AMPAR.ID, Jambi – Konflik dualisme yang saat ini terjadi antara Yayasan Pendidikan Jambi (YPJ) dan Universitas Batanghari (UNBARI) terus memanas bahkan mengganggu kenyamanan mahasiswa dalam melakukan pembayaran Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP).
“kemarin tuh yang pertama kali pas saya mau bayar SPP itu katanya langsung ke Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bank 9 Jambi, biasanya kan di BNI bisa, ketika saya bayar rame jadi nungguin antrian itu lama”, kata salah satu mahasiswa Unbari Sandi saat diwawancarai, pada Sabtu siang (4/6), di sekre LPM Patriotik Unbari.
Hal senada juga diungkapkan mahasiswa Unbari Dahnil Miftah bahwa kalau untuk hambatan tidak ada terkait perkuliahan masih berjalan dengan lancar, untuk semuanya berjalan dengan lancar, cuma ada sedikit kendala-kendalanya mungkin seperti yang dulunya Unbari bekerjasama dengan dengan bank BNI sekarang tidak lagi.
“ATM BNI itu diblokir sempat memang diblokir dan juga pembayaran banyak mahasiswa mengeluh, dari BNI nah mahasiswa kok tiba-tiba pembayaran SPP unbari dipindahin dialihkan ke bank 9 Jambi biasanya di BNI, nah seharusnya tetap dua”, ujar Dahnil.
Tak hanya itu, Dia juga mengeluhkan saat mengurus soal Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) nya yang hilang, kata orang BNI-nya, pihak Unbari belum mencetak ulang lagi. Termasuk lah untuk angkatan 21 sampai sekarang belum belum mendapatkan KTM sedangkan angkatan 20 kemarin sudah dapat, banyak kendalanya terus terkait almamater juga belum.
“bisa jadi permasalahan ini menjadi akibat-akibat dari permasalahan Unbari dan yayasan. Akibat dampaknya sangat besar”, duga Dahnil.
Sementara itu Wakil Rektor (WR) II Bidang Administrasi Umum dan Sumberdaya Unbari Jambi Fathiyah belum bisa diwawancarai mengenai keterangan dugaan tersebut baik secara langsung maupun melalui via telepon dengan alasan ada kesibukan.
(Meli)
















