Ampar.id, Batanghari, – Wabah penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan berkuku belah saat ini telah terdeteksi masuk diwilayah Kabupaten Batanghari.
Wabah penyakit PMK tersebut telah menyerang tiga ekor hewan ternak milik warga Rt. 07 Kelurahan Teratai, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari.
Pemilik sapi mengatakan bahwa sapi yang terpapar virus PMK tersebut baru dibelinya beberapa minggu yang lalu di pasar ternak Muara Bulian.
” Tiga ekor sapi itu baru beberapa minggu yang lalu saya beli dan berasal dari daerah Sumatera Selatan,” Katanya, Selasa (31/05/2022)
Lanjut pemilik sapi, dirinya mengaku baru mengetahui bahwa sapi yang ia beli ternyata terpapar virus PMK setelah petugas Dinas Perkebunan dan Perternakan setempat mendatangi dan melakukan pemeriksaan.
” Saya juga baru tahu saat petugas mendatangi dan melakukan pemeriksaan terhadap hewan, dan petugas memberitahukan kepada saya bahwa ada tiga sapi yang terpapar virus PMK,” Tuturnya.
” Sapi yang terpapar virus PMK tersebut kini telah ditangani oleh Dinas dan untuk kandang sapi rutin disemprot desinfektan,” Imbuhnya.
Terpisah, Kepala Dinas Perkebunan dan Perternakan Kabupaten Batanghari Irwan membenarkan ada hewan ternak yang terpapar virus PMK.
” Berdasarkan dari hasil pemeriksaan Laboratorium Balai Veteriner Kota Bukit Tinggi, Sumatera Barat di pastikan tiga sapi milik peternak di kelurahan teratai Rt 07 terpapar Penyakit Mulut dan Kuku (PMK),” Kata Kadis
Dan atas temuan virus PMK tersebut, Disbunak Batanghari telah mengambil langkah cepat agar virus ini tidak menyebar ke hewan ternak yang lainnya.
” Kita telah mengambil langkah cepat agar hewan yang terpapar virus PMK itu segera di isolasikan ke tempat yang lain agar hewan ternak yang berada tempat itu tidak ikut terpapar,” Sambungnya.
” Kita juga telah melakukan cek poin disetiap peternakan sapi yang ada disekitarnya,” Tutup Irwan.
Sementara Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Disbunak Batanghari Tuanku Hafiq juga memaparkan bahwa meski virus PMK tidak menular ke manusia akan tetapi tingkat penyebaran virus ke sesama hewan sangat cepat.
” Penyebaran virus PMK bisa terjadi akibat kontak langsung, atau melalui udara (airborne), penularan juga bisa terjadi dari kontak manusia pada hewan yang sakit kepada hewan yang sehat tanpa disinfeksi terlebih dulu,” Paparnya.
Kabid Keswan juga menjelaskan bahwa Penyakit ini menyebabkan lepuh yang terdapat pada lidah, gusi, hidung, dan kuku hewan ternak yang terinfeksi.
” Meskipun tingkat kematian akibat PMK rendah, namun penyakit ini sangat menular dengan tingkat kesakitan atau morbiditas yang relatif tinggi mencapai 100 persen,” Demikian Kata pria kelahiran Aceh. (Ari)
















