AMPAR.ID, JAMBI – Kenaikan harga ayam terjadi dari sebelum tahun baru sampai sekarang, membuat pedagang ayam geprek ketar ketir lantaran takut tidak balik modal.
“Hari ini adalah hari pertama kami jualan ayam geprek kembali, memang masih jualan hanya menghabiskan stok yang ada sambil nengok pergerakan pasarnya selama 2 atau 3 hari kedepan”, kata Rahmat Hidayat, pedagang ayam geprek Lapak Arfa kepada media ini Rabu (12/1)
Bahkan Pria yang sehari-hari berjualan ayam goreng geprek di kawasan Sipin, Kota Jambi itu juga mengeluhkan kenaikan minyak goreng.
“Yang paling parah lagi harga minyak Rp 20 ribu,-per liter apalagi ayam ini kan memang butuh banyak minyak untuk gorengnya, Kami jualan juga mau untung kalau hanya dapet cape percuma”, ucapnya
Diakui Rahmat, sebelumnya ia sudah hampir dua Minggu tidak jualan ayam geprek karena harga Ayam sekilo dibandrol dengan harga Rp42.000 ribu di pasar yang mana biasanya tidak pernah tembus dari Rp30.000 ribu.
(Meli)











