• Ampar
  • Disclaimer
  • Karir
  • Kode Etik
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Media Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Aktual dan Terkini
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • NEWS
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • POLITIK
  • EKBIS
    • OTO & TEKNO
  • HUKUM
    • KABAR TNI – POLRI
  • OPINI
  • TREND
    • SPORT
    • RELIGI
    • HIBURAN & WISATA
    • KESEHATAN
  • JAMBI
  • BENGKULU
    • KAUR
    • LEBONG
    • REJANG LEBONG
    • BENGKULU SELATAN
    • SELUMA
    • KEPAHIANG
    • MUKOMUKO
  • SUMSEL
    • MUSI BANYUASIN
  • JATIM
    • JEMBER
  • LAMPUNG
    • TULANG BAWANG
  • Lainnya..
    • PENDIDIKAN
  • NEWS
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • POLITIK
  • EKBIS
    • OTO & TEKNO
  • HUKUM
    • KABAR TNI – POLRI
  • OPINI
  • TREND
    • SPORT
    • RELIGI
    • HIBURAN & WISATA
    • KESEHATAN
  • JAMBI
  • BENGKULU
    • KAUR
    • LEBONG
    • REJANG LEBONG
    • BENGKULU SELATAN
    • SELUMA
    • KEPAHIANG
    • MUKOMUKO
  • SUMSEL
    • MUSI BANYUASIN
  • JATIM
    • JEMBER
  • LAMPUNG
    • TULANG BAWANG
  • Lainnya..
    • PENDIDIKAN
Berita Terbaru
  • NEWS
  • POLITIK
  • EKBIS
  • HUKUM
  • OPINI
  • TREND
  • JAMBI
  • BENGKULU
  • SUMSEL
  • JATIM
  • LAMPUNG
  • Lainnya..

Jambi dan Kebakaran 2025

11/08/2025
Musri Nauli

Musri Nauli

PostTweetSend
Dibaca 124

Tidak dapat dipungkiri, setiap pertengahan tahun, Jambi dan beberapa Provinsi dadanya berdegub kencang. Menghadapi “teror” kebakaran yang terus berulang.

Berdasarkan data Sistem Pemantauan Karhutla (SiPongi) milik Kementerian Kehutanan, data input sampai dengan Juni 2025 memperlihatkan indikasi areal hutan dan lahan yang terbakar mencapai 8.594 hektare.

Di Provinsi Riau, Berdasarkan pantauan titik panas/ hotspot satelit Terra Aqua Nasa dari Sistem Pemantauan Karhutla Kementerian Kehutanan – SiPongi periode 1 Januari s.d. 20 Juli 2025, di wilayah Riau tercatat dengan hotspot tertinggi yaitu Kabupaten Rokan Hilir (1.767 titik), Rokan Hulu (1.114 titik) dan Dumai (333 titik). Hotspot secara keseluruhan di wilayah Riau sejumlah 4.449 titik, dengan hotspot tertinggi pada bulan Juli sejumlah 3.031 titik.

Dari perhitungan Kementerian Kehutanan, luas karhutla tahun 2025 di Provinsi Riau periode Januari-Mei 2025 seluas 751,08 Ha. Berdasarkan jenis tanah, karhutla terjadi seluas 695,72 Ha di tanah gambut (96,23%) dan seluas 55,37 Ha di tanah mineral (7,37%).

Berdasarkan tutupan lahan, seluas 16,45 Ha tutupan hutan (2,19%), dan seluas 734,63 Ha tutupan non hutan (97,81%). Berdasarkan fungsi kawasan terhitung 14,22% di kawasan hutan dan sebanyak 85,78% di APL.

Sementara itu di Provinsi Sumatera Selatan Data BPBD Sumatera Selatan menunjukkan hingga 23 Juli 2025, terdapat 1.104 titik panas dan 64 kejadian karhutla dengan total lahan terdampak sekitar 43 hektare. Secara nasional, dari Januari hingga Mei 2025, tercatat 983 kejadian karhutla dengan total luas 5.485 hektare.

Bacajuga

Desa Tanjung Mulya Gelar Musrenbangdes Tahun Anggaran 2027

Pemdes Pauh Terenja Salurkan BLT-DD 2026 kepada 23 KPM

Tim Gabungan Pantau Pasar Tanjung dan Ritel, Harga Beras Jember Dipastikan Sesuai HET

Kisruh Muswil APJII Jambi, Kadin : Penggugat dan Tergugat Harus Segera Berdamai

Bandingkan dengan Provinsi Kalimantan Tengah yang telah menunjukkan 1326 titik hotspot (website Pemprov Kalteng). Dan Provinsi Kalimantan Barat, Provinsi ini sempat tercatat memiliki 1.500 hotspot hingga 31 Juli 2025, sudah termasuk 258 yang terbukti merupakan titik api dan berdampak terhadap lahan seluas 989 hektare (Tempo).

Namun berbeda di Jambi. Sejak 1 Januari sampai 26 Juli 2025, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sultan Thaha Jambi mendeteksi 261 titik api (hotspot). Dalam rentang waktu itu, terjadi 110 kali kebakaran seluas 421,77 hektar (Mongabay)

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Sultan Thaha Jambi mencatat dalam 22 hari terakhir terpantau 142 titik api atau hotspot di Provinsi Jambi.
Ratusan titik api itu tersebar di  7 kabupaten kota. Diantaranya Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur, Muaro Jambi,  Kota Jambi, Batanghari , Tebo, dan sebagian Kabupaten Bungo.
Koordinator bidang data dan informasi BMKG, Nabilatul Fikroh  menyampaikan, ke 142 titik panas itu terpantau dari tanggal 1 sampai tanggal 22 Juli. (Jambione)

Titik panas terbanyak ada di Muaro Jambi, dengan jumlah 29 titik panas. Lalu, Sarolangun 27 titik panas, dan di Merangin ada 24  titik  panas. Mongabay menyebutkan “Luas terbakar di Desa Gambut Jaya seluas 260 ha”.

Melihat data-data yang telah diperlihatkan, diluar Desa Gambut Jaya yang terbakar seluas 260 ha, relatif daerah gambut menunjukkan angka yang relatif Kecil. Apabila tidak dikatakan tidak terbakar.

Angka-angka ini menggembirakan. Selain telah terbangunnya 821 sekat kanal (Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, 2023) yang telah berfungsi, daerah-daerah gambut yang rawan kebakaran seperti di daerah Geragai, Londerang dan sekitar Puding relatif aman.

Padahal itu adalah tempat “biang kerok” kebakaran yang berulang. Tahun 2015 dan tahun 2019 kebakaran yang di tempat sama terjadi. Dan berulang kemudian di Londerang tahun 2024.

Sehingga tidak salah kemudian Provinsi Jambi mendapatkan apresiasi dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kepala BRGM dan Duta Besar Norwegia tahun 2023.

Selain telah terbangunnya sekat kanal yang telah berfungsi, berbagai alat bantu seperti Sipalaga, sebuah sistem monitor yang telah ditempatkan di berbagai tempat, dukungan masyarakat yang “reaksi cepat” dengan Masyarakat Peduli Api justru menjadikan Jambi paling sigap mengantisipasi dan monitor ancaman serangan api.

Yang tidak boleh dilupakan, Pemerintah Provinsi Jambi mempunyai banyak regulasi yang mendukung kinerja persoalan api di daerah gambut. Regulasi seperti Peraturan Daerah No 2 Tahun 2016, Peraturan Daerah No 1 Tahun 2020, Peraturan Gubernur Jambi Nomor 20 Tahun 2023 adalah pondasi penting. Sekaligus cara memandang Pemerintah Provinsi Jambi didalam menghadapi kebakaran di daerah gambut.

Tapi apapun cerita, daerah gambut yang “memang harus basah” adalah hipotesis yang tidak terbantahkan. Berbagai model pengelolaan gambut seperti pengeringan dengan membuat kanal, mengatur hidrologi gambut terbantahkan dengan areal yang terbakar. Sehingga hipotesis pengelolaan gambut harus dikembalikan fungsinya. Gambut harus basah.

Namun upaya panjang didalam membasahi gambut tidak boleh lengah. Antisipasi sekaligus “monitor” hingga akhir September memasuki kemarau tidak boleh dilupakan.

Dan antisipasi sekaligus monitor harus disiagakan hingga memasuki musim hujan.

(Musri Nauli- Advokat Tinggal di Jambi)

Berita sebelumnya

Bupati dan Wakil Bupati Hadiri Rapat Paripurna Istimewa Peringatan Hari Jadi Kabupaten Tanjab Barat ke-60

Berita selanjutnya

Yamaha Engineering School Angkatan ke 9 Kembali Dibuka 

Berita Terkait

Desa Tanjung Mulya Gelar Musrenbangdes Tahun Anggaran 2027

28/09/2026

Pemdes Pauh Terenja Salurkan BLT-DD 2026 kepada 23 KPM

28/09/2026
Tim Satgas Saber Pangan gabungan saat sidak pasar tradisional, Senin (28/9/2026). (Foto: Teamwork)

Tim Gabungan Pantau Pasar Tanjung dan Ritel, Harga Beras Jember Dipastikan Sesuai HET

28/09/2026

Kisruh Muswil APJII Jambi, Kadin : Penggugat dan Tergugat Harus Segera Berdamai

25/09/2026

Meninggal Saat Jalankan Tugas, Pekerja DLH Kota Jambi Dapat Santunan dan Beasiswa Anak

25/09/2026

Samsung Galaxy A08 Resmi Hadirkan Baterai Besar 6.000 mAh, Fitur AI, dan Update Software Hingga 6 Tahun

25/09/2026

Tinjau Sejumlah Infrastrukur Terdampak Bencana di Solok, Wapres Dorong Percepatan Perbaikan Akses dan Layanan Publik

25/09/2026

Musyawarah RKPDes 2027 Desa Lubuk Sanai Fokus Pembangunan Rabat Beton dan TPT

25/09/2026

Pembangunan Jalan Rabat Beton 100 Meter di RT 06 Desa Suka Maju Jadi Akses Penghubung dan Dukung Aktivitas Pelajar

25/09/2026

OJK Dorong Generasi Muda Menjadi Penggerak Ekonomi dan Keuangan Syariah Melalui ISPO 2026

25/09/2026
Berita selanjutnya

Yamaha Engineering School Angkatan ke 9 Kembali Dibuka 

Al Haris Proyeksikan Jambi–Sumbar Jadi Tuan Rumah PON 2032

Al Haris Proyeksikan Jambi–Sumbar Jadi Tuan Rumah PON 2032

Al Haris: Hadapi Zaman Modern dengan 3 Kunci, Ilmu Pengetahuan, Skill dan Sikap

Perayaan 48 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia

OJK Perkuat Peran Pasar Modal Indonesia Untuk Kemandirian dan Kedaulatan Ekonomi Indonesia 

Bea Cukai Aceh Dorong Aceh Jadi Hub Perdagangan Global di Wilayah Barat Indonesia

TERHANGAT

Lirik Lagu Bintang - Anima Band/ (Foto: Cuplikan layar Youtube @AnimaBandOfficialAnima)

Lirik Lagu Bintang – Anima Band

04/02/2024

Ahli Waris Ketua RT Terima Santunan JKM BPJS Ketenagakerjaan

8.190 PPPK Jember Diperpanjang, Gus Fawait Siapkan Alih Status

HKI Percepat Pembangunan Jalan Tol Betung-Jambi Seksi 1A, Progress Konstruksi Capai 69%

KPM Terima BLT DD, Bukti Nyata Kepedulian Pemdes Bandar Jaya

Penyaluran BLT DD Desa Sumber Makmur Tahun 2026 Tahap 3

New Honda Vario 125 dengan Penyegaran Warna Baru telah Hadir di Jambi

Viral Video Syur Mirip Gisel, Tagar Cowonya Ikut Trending di Twitter

Honda ST125 Dax Tampil Makin Ikonik dengan Warna Baru

New Honda BeAT, Always BeAT for You

Berita Media Online

Copyright @ 2020 Ampar.id - PT MEDIA AMPAR KJA Supported by Ara.

INFORMASI

  • Ampar
  • Disclaimer
  • Karir
  • Kode Etik
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Media Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Redaksi
  • Tentang Kami

MEDIA SOSIAL

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Ampar
  • Disclaimer
  • Karir
  • Kode Etik
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Media Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Copyright @ 2020 Ampar.id - PT MEDIA AMPAR KJA Supported by Ara.