AMPAR.ID, KOTA JAMBI – Pihak investor Jambi Bisnis Center (JBC) dalam hal ini PT Putra Kurnia Properti mengklarifikasi soal dampak banjir disekitar proyek JBC.
Menurut Mario, Direktur PT Putra Kurnia Properti, dampak banjir yang terjadi di permukiman warga disekitar proyek JBC bukanlah bersumber dari proyek JBC.
“Kami pastikan penyebab banjir bukan dari JBC sumbernya, itu aliran sungai jelas di maps melewati Mayang ke Jamtos dan air-air kiriman lainnya”, kata Mario, saat dijumpai media ini di kantor nya, Selasa (15/11) siang.
Mario berkata untuk wilayah di luar JBC bukan wewenangnya dan kewenangan pemerintah.
BACA JUGA: Pihak Investor JBC Bantah Banjir Bersumber dari Meraka, Kok Bisa
“Untuk kewenangan AMDAL yang di amanatkan kepada kami sudah kami laksanakan, Termasuk menyambungkan saluran drainase warga dari seberang JBC dan dari belakang JBC”, ungkapnya
Darinase yang dibuat oleh JBC bukan bantuan pemerintah, Kata Mario, Darinase dsri arah Kambang samping hotel marisa sudah di buat koneksinya lalu dari seberang simpang mayang.
“Dari simpang mayang lebar 6 meter dan tinggi 1,8 meter dan panjangnya 100 meter dan dari arah hotel Marisa 300 meter panjang,” katanya.
Tak hanya itu, Ungkap Bos JBC ini, pihaknya juga menyediakan kolam penampungan seluas 1 hektare kedalam 2 meter di lahan hijau, Box Calvon atau gorong-gorong kotak, ada bak kontrolnya juga di beberapa titik, manusia pun bisa masuk kedalam.
“Nanti akan disesuaikan dengan AMDAL luasnya 320 meter persegi, Kolam itu, nanti untuk menampung sampah agar tidak terbawa air ke area warga sana,” jelasnya.
Sebelumnya warga menyebut semenjak ada proyek JBC rumahnya kebanjiran ketika hujan deras, dan langsung di bantah keras pihak investor.
“Maksudnya sebelum menuduh di cek dulu, wewenang siapa disana, apakah JBC punya wewenang disana. Kalau tidak punya wewenang harus tanya dulu ke pihak berwenang jangan langsung di tuduhkan ke kita,” begitu katanya.
“Kalau untuk mall dan hotel ada STP dan WTP di olah dan tampung sendiri, kalau ruko cuma 200 unit,” terangnya.
Saat ini progres pembangunan JBC masih tahap dasar pondasi.
“Untuk JBC sendiri belum ada warga yang tinggal di JBC, belum ada produksi sampah. Jadi JBC sekrang hampir semua masih tanah sehingga air hujan masih bisa meresap ke area JBC sehingga jarang menyebabkan banjir”, kata Mario.

BACA JUGA: Komisi I DPRD Jambi Soroti Proyek JBC; Harus Ada Solusi Penanganan Banjir
Diberikan sebelumnya, Dewan DPRD Provinsi Jambi meminta pihak investor Jambi Bisnis Center (JBC) dalam hal ini PT Putra Kurnia Properti harus bertanggung jawab dan memberi solusi agar persoalan banjir disekitar proyek JBC Simpang Mayang, Kota Jambi tidak semakin terdampak, apalagi proyek pembangunan JBC berkelanjutan.
“Saat ini masih pembangunan Mall 5 lantai yang direncanakan selesai pada pertengahan tahun depan, selanjutnya pada lokasi 7,4 hektare tersebut akan dilanjutkan membangun 229 ruko, hotel, ballroom dan lainnya”, kata Anggota Komisi I DPRD Provinsi Jambi, Kemas Alfarabi, kepada amapr.id belum lama ini.
Alfarabi berpendapat, Jika dari sekarang tidak di antisipasi proyek JBC yang berinvestasi Rp 1,2 triliun akan menimbulkan banjir yang lebih luas
“Untuk itu, perlu solusi penanganan yang tepat mengatasi persoalan proyek JBC seperti perencanaan kapasitas saluran drainase dan box cluvert dengan analisis debit yang sesuai dengan kondisi”, tegas Politisi Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.
Logikanya menurut putra pendiri Fakultas kedokteran UNJA ini, pembangunan proyek mencapai puluhan ribu meter persegi tentunya lahan kosong yang sebelumnya menjadi resapan air secara alami akan menyebabkan permukaan tanah tertutup oleh beton dan aspal.
(Jd)











