AMPAR.ID,JAMBI- Derasnya informasi yang mengalir kepada masyarakat saat ini sangat susah untuk dibendung. Hal ini selaras dengan bebas akses yang dapat dijangkau oleh masyarakat, khususnya media sosial.
Tak jarang, dalam informasi itu terdapat informasi atau isu yang salah atau hoaxs dengan tujuannya tentu ingin membuat keresahan. Untuk itu masyarakat perlu diingatkan agar memanfaatkan media sosial secara positif dan jangan mudah termakan isu tidak benar.
Anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jambi, Siti Masnidar menjelaskan bagaimana memproses informasi bagi seseorang yang menerima informasi cenderung tidak menerima pandangan yang benar walau itu fakta yang sebenarnya.
“Sering mengalami, cara pandang yang bias dan memberikan argumen yang berlebihan,” jelas Siti Masnidang atau yang akrab disapa Aning ini, Rabu (30/3).
Aning mengungkapkan, ada beberapa faktor yang menyebabkan mudahnya berita hoaxs itu menyebar. Misalnya, tidak tersaring sebelum sharing, malas memverifikasi sendiri, tidak tahu caranya memverifikasi, literasi yang lemah atau tidak mampu bersikap kritis.
“Terlalu mencintai tokoh tertentu, lalu terlalu membenci tokoh tertentu itu juga bisa menjadi faktor hoaxs itu gampang dicerna,” ujar Aning.
Lantas bagaimana cara untuk melawan hoaxs ini, sambung Aning, yakni dengan melakukan cek fakta dan keakuratan data.
“Dengan cara mengetahui data tersebut baru atau sebelumnya tidak diketahui, secara teknis rumit, selaras dengan narasi yang sudah ada sebelumnya, signifikan secara politik dan bermuatan emosional, kemudian pertanyaan yang terjawab,” jelasnya.(Meli)
















