AMPAR.ID, JAMBI – Dewan DPRD Provinsi Jambi meminta pihak investor Jambi Bisnis Center (JBC) dalam hal ini PT Putra Kurnia Properti harus bertanggung jawab dan memberi solusi agar persoalan banjir disekitar proyek JBC Simpang Mayang, Kota Jambi tidak semakin terdampak, apalagi proyek pembangunan JBC berkelanjutan.
“Saat ini masih pembangunan Mall 5 lantai yang direncanakan selesai pada pertengahan tahun depan, selanjutnya pada lokasi 7,4 hektare tersebut akan dilanjutkan membangun 229 ruko, hotel, ballroom dan lainnya”, kata Anggota Komisi I DPRD Provinsi Jambi, Kemas Alfarabi, Minggu (13/11)
Alfarabi berpendapat, Jika dari sekarang tidak di antisipasi proyek JBC yang berinvestasi Rp 1,2 triliun akan menimbulkan banjir yang lebih luas.
BACA JUGA:
Akibat Proyek JBC, Banjir Rendam Jalan-Rumah Warga di Sungai Kambang
“Untuk itu, perlu solusi penanganan yang tepat mengatasi persoalan proyek JBC seperti perencanaan kapasitas saluran drainase dan box cluvert dengan analisis debit yang sesuai dengan kondisi”, tegas Politisi Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.
Logikanya menurut putra pendiri Fakultas kedokteran UNJA ini, pembangunan proyek mencapai puluhan ribu meter persegi tentunya lahan kosong yang sebelumnya menjadi resapan air secara alami akan menyebabkan permukaan tanah tertutup oleh beton dan aspal.
Dijelaskannya, Dilihat secara geografis posisi Kota Jambi sebagai ibukota provinsi Jambi yang sangat strategis dari segitiga emas (Indonesia, Malaysia dan singapura IMS-GT dengan koordinasi kebijakan investasi strategis sangat berpeluang menjadi daerah pendukung utama (Hinterland) dalam kerjasama ekonomi regional.
BACA JUGA:
Heboh, Pria Berseragam Honorer di Jambi Sodomi Remaja di Toilet Masjid
“Semua aspek pendukung harus dilakukan pembenahan seperti desain penanggulangan banjir, konektivitas dan infrastruktur dasar maka peluang pertumbuhan ekonomi makro dapat menarik investasi swasta dalam dan luar negeri”, sebutnya
Dewan dari Dapil Kota Jambi ini menjelaskan mengenai rencana hibah dari pemerintah Jepang tahun 2023 mendatang sebesar 200 Miliar harus dapat menyelesaikan kawasan terdampak banjir akibat hujan deras yang semakin parah sejak 5 tahun terakhir di Kota Jambi.
Namun sampai saat saat ini, belum ada penjelasan resmi dari pihak JBC terkait persoalan tersebut.
BACA JUGA:
Dugaan Korupsi Dibalik Pembangunan RS Tyipe C dan Penghancuran Graha Lansia Jambi

Diberitakan media ini sebelumnya, Puluhan rumah warga di RT12 dan RT32, Kelurahan Simpang IV Sipin, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi Jumat (11/11) dini hari, terendam banjir setelah diguyur hujan deras.
Ruas jalan lingkungan dan puluhan rumah warga yang berada di aliran Sungai Kambang dari simpang mayang hingga belakang Unja Telanai tergenang banjir setinggi lutut orang dewasa, sejumlah kendaraan roda dua nekat melitas di Jalan Nusa Indah II menuju Kambang mogok terjebak banjir.
Alen, Warga RT12 menuturkan banjir mulai melanda perumahan padat penduduk ini setelah adanya pembangunan proyek Jambi Bisnis Center (JBC) Simpang Mayang.
“Puluhan tahun disini tidak pernah kebanjiran, sekarang hujan deras sebentar saja air sudah masuk ke rumah warga”, Ujarnya kepada ampar.id
BACA JUGA:
Kapolri Bakar Semangat Anggota Pengamanan KTT G20: Jadikan Ini Kebanggaan dan Kehormatan Kalian
Pria yang tengah melakukan ronda malam ini menyebut, sangat jelas terlihat warna air keruh seperti bercampur tanah liat terbawa arus dari Proyek JBC simpang mayang.
“Malam ini saya jaga ronda, Tadi kami sudah keliling sampai ke balakang royek JBC dan puluhan rumah warga kebanjiran bahkan sampai kedepan kantor redaksi media ampar.id saat warga tengah terlelap tidur dan terbangun berupaya mengamanan barang-barang di rumahnya dari banjir”,jelasnya.
Alen berharap adanya solusi dari Pemerintah dan tidak hanya memikirkan kepentingan dari Proyek JBC semata.
“Warga disini sudah sering mengeluhkan ke pemerintah, kalau hujan deras saat malam hari tidak bisa tertidur lelap takut rumahnya kebajiran, Pemerintah jangan diam saja pikirkan rakyat”,ungkapnya.
(Jp)















