AMPAR.ID, JAMBI – Ketua DPRD Merangin Herman Effendi, menyoroti bimtek dan studi banding Kades dan BPD Merangin ke Jawa Barat (Bandung).
Herman Effendi menjelaskan, jika kegiatan tersebut dinilai mubazir dan hanya menghamburkan uang rakyat. Tentu dengan Bimtek di kota Jambi asal melaksanakan saja, artinya sebagai wakil rakyat kecewa.
“Kami sebagai wakil rakyat kecewa. Kalau seperti itu, azas manfaat nya tidak ada sia-sia”, ujar Ketua DPD II Golkar Merangin kepada media ini lewat sambungan telepon. Jum’at (29/10)
BERITA SEBELUMNYA: Peserta Protes Nyaris Ribut, Bimtek dan Studi Banding Kades dan BPD Merangin ke Bandung Disoal
Terkait protes yang dilontarkan peserta ke penyelenggara PT. Diva Lookah Multindo Tour & Travel dan APDESI, Ketua DPRD Merangin menilai itu sah-sah saja.
“Wajar mereka protes kan dia bayar, fasilitas dan pelayanan memang uatamanya”, sambungnya
Untuk diketahui, Bimbingan teknis dan studi banding rombongan kepala desa dan BPD di Merangin berjumlah 138 orang peserta (70 Kades dan 68 BPD), sebelumnya telah menyetor uang Rp 8.000.000,- per orang dari dana desa (DD).
Pada dasarnya kata Herman Effendi, Bimtek dan Studi Banding tujuan adalah menambah wawasan sesuai program agar bisa diterapkan di Desa masing-masing.
BACA JUGA: Kadis PMD Merangin Angkat Suara Bimtak dan Studi Banding ke Jawa Barat Menuai Protes
“Ini menjadi catatan juga buat penyelenggara, kalau materi di paksakan selesai dalam beberapa jam apalagi kalau sampai dilewati, kemudian keberangkatan lewat darat. Itu kan sudah jelas menguras waktu dan tenaga juga, Mungkin lebih efektif pakai pesawat udara, sah- sah saja peserta kecewa”, tambahnya
Dan kata dia, ini harusnya menjadi perhatian juga kepada dinas terkait PMD. “Kita yang melihat mendengarkan itu juga kecewa, apalagi sebagai wakil rakyat”, tutupnya.
(Juanda)

