• Ampar
  • Disclaimer
  • Karir
  • Kode Etik
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Media Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Aktual dan Terkini
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • NEWS
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • POLITIK
  • EKBIS
    • OTO & TEKNO
  • HUKUM
    • KABAR TNI – POLRI
  • OPINI
  • TREND
    • SPORT
    • RELIGI
    • HIBURAN & WISATA
    • KESEHATAN
  • JAMBI
  • BENGKULU
    • KAUR
    • LEBONG
    • REJANG LEBONG
    • BENGKULU SELATAN
    • SELUMA
    • KEPAHIANG
    • MUKOMUKO
  • SUMSEL
    • MUSI BANYUASIN
  • JATIM
    • JEMBER
  • LAMPUNG
    • TULANG BAWANG
  • Lainnya..
    • PENDIDIKAN
  • NEWS
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • POLITIK
  • EKBIS
    • OTO & TEKNO
  • HUKUM
    • KABAR TNI – POLRI
  • OPINI
  • TREND
    • SPORT
    • RELIGI
    • HIBURAN & WISATA
    • KESEHATAN
  • JAMBI
  • BENGKULU
    • KAUR
    • LEBONG
    • REJANG LEBONG
    • BENGKULU SELATAN
    • SELUMA
    • KEPAHIANG
    • MUKOMUKO
  • SUMSEL
    • MUSI BANYUASIN
  • JATIM
    • JEMBER
  • LAMPUNG
    • TULANG BAWANG
  • Lainnya..
    • PENDIDIKAN
Berita Terbaru
  • NEWS
  • POLITIK
  • EKBIS
  • HUKUM
  • OPINI
  • TREND
  • JAMBI
  • BENGKULU
  • SUMSEL
  • JATIM
  • LAMPUNG
  • Lainnya..

Pariwisata dan Daerah Pedesaan di Provinsi Jambi

Oleh: Thamrin B. Bachri

29/05/2025
Farenza Garden yang berada di Desa Renah Alai, Kecamatan Jangkat, Kabupaten Merangin/ foto: riky

Farenza Garden yang berada di Desa Renah Alai, Kecamatan Jangkat, Kabupaten Merangin/ foto: riky

PostTweetSend
Dibaca 198

PENDAHULUAN

Sebagian besar dari obyek wisata domestik dengan segala aktivitas yang dilakukan pada waktu luang umumnya dihubungkan dengan daerah pedesaan atau daerah luar kota. Jika daerah pedesaan diartikan sebagai daerah non-urban, maka di dalamnya tercakup hutan belantara selain daerah pertanian atau perladangan yang digarap dengan baik. Tetapi sejak pariwisata domestik terpusat pada negara-negara industri di seluruh dunia, serta daerah-daerah yang dibedakan oleh iklim atau pembagian musim, maka artikel ini diarahkan pada daerah pedesaan.

Di provinsi Jambi diperkirakan ada 1.414 desa dengan sekitar 80 desa wisata (Data BPS Prov. Jambi, 2024) yang sudah diajukan kepada Kementerian Pariwisata untuk dikelompokan ke dalam Desa Wisata Rintisan, Desa Wisata Berkembang, dan Desa Wisata Maju.

Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H. dalam setiap kegiatan Perjalanan Pejabat tidur di dusun (Pertisun) senantiasa menekankan dalam dialog nya dengan masyarakat di desa agar dapat mengoptimalkan seluruh potensi desa termasuk di bidang pertanian, perikanan, perkebunan termasuk pariwisata dan ekonomi kreatif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.

KEADAAN DAN MASALAH UMUM DAERAH PEDESAAN

Selama bertahun-tahun belakangan ini terjadi perpindahan populasi yang tetap dari desa ke kota (urbanisasi) dan juga pada waktu yang bersamaan produksi pertanian tidak mengalami penurunan.

Bacajuga

Al Haris Rombak Kabinet, 13 Pejabat Dilantik Kena Semprot Soal OPD Ego Sektoral: Kita Satu Tim!

Kualitas Udara Memburuk akibat Karhutla, Aktivis Jambi Desak Presiden Prabowo Copot Menteri Kehutanan

Al Haris Momen Hari Kesaktian Pancasila: Refleksi Anak Bangsa bahwa Pancasila Pernah Dirongrong

R-APBD 2027, Pemkab dan DPRD Jember Dorong Sinergi Anggaran Pusat

Kenyataan di beberapa negara di dunia, malahan terjadi peningkatan yang disebabkan oleh banyak faktor. Menurunnya jumlah pekerja di bidang pertanian diimbangi dengan perubahan yang radikal di bidang teknologi pertanian khususnya mekanisasi, telah menghasilkan peningkatan produktivitas dari para petani/buruh sebagaimana yang telah dilakukan pengukuran bahwa telah terjadi peningkatan output per orangnya. Apa yang dialami oleh negara yang satu dengan negara lainnya memang berbeda, tetapi jika dilihat secara global, tingkat kehidupan masyarakat pedesaan meningkat.

Dengan adanya peningkatan dan perkembangan di bidang kendaraan bermotor, maka hal ini memudahkan untuk melakukan perjalanan bagi masyarakat pedesaan dari desa ke kota, demikian pula bagi penduduk kota yang ingin pergi ke daerah pedesaan atau ke luar kota. Dilihat dari segi motorisasi, pada umumnya implikasi dari perkembangan ini adalah populasi pedesaan tidak lagi dihidupi oleh sumber-sumber yang terdapat di desa.

Ternah-ternak menyebar dari desa ke kota, kebutuhan-kebutuhan masyarakat desa disalurkan dari pabrik-pabrik di kota, dan para penduduk desa berbelanja ke pusat-pusat perbelanjaan di kota yang terdekat.

Interaksi yang terjadi antara daerah pedesaan dan kota menjadi sangat kompleks, dan lama kelamaan daerah pedesaan tergantung pada kota-kota untuk mendapatkan beberapa kebutuhannya. Pemberian jasa-jasa selain dari kebutuhan pokok lainnya sukar untuk disuplai ke desa-desa, seperti sarana pendidikan (sekolah), pelayanan-pelayanan kesehatan (klinik), bahan bakar (minyak), dan pelayanan pos, karena ini semuanya memerlukan biaya yang sangat besar.

Hal semacam inilah, antara lain yang menyebabkan urbanisasi, karena fasilitas-fasilitas tersebut umumnya berada di kota-kota. Urbanisasi bagi kaum muda terjadi karena mereka membutuhkan pendidikan dan rekreasi di waktu luangnya dan urbanisasi bagi kaum tua terjadi karena mereka membutuhkan pelayanan-pelayanan sosial. Lama kelamaan daerah pedesaan menjadi tempat yang tidak menyenangkan untuk didiami. Faktor individu yang kuat menyebabkan
hidup menjadi lebih sulit, misalnya tak seorang pun yang akan tinggal atau bekerja di desa, mereka yang bekerja di desa sangat sedikiti, mereka berdiam di kota, sekali-kali pulang seperlunya ke daerah pedesaan.

Daerah pedesaan, pada dasarnya adalah penghasil bahan-bahan pangan dengan cara yang tradisional, baik di bidang pertanian maupun peternakan yang semuanya adalah industri padat karya serta membutuhkan arena tanah yang luas. Gambaran seperti ini akan berubah dengan timbulnya sistem mekanisasi yang modern, baik dalam hal mengerjakan tanah maupun dalam hal peternakan seperti produksi telur, susu, daging sapi yang seluruhnya mungkin untuk diproses atau diproduksi dalam jumlah besar dengan metoda-metoda mekanisasi yang tidak hanya lebih ekonomis dalam
penggunaan buruh, tapi juga hanya memerlukan sedikit tanah. Bahkan proses penetasan telur yang menggunakan listrik bisa dilakukan di kota-kota besar.

Dari kenyataan yang telah dikemukakan di atas, maka terlihat bahwa tidak ada alasan bagi penduduk kota untuk pergi ke daerah pedesaan bila mereka tidak mempunyai keperluan. Maka secara singkat, “urbanisasi” dari sektor pertanian dapat kita bayangkan, seperti halnya peternakan dilakukan di kota. Demikian pula pertanian dan atau penggarap tanah, dilakukan oleh petani-petani yang berasal dari kota. Dari proses yang kita lihat terdahulu, maka lama-kelamaan cara-cara yang tradisional beserta perkampungan-perkampungan yang terdapat di daerah pedesaan akan menghilang atau mungkin akan berubah menjadi suatu desa di mana berdiri bangunan bangunan dengan arsitektur kota yang sama sekali berbeda dengan gaya tradisional yang pernah ada.

Di beberapa negara di dunia, daerah pedesaan bukan hanya sebagai daerah penghasil pangan, tapi juga merupakan daerah untuk berrekreasi. Penggunaan daerah pedesaan sebagai
daerah wisata adalah penting. Bagi mereka yang sering mengisi waktu luangnya dengan aktivitas aktivitas rekreasi terutama bagi para penduduk kota, mereka menganggap bahwa daerah luar kota adalah mutlak untuk dikunjungi meski pun itu hanya dengan mengendarai mobilnya untuk beberapa jam pergi ke luar kota untuk alasan rekreasi, memperoleh udara yang segar, kesehatan, melihat pemandangan alam dan alasan lainnya.

Bila daerah pedesaan sekarang menjadi lebih kosong akibat adanya urbanisasi atau sebaliknya keadaan desa yang sudah sama saja dengan di kota, maka atraksi-atraksi wisata apa saja yang dapat ditawarkan kepada penduduk kota?

Jelasnya, kita masih jauh daripada sebuah desa yang berupa gurun atau merupakan areal tanah bajakan yang berada di sekeliling kota. Tetapi pada kenyataannya kita sedang bergerak ke arah itu, pada akibat dari dampak-dampak teknologi dan segi-segi praktis lainnya.

Apakah yang akan terjadi dengan dikembangkannya pariwisata di suatu daerah pedesaan?

Segala aktifitas yang berkaitan langsung dengan kegiatan-kegiatan di pedesaan seperti aktifitas jalan kaki, tanpa kendaraan, berpetualan dan sebagainya akan dipengaruhi oleh
kemudahan-kemudahan yang ada di daerah pedesaan tersebut, di mana masih ada unsur-unsur agraris, ini adalah salah satu manfaat yang jeas dapat segera terlihat.

Manfaat teoritis yang sering kita dengar seperti bertambahnya lapangan kerja serta pendapatan penduduk setempat terlalu dini untuk kita bahas di sini, mengingat perlunya
pendekatan-pendekatan khusus di dalam pembuktiannya.

Seandainya daerah pedesaan menjadi depopulasi baik seluruhnya maupun sebagian besar saja, maka seluruh prasarana yang diperlukan, baik oleh kendaraan (alat transportasi) maupun oleh wisatawan itu sendiri seperti jalan raya, pompa bensin akan terbengkalai, baik dari segi
pemeliharaan dan pengoperasiannya. Kegiatan perjalanan wisata dalam arti sebenarnya menjadi tidak mungkin dilaksanakan. Masa tersebut masih jauh, tetapi penurunan-penurunan dari kualitas kehidupan di daerah pedesaan secara keseluruhan sudah dapat dirasakan sekarang.

KEBIJAKSANAAN DAN LANGKAH-LANGKAH

Dirancangnya beberapa tempat atau daerah pedesaan untuk menjadi suatu daerah tujuan wisata yang benar-benar menarik, indah dan mempuyai spesifikasi tersendiri sering diekspresikan pada dampak-dampak pariwisata yang berakibat di daerah pedesaan, sebenarnya perhatian harus juga
ditekankan pada perubahan-perubahan yang terjadi di daerah pedesaan yang dampaknya dapat dirasakan oleh pariwisata. Menghadapi kenyataan yang dikemukakan terdahulu tentu secara lebih awal perlu di rakit kebijaksanaan-kebijaksanaan dan langkah-langkah yang ditujukan kepada usaha
usaha untuk mengatasi timbulnya urbanisasi dengan segala akibat yang terbawa olehnya seperti yang telah diuraikan terdahulu.

Di Indonesia, kebijaksanaan dan langkah-langkah tersebut yang secara garis besarnya akan diuraikan dalam tulisan ini, terutama yang relevansinya erat dengan pembangunan pedesaan. Secara geografis permasalahan desa di Indonesia dapat diketahui sebagai berikut: – – –

Desa di pulau Jawa dan Bali pada umumnya berpenduduk padat, keadaan prasarana relatif lebih baik. Pertumbuhan penduduk yang terus menerus, sedangkan perluasan areal
pertanian tidak memungkinkan, telah menimbulkan gejala kemerosotan lingkungan hidup. Usaha peningkatan teknologi pertanian, serta menumbuhkan industri kecil dan rumah
tangga sangat diperlukan untuk menyerap tenaga kerja yang berlebihan di sektor pertanian.

Di desa-desa di luar Jawa dan Bali umumnya berpenduduk jarang, struktur pemerintahan desanya masih perlu ditingkatkan. Pola pemukiman terpencar-pencar dan keadaan prasarana belum memadai. Di daerah ini masih terdapat kelompok penduduk yang hidup dari bercocok tanam dengan perpindah-pindah sehingga dapat merusak lingkungan hidup. Usaha peningkatan prasarana bagi pengembangan desa sangat diperlukan.

Desa-desa di wilayah perkotaan telag berkembang tanpa terkendali sebagai akibat derasnya arus penduduk. Berbagai masalah telah timbul seperti pembangunan air kotor, perumahan di bawah standar dan lain-lain, yang memerlukan usaha perbaikan.

Selain masalah-masalah seperti tersebut di atas, masih ada masalah lain yang erat kaitannya dengan pembangunan desa, antara lain keadaan lingkungan desa yang meliputi perumahan,
penyediaan air, kesehatan lingkungan serta penerangan yang belum selayaknya. Adanya pemuda yang putus sekolah dan adanya kelompok yang menganggur disebabkan tidak memiliki keterampilan untuk mengolah potensi yang ada di desanya, kemudian meninggalkan desanya untuk mencari
nafkah di kota.

Sehubungan dengan masalah di atas kebijaksanaan pembangunan desa diarahkan untuk mencapai tujuan jangka panjang yaitu meletakkan dasar -dasar pembangunan nasional yang sehat dan kuat. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka pokok-pokok pembangunan desa adalah antara lain bahwa pembangunan desa dilaksanakan dalam imbangan yang serasi antara pemerintah dan masyarakat, sehingga pembangunan desa perlu menggerakan masyarakat desa untuk berpartisipasi
baik dalam perencanaan, pelaksanaan, pemanfaatan hasil serta penilaian hasil-hasilnya. Kemudian pembangunan desa dikaitkan dengan pembangunan kota-kota kecil dan sedang, yang dapat mempengaruhi daerah sekitarnya baik sebagai pengumpul hasil dan penyalur kebutuhan pokok masyarakat, sehingga dengan demikian pembangunan desa merupakan bagian integral dari pembangunan daerah.

Sejalan dengan pokok-pokok kebijaksanaan tersebut, maka langkah-langkah yang diambil antara lain adalah mengembangkan dan meningkatkan kegiatan usaha masyarakat secara terpadu di bidang pertanian, yang meliputi pertanian pangan, perkebunan, perikanan, peternakan, serta
bidang-bidang lainnya seperti industri kecil, kerajinan rakyat. Dalam rangka ini akan ditingkatkan peranan generasi muda dan peranan wanita di desa-desa.

PENUTUP

Sebagai bagian penutup, kita sampai pada suatu kesimpulan bahwa saat ini pembangunan desa semakin diperhatikan dengan menempuh tata cara yang lebih terpadu, antara lain dengan tujuan untuk menggairahkan masyarakat untuk membangun dengan kemampuan dan kekuatannya sendiri
melalui peningkatan prakarsa dan swadaya masyarakat desa.
Program pembangunan desa akan diarahkan untuk menumbuhkan gerakan masyarakat untuk membangun desanya yang selanjutnya dikaitkan pengumpul dan penyalur hasil-hasil pertanian dan kebutuhan pokok lainnya yang sekaligus dapat mengurangi tekanan urbanisasi ke kota-kota besar.

Bertitik tolak dari kebijaksanaan dan langkah-langkah pemerintah dalam masalah pembangunan desa tersebut, bagi perkembangan pariwisata di provinsi Jambi khususnya akan
membawa arti yang positif terutama dalam meningkatkan pertumbuhan wisatawan domestik, meningkatkan produk wisata aneka bidang minat (special interest), memperluas daerah tujuan wisata, dan sekaligus memantapkan citra Provinsi Jambi sebagai daerah tujuan wisata di tingkat
nasional maupun internasional.

Penulis:
• Alumnus Dept. Hospitality & Tourism University of Wisconsin, USA.
• Direktur Jenderal Pemasaran Pariwisata Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI Periode
2002-2009.
• Tenaga Ahli Gubernur Jambi.

Kata kunci: Beritapariwisata
Berita sebelumnya

Bupati Muba Toha Serahkan Santunan Jaminan Kematian kepada Ahli Waris Pekerja Rentan

Berita selanjutnya

Mimpi Jadi Nyata, 40 Pegawai TKK Kominfo Muba Lulus Berjamaah Jadi ASN PPPK dan 1 Lulus ASN

Berita Terkait

Al Haris Rombak Kabinet, 13 Pejabat Dilantik Kena Semprot Soal OPD Ego Sektoral: Kita Satu Tim!

Al Haris Rombak Kabinet, 13 Pejabat Dilantik Kena Semprot Soal OPD Ego Sektoral: Kita Satu Tim!

09/10/2026
Kualitas Udara Memburuk akibat Karhutla, Aktivis Jambi Desak Presiden Prabowo Copot Menteri Kehutanan

Kualitas Udara Memburuk akibat Karhutla, Aktivis Jambi Desak Presiden Prabowo Copot Menteri Kehutanan

09/10/2026
Al Haris Momen Hari Kesaktian Pancasila: Refleksi Anak Bangsa bahwa Pancasila Pernah Dirongrong

Al Haris Momen Hari Kesaktian Pancasila: Refleksi Anak Bangsa bahwa Pancasila Pernah Dirongrong

01/10/2026
Bupati Jember, Muhammad Fawait, diwawancarai media. (Foto: Dok/Diskominfo Jember)

R-APBD 2027, Pemkab dan DPRD Jember Dorong Sinergi Anggaran Pusat

29/09/2026
Dukung Pendidikan Generasi Muda, Maxim Indonesia Gelar Quiz English Brain Pertama di Jambi

Dukung Pendidikan Generasi Muda, Maxim Indonesia Gelar Quiz English Brain Pertama di Jambi

01/09/2026

Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Terjaga Mendukung Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan

04/08/2026

Gandeng Pelaku UMKM, JBC Festival 2026 Siap Digelar 5–12 September Mendatang

04/08/2026
Gubernur Jambi Al Haris

SKK Migas Obral PI 7 Persen, Gubernur Jambi Pasrah Sambut “Uang Cepat” September 2026

31/07/2026

Trafik Data Naik 26 Persen, Indosat Region Central Sumatra Dorong Pemanfaatan AI untuk UMKM

28/07/2026
Indosat Ooredoo Hutchison Catat Pertumbuhan Double Digit, Percepat Transformasi Berbasis AI

Indosat Ooredoo Hutchison Catat Pertumbuhan Double Digit, Percepat Transformasi Berbasis AI

28/07/2026
Berita selanjutnya

Mimpi Jadi Nyata, 40 Pegawai TKK Kominfo Muba Lulus Berjamaah Jadi ASN PPPK dan 1 Lulus ASN

Libur Panjang, HK Mencatat 97.529 Kendaraan Melintasi Jalan Tol Trans Sumatera 

Wakil Bupati Musi Banyuasin Kyai Rohman Membuka Acara Job Fit dan Evaluasi Kinerja Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama

Rocky Candra Anggota DPR RI dapil Jambi/ foto/ istimewa

Rocky Candra Apresiasi Pencapaian Beras Bulog 4 Juta Ton: Pak Prabowo Ingin Kita Mandiri Pangan, Optimis Petani Makin Sejahtera

Musda HIPMI Jambi Makin Dekat, Panitia Matangkan Persiapan Lewat Rapat Final

Panitia Rampungkan Persiapan, Musda HIPMI Jambi Segara Digelar 

TERHANGAT

Lirik Lagu Bintang - Anima Band/ (Foto: Cuplikan layar Youtube @AnimaBandOfficialAnima)

Lirik Lagu Bintang – Anima Band

04/02/2024

Ahli Waris Ketua RT Terima Santunan JKM BPJS Ketenagakerjaan

HKI Percepat Pembangunan Jalan Tol Betung-Jambi Seksi 1A, Progress Konstruksi Capai 69%

Penyaluran BLT DD Desa Sumber Makmur Tahun 2026 Tahap 3

Viral Video Syur Mirip Gisel, Tagar Cowonya Ikut Trending di Twitter

New Honda Vario 125 dengan Penyegaran Warna Baru telah Hadir di Jambi

Mobilitas Makin Praktis Tanpa Perlu Isi Bensin, Kenali Teknologi Honda CUV e:

Honda ST125 Dax Tampil Makin Ikonik dengan Warna Baru

New Honda BeAT, Always BeAT for You

Tempat Nongkrong Baru di Jambi, Jati Coffee Hadirkan Suasana Hangat untuk Semua Kalangan

Berita Media Online

Copyright @ 2020 Ampar.id - PT MEDIA AMPAR KJA Supported by Ara.

INFORMASI

  • Ampar
  • Disclaimer
  • Karir
  • Kode Etik
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Media Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Redaksi
  • Tentang Kami

MEDIA SOSIAL

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Ampar
  • Disclaimer
  • Karir
  • Kode Etik
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Media Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Copyright @ 2020 Ampar.id - PT MEDIA AMPAR KJA Supported by Ara.