Rejang Lebong, Ampar.id – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Rejang Lebong Zakaria Efendi, M.Pd mengingatkan seluruh kepala sekolah penerima dana revitalisasi dan digitalisasi tahun 2025 untuk merawat aset dengan baik.
Hal itu ditegaskan Zakaria saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (5/5/2026) bertepatan dengan momentum Hari Pendidikan Nasional 2026.
“Alhamdulillah sekolah kita sudah tersentuh bantuan pusat melalui program Presiden Prabowo. PAUD, SD, SMP dapat semua. Tinggal lagi bagaimana yang sudah dapat di 2025 tolong dijaga, tolong dipelihara, tolong dirawat,” tegas Zakaria.
Menurutnya, membangun gedung sekolah itu mudah, tapi memeliharanya yang sulit. Ia berkaca pada tahun-tahun sebelumnya dimana banyak sekolah di Rejang Lebong tak tersentuh bantuan.
“Karena kita tahu beberapa tahun yang lalu sekolah kita tidak tersentuh revitalisasi. Nah sekarang sudah dapat, jangan sampai 2-3 tahun sudah rusak lagi,” ujarnya.
Deep Learning dan Anak Asuh Cegah Putus Sekolah*
Zakaria juga menyebut tahun ini Kemendikdasmen meluncurkan program Pembelajaran Mendalam atau “deep learning” untuk meningkatkan kompetensi guru.
Selain itu, visi-misi Bupati Rejang Lebong soal Anak Asuh terus digalakkan. Tujuannya menekan angka putus sekolah demi mewujudkan Generasi Emas 2045.
“Kami minta peran semesta. Orang tua tolong awasi anaknya sepulang sekolah jam 14.00. Jangan lepas begitu saja. Masyarakat juga bantu tingkatkan mutu pendidikan,” tambah Kadisdik RL itu.
SMPN 3 RL Jadi Prioritas Rejang Lebong mengeluhkan gedung yang menua dan butuh sentuhan pembangunan. Menanggapi hal itu, Zakaria memastikan sekolah tersebut masuk daftar prioritas revitalisasi.
“Data sekolah penerima 2025 sudah ada. Yang belum dapat, kita usulkan tahun depan. Prinsipnya semua bertahap,” tutupnya.(Midi)
















