AMPAR.ID,JAMBI- Hampir di setiap Provinsi yang ada di Indonesia, hari ini, Senin (11/4) massa mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa. Namun, lainnya hal nya dengan Presiden partai Mahasiswa Bersatu Universitas Jambi (UNJA) Muhammad Rama. Dirinya justru ogah untuk turun ke jalan. Dia beralasan, penundaan pemilu 2024, hanya sebatas wacana semata.
“Saya menyoroti dari tuntutan besar, yang memang saya rasa kurang tepat untuk didemokan. Masalah wacana penundaan pemilu atau penambahan masa jabatan, itukan masih menjadi buah bibir belum dibahas di legislatif atau jadi sebuah produk hukum,” kata Rama.
“Saya raso cukup sudah dengan semua jawaban presiden sebagai eksekutif yang tegas menolak dan sedang memproses agenda pilpres dan pilkada serentak 2024,” imbuhnya.
Sementara, terkait dengan tuntutan seperti BBM Jenis pertamax yang naik yang disebabkan CPO dunia naik, menurut Rama, alangkah lebih baiknya mahasiswa mengedepankan audiensi ketimbang aksi. Dengan alasan nalar intelektual mengawal dan memberi masukan Terkait kebijakan pemerintah baik secara teoritis ataupun praktis.
“Saya rasa poin penundaan pemilu atau penambahan masa jabatan, tidak perlu dibahas lagi. Karena sudah final di konstitusi kita 2 periode,” ujarnya.
Namun demikian, Rama menjelaskan yang mau aksi silahkan aksi, karena itu bagian dari Demokrasi asal jangan ikut-ikutan, tetapi jika ada anggota yang turun tetap di luar tanggung jawab partai.
(Meli)














