• Ampar
  • Disclaimer
  • Karir
  • Kode Etik
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Media Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Aktual dan Terkini
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • NEWS
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • POLITIK
  • EKBIS
    • OTO & TEKNO
  • HUKUM
    • KABAR TNI – POLRI
  • OPINI
  • TREND
    • SPORT
    • RELIGI
    • HIBURAN & WISATA
    • KESEHATAN
  • JAMBI
  • BENGKULU
    • KAUR
    • LEBONG
    • REJANG LEBONG
    • BENGKULU SELATAN
    • SELUMA
    • KEPAHIANG
    • MUKOMUKO
  • SUMSEL
    • MUSI BANYUASIN
  • JATIM
    • JEMBER
  • LAMPUNG
    • TULANG BAWANG
  • Lainnya..
    • PENDIDIKAN
  • NEWS
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • POLITIK
  • EKBIS
    • OTO & TEKNO
  • HUKUM
    • KABAR TNI – POLRI
  • OPINI
  • TREND
    • SPORT
    • RELIGI
    • HIBURAN & WISATA
    • KESEHATAN
  • JAMBI
  • BENGKULU
    • KAUR
    • LEBONG
    • REJANG LEBONG
    • BENGKULU SELATAN
    • SELUMA
    • KEPAHIANG
    • MUKOMUKO
  • SUMSEL
    • MUSI BANYUASIN
  • JATIM
    • JEMBER
  • LAMPUNG
    • TULANG BAWANG
  • Lainnya..
    • PENDIDIKAN
Berita Terbaru
  • NEWS
  • POLITIK
  • EKBIS
  • HUKUM
  • OPINI
  • TREND
  • JAMBI
  • BENGKULU
  • SUMSEL
  • JATIM
  • LAMPUNG
  • Lainnya..

Ratu, Edi Purwanto dan Kultur PDIP

02/11/2020
PostTweetSend
Dibaca 152

Oleh: Nurul Fahmy

AMPAR.ID, Jambi – Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri tampaknya memasuki masa pikun. Tingkah lakunya aneh dan sering lupa dengan apa yang sudah diperbuatnya, sejarah yang membentuknya dan massa yang memilihnya; wong cilik. KBBI menyebutkan, pikun salah satunya disebabkan faktor usia.

Belakangan ini pernyataan-pernyataannya selalu menimbulkan kegaduhan karena dinilai menyakiti hati banyak orang. Pekan kemarin, Megawati menanyakan sumbangsih milenial. Akhir pekan ini dia menyebutkan banyak ibu muda yang kekurangan gizi karena keseringan mengkonsumsi mie instant

Menurut Mega, demo anak muda, mahasiswa, milenial kini cenderung anarkis, rusuh. Gerakan moral yang diinisiasi kelompok, semisal KAMI, itu hanya berorientasi kekuasaan. Pernah dia bilang, kalau punya anak jangan disuruh berpolitik. Padahal pada akhirnya PDIP terang-terangan mengusung anak menantu Jokowi maju dalam pilkada Solo dan Medan.

Bukan hanya menyakitkan hati, pernyataan Megawati bahkan pernah dianggap menista agama Islam. Dan karenanya dia dilaporkan ke Bareskrim Polri. Pidatonya di acara HUT ke-44 PDIP pada 2017 dinilai menyinggung umat. Meski kemudian laporan itu tak jelas nasibnya sampai kini.

Usai berkata-kata apa saja, seperti biasanya, Megawati langsung menepuk dada, seraya berkata, : “saya dulu, kami dulu, ayah saya dulu, Bung Karno dulu,”. Pokoknya semua yang dia lakukan dulu, di masa silam, itulah hal ideal. Dia juga sesumbar bahwa meski dibully, survei PDIP tetap tinggi.

Bacajuga

Kunjungan Kerja Reses, Anggota DPR RI Edi Purwanto Pastikan Perbaikan Jalan Padang Lamo Tahun Ini

Edi Purwanto Dukung Swasta Bangun Jalan Khusus Batubara, Kementerian PUPR ‘Enggan’ Perbaiki Jalan

Terbaru, KPU Tetapkan Haris-Sani Gubernur dan Wagub Jambi Terpilih pada 9 Januari 2025

Rocky Candra Pertegas Kenaikan PPN 12 % itu Hasil Kinerja PDI-P Bukan Kebijakan Presiden Prabowo

Dia sepertinya lupa bagaimana massa banteng di masa lalu. Disaat-saat momen tertentu, massa banteng juga anarkis. Seperti menyerang kantor media. Dia seperti lupa bagaimana PDIP kerap demo mengkoreksi pemerintahan yang berkuasa dengan dalih keadilan dan kesejahteraan rakyat. Demo tersebut, bagi yang paham, tidak lebih sebagai upaya mendegradasi pemerintahan yang sah, dengan orientasi merebut kekuasaan juga.

Dan dalam kultur PDIP, para kader biasanya akan selalu melakukan pembelaan kepada Sang Ketua Umum termasuk anaknya, Puan Maharani. Meski mereka juga paham banyak pernyataan Megawati yang kadang ngawur.

Kultur membela itu sepertinya memang menjadi kewajiban para kader PDIP, selain diperintah Mega. Tampaknya bagi mereka, sesuatu yang keluar dari PDIP, entah pernyataan atau tindakan, harus dibela, diperjuangkan mati-matian.


Kultur demikian itulah agaknya yang membentuk Edi Purwanto. Ketua DPD PDIP Provinsi Jambi ini tampak sekali mewarisi kultur dan ideologi PDIP. Bahkan Edi bisa dibilang sebagai anak ideologis Megawati. Pidatonya berapi-api. Selalu mengatasnamakan rakyat, wong cilik dan piawai bersilat lidah.

Dalam sebuah pernyataannya baru-baru ini di media online, Edi kembali sesumbar bahwa manuver-manuver elit PDIP tidak akan berpengaruh apa-apa bagi partainya, termasuk terhadap elektabilitas Calon Wakil Gubernur Jambi Ratu Munawaroh yang diusung PDIP.

Dengan “angkuh” dia menyatakan, lebih banyak yang suka PDIP ketimbang yang tidak suka. Dia seperti menganggap kritik sebagai kebencian, dan upaya kampanye hitam bagi partainya. Dia menyatakan PDIP kenyang dengan hal-hal seperti itu. Kenyang dengan stigma partai yang antiislam dan komunisme.

Edi mengatakan, PDIP punya basis pemilih ideologis yang ril, kader dan simpatisan. Buktinya Pemilu 2019 lalu, PDIP menang di nasional dan di Provinsi Jambi. Dengan menyatakan itu Edi Purwanto seperti lupa bahwa pileg tidak sama dengan pilgub dan bahwa PDIP tidak pernah menang pilgub di Jambi.


Demikianlah, kultur seperti itu jelas sekali tidak cocok bagi calon wakil gubernur Jambi Ratu Munawarah yang diusung PDIP. Dia yang lahir dari keluarga santri yang taat, nahdiyin, memahami ilmu agama secara kaffah, santun, tampak sangat bertolak belakang dengan citra dan image PDIP hari ini.

Kultur politik PDIP sangat bertolak belakang dengan latar belakang Ratu Munawaroh. Dan ini jelas merugikan dia sebagai kontestan pemilu di Jambi. Selain kultur, manuver elit PDIP juga kian memojokkannya. Belum lagi stigma yang melekat pada partai ini.

Amat sangat disayang, Ratu yang memiliki kans besar untuk menang, harus terdegradasi oleh partai yang mengusungnya (PDIP). Partai yang terlanjur dicap dengan berbagai stigma negatif. Banyak orang yang menyukainya akhirnya mundur, memutuskan tidak memilih dia, hanya karena melihat partai yang mengusungnya. Terutama emak-emak dan milenial.

Banyak orang menilai, semua program yang diusulkannya dalam visi-misi, menjadi mentah dengan posisi struktural dia di PDIP yang hanya sebagai petugas partai biasa. Petugas partai, tahulah kita, seberapa besar bisa menentukan langkah politiknya sendiri. Apalagi, di Jambi, Ketua DPRD-nya dari PDIP juga. Yang berwenang mengontrol, mengkoreksi dan mengawasi program-programnya. Melenceng sedikit dari garis dan ideologi partai, tahulah resikonya.

Mungkin kedepan Ratu Munawaroh mesti lebih hati-hati kalau ingin kembali mencalonkan diri sebagai kepala daerah. Masih banyak waktu bagi dia. Masih ada kesempatan untuk kembali mengenali Jambi dan masyarakatnya. Termasuk kembali kepada kulturnya sendiri.

Jambi, seperti yang dia ketahui juga, memiliki pemilih dengan basis keagamaan yang kuat, seperti NU dan Muhammadiyah. Masyarakat Jambi sangat familiar dengan PKB, PKS, PPP, dan Partai Amanat Nasional (PAN) yang dulu pernah dia besarkan bersama almarhum suaminya, Zulkifli Nurdin.

(*/)

Kata kunci: Edi PurwantoNurul FahmyPDIPPilgub JambiPilkada provinsi Jambiratu Munawaroh
Berita sebelumnya

Jegal Omnibuslaw, Mahasiswa Jambi Aksi Damai Jilid V

Berita selanjutnya

Lagi, Markas Pertamina EP Asset 1 Jambi Didemo, Pertanyakan Hasil Investasi Penyebab Kebakaran Sumur Minyak

Berita Terkait

Kunjungan Kerja Reses, Anggota DPR RI Edi Purwanto Pastikan Perbaikan Jalan Padang Lamo Tahun Ini

27/04/2026
Ketua DPRD Provinsi Jambi, Edi Purwanto/ (Foto: Alan/ampar)

Edi Purwanto Dukung Swasta Bangun Jalan Khusus Batubara, Kementerian PUPR ‘Enggan’ Perbaiki Jalan

07/01/2026

Terbaru, KPU Tetapkan Haris-Sani Gubernur dan Wagub Jambi Terpilih pada 9 Januari 2025

07/01/2025
Anggota DPR RI Komisi XII Rocky Candra/ Foto/ Ampar

Rocky Candra Pertegas Kenaikan PPN 12 % itu Hasil Kinerja PDI-P Bukan Kebijakan Presiden Prabowo

22/12/2024
Gubernur Jambi Al Haris/ Foto: Melli/ Ampar

Pilkada Berjalan Aman dan Kondusif, Al Haris: Mari Kita Bangun Jambi dengan Kebersamaan

16/12/2024
Yulfi Alfikri Noer S.IP., M.AP,

Pilgub Jambi 2024: Kemenangan Fakta, Kegagalan Propaganda

09/12/2024

KPU Jambi Resmi Tetapkan Haris-Sani Peraih Suara Terbanyak Pilgub Jambi 2024

09/12/2024

Pleno KPU Kabupaten dan Kota Rampung: Haris-Sani Menang Tebal dengan Raihan 1.092.787 Suara

07/12/2024

Hasil Pleno KPU: Haris-Sani Menang Telak di Batanghari

04/12/2024

Kata Bakri: Kemenangan Haris-Sani Menyamai Kemenangan Prabowo-Gibran di Pilpres

03/12/2024
Berita selanjutnya

Lagi, Markas Pertamina EP Asset 1 Jambi Didemo, Pertanyakan Hasil Investasi Penyebab Kebakaran Sumur Minyak

Pjs Gubernur Harap Pilkada Lancar dan Aman Dari Ancaman Covid-19

Matangkan Penerapan 'Sirekap', KPU Jambi Juga Terapkan Suhu Tubuh Normal

Pandemi Covid-19, Peredaran Obat Ilegal Cenderung Meningkat

Musorprov Koni Jambi Digelar Desember Mendatang

TERHANGAT

Lirik Lagu Bintang - Anima Band/ (Foto: Cuplikan layar Youtube @AnimaBandOfficialAnima)

Lirik Lagu Bintang – Anima Band

04/02/2024

Ahli Waris Ketua RT Terima Santunan JKM BPJS Ketenagakerjaan

HKI Percepat Pembangunan Jalan Tol Betung-Jambi Seksi 1A, Progress Konstruksi Capai 69%

Penyaluran BLT DD Desa Sumber Makmur Tahun 2026 Tahap 3

Langkah Nyata Pertamina EP Terhadap Penyelesaian Isu Tanah di Kota Jambi

Viral Video Syur Mirip Gisel, Tagar Cowonya Ikut Trending di Twitter

New Honda Vario 125 dengan Penyegaran Warna Baru telah Hadir di Jambi

Mobilitas Makin Praktis Tanpa Perlu Isi Bensin, Kenali Teknologi Honda CUV e:

Honda ST125 Dax Tampil Makin Ikonik dengan Warna Baru

New Honda BeAT, Always BeAT for You

Berita Media Online

Copyright @ 2020 Ampar.id - PT MEDIA AMPAR KJA Supported by Ara.

INFORMASI

  • Ampar
  • Disclaimer
  • Karir
  • Kode Etik
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Media Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Redaksi
  • Tentang Kami

MEDIA SOSIAL

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Ampar
  • Disclaimer
  • Karir
  • Kode Etik
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Media Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Copyright @ 2020 Ampar.id - PT MEDIA AMPAR KJA Supported by Ara.