online yang mencatut foto Ketua Community Of Journalis (COJ) yang sedang kongkow dengan rekan-rekan media yang berada di Deli Serdang di sebuah cafe tetapi dikesankan seakan sudah berdamai dengan pemilik Valentine Karaoke.
Padahal menurut keterangan yang didapat dilapangan, Ketua COJ tersebut membantah adanya perdamaian antara pemilik dengan awak media yang beberapa hari ini terlihat terus memberitakan tentang adanya Karaoke yang berkedok keluarga. Tetapi fakta yang didapat dilapangan sangat tidak berbanding jauh dengan yang namanya Karaoke keluarga.
Heri Siswoyo yang dikonfirmasioleh awak Media ini pada Jum’at (17/06/2022) sekitar pukul 17.00 WIB membantah hal tersebut. Bahkan dirinya mengatakan akan melaporkan hal tersebut kepada pihak berwajib. Karena dalam pemberitaan tidak meminta izin untuk membuat foto dirinya.
Ketua COJ yang membawahi 15 Personil awak Media yang termasuk salah satanya wartawan media ini juga mengatakan bahwa pada dasarnya, pihaknya sangat keberatan adanya penampilan foto dirinya, dia juga dalam kongkow malam itu tidak ada pembicaraan yang formal dan sudah menyampaikan hal tersebut kepada rekan-rekan di Communitas nya.
“Hoax itu, saya diajak teman seprofesi (wartawan) ke kafe itu untuk berbincang santai pertemanan, benar ada saat itu bahas terkait pemberitaan teman-teman tentang dugaan usaha karoke yang jajakan minuman beralkohol dan pemandu lagu berpakaian seksi, ownernya juga ada disitu, tidak ada konfrensi pers,” terang Ketua COJ.
Dalam perbincangan yang diketahuitampak hangat saat itu, kepada media ini Heri menerangkan bahwa owner usaha karaoke keluarga tersebut ngotot meminta wartawan tayangkan klarifikasi pemberitaan mereka soal usahanya tidak benar dan secara serta merta meminta maaf kepihakya, namun menurut Heri, hal tersebut menyalahi kaidah jurnalis, bahkan dia menyarankan untuk berikan hak jawab atau bantah, yang selanjutnya bila dipandang wartawan patut dapat dinaikan atau tayang demi kepentingan publik.
“Terkait ada gambar saya yang diterbitkan beberapa media dengan narasi begitu (damai soal pemberitaan) itu sudah salah kaprah, berdamai sebelum ada upaya hukum oleh terberita kepada wartawan pemberita itu saya tegaskan mustahil, wartawan menulis berita hasil investigasinya tentu dengan berbagai cara dan banyak sudut pandang, terpentingbertanggungjawab,” tegasnya.
Selain itu, dirinya beserta rekan-rekan COJ segera akan melakukan upaya bantah kebeberapa media yang menerbitkan gambarnya dengan muatan narasi wartawan tanda kutip (“).
“dan untuk diketahui sumber gambar itu didapat rekan-rekan yang terbitkan di link berita itu dari siapa, tentu saja itu kewenangan Penyidik, dasarnya tentu laporan Polisi. Tegasnya pasti dilakukan”, tutur Ketua Community Of Journalis (COJ).
(Rapiun)
















