AMPAR.ID, JEMBER – Pemerintah Kabupaten Jember mencatatkan kenaikan signifikan pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2025 yang mencapai angka 71,57.
Capaian ini diiringi dengan keberhasilan menekan angka kemiskinan hingga ke level terendah dalam satu dekade terakhir, yaitu sebesar 8,67 persen.
Peningkatan IPM sebesar 3,42 persen dibandingkan tahun sebelumnya ini dipicu oleh penguatan standar hidup layak dan peningkatan daya beli masyarakat sebesar 4,18 persen.
Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, menjelaskan bahwa pertumbuhan ini juga didorong oleh kemajuan di dimensi pengetahuan.
“Kita tidak hanya membangun fisik, tapi membangun manusianya. Dimensi pengetahuan juga kita genjot melalui Rata-rata Lama Sekolah (RLS) yang pertumbuhannya melompat dari 0,31 persen menjadi 1,53 persen tahun ini,” ujar Gus Fawait, Jumat (3/4/2026).
Selain sektor pendidikan dan ekonomi, sektor kesehatan mencatatkan performa luar biasa dengan penurunan angka stunting dari 30,4 persen menjadi 20,1 persen.
Keberhasilan program Universal Health Coverage (UHC) yang mencapai 99,46 persen juga menjadi pilar utama dalam menjaga stabilitas kesejahteraan warga.
“Kesehatan adalah fondasi. Dengan penurunan angka kematian ibu dan bayi (AKI/AKB) yang signifikan serta UHC yang hampir 100 persen, kami ingin memastikan tidak ada warga Jember yang takut berobat karena kendala biaya,” tegasnya.
Terkait angka kemiskinan yang kini berada di bawah rata-rata Provinsi Jawa Timur, Gus Fawait menekankan pentingnya konsistensi dalam menjalankan strategi intervensi lintas sektor yang menyasar langsung pada kebutuhan pokok masyarakat.
“Alhamdulillah, ikhtiar kita bersama membuahkan hasil nyata. Fokus kami jelas, mengurangi beban pengeluaran warga sekaligus menggenjot pendapatan per kapita melalui 43 kegiatan lintas sektor yang menyasar hampir dua juta individu,” pungkasnya. (Adv)
















