• Ampar
  • Disclaimer
  • Karir
  • Kode Etik
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Media Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Aktual dan Terkini
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • NEWS
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • POLITIK
  • EKBIS
    • OTO & TEKNO
  • HUKUM
    • KABAR TNI – POLRI
  • OPINI
  • TREND
    • SPORT
    • RELIGI
    • HIBURAN & WISATA
    • KESEHATAN
  • JAMBI
  • BENGKULU
    • KAUR
    • LEBONG
    • REJANG LEBONG
    • BENGKULU SELATAN
    • SELUMA
    • KEPAHIANG
    • MUKOMUKO
  • SUMSEL
    • MUSI BANYUASIN
  • JATIM
    • JEMBER
  • LAMPUNG
    • TULANG BAWANG
  • Lainnya..
    • PENDIDIKAN
  • NEWS
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • POLITIK
  • EKBIS
    • OTO & TEKNO
  • HUKUM
    • KABAR TNI – POLRI
  • OPINI
  • TREND
    • SPORT
    • RELIGI
    • HIBURAN & WISATA
    • KESEHATAN
  • JAMBI
  • BENGKULU
    • KAUR
    • LEBONG
    • REJANG LEBONG
    • BENGKULU SELATAN
    • SELUMA
    • KEPAHIANG
    • MUKOMUKO
  • SUMSEL
    • MUSI BANYUASIN
  • JATIM
    • JEMBER
  • LAMPUNG
    • TULANG BAWANG
  • Lainnya..
    • PENDIDIKAN
Berita Terbaru
  • NEWS
  • POLITIK
  • EKBIS
  • HUKUM
  • OPINI
  • TREND
  • JAMBI
  • BENGKULU
  • SUMSEL
  • JATIM
  • LAMPUNG
  • Lainnya..

Waduh, Warga Ramai-ramai Bercerai karena Alasan Ini

01/08/2022
Ilustrasi perceraian/ ist.net

Ilustrasi perceraian/ ist.net

PostTweetSend
Dibaca 160

AMPAR.ID – Warga Korea Utara (Korut) dilaporkan beramai-ramai bercerai di tengah tekanan ekonomi yang semakin membebani. Namun karena pemerintah Korut menganggap perceraian sebagai ‘anti-sosialis’ maka banyak pasangan yang terpaksa menunggu bertahun-tahun demi perceraian mereka diresmikan negara.

Seperti dilansir Radio Free Asia (RFA), Senin (1/8/2022), sejumlah sumber menuturkan bahwa jumlah pasangan suami-istri di Korut yang mengajukan perceraian mengalami peningkatan beberapa waktu terakhir.

“Beberapa waktu terakhir, perselisihan keluarga semakin memburuk karena alasan ekonomi dan jumlah keluarga yang ingin bercerai meningkat, tapi otoritas setempat memerintahkan pengadilan untuk tidak dengan mudah menyetujui perceraian,” tutur seorang warga distrik Kyongsong di Provinsi Hamgyong Utara, yang tidak bisa disebut namanya karena alasan keamanan, kepada RFA.

BACA JUGA: HUT RI ke-77, Al Haris Gelorakan Aksi 1 Juta Bendera Merah Putih

“Ketika saya sesekali melintas di depan gedung pengadilan, saya selalu melihat belasan pria dan wanita muda berkumpul di depan gerbang utama. Ini kebanyakan pasangan yang ingin menemui hakim atau pengacara untuk mengajukan gugatan cerai,” imbuhnya.

Menurut sumber warga lokal itu, pengadilan biasanya tidak mengabulkan perceraian, kecuali ada ‘alasan yang tidak bisa dihindari’. Orang-orang yang sudah tidak hidup serumah dengan pasangan mereka bertahun-tahun lalu, diketahui masih menunggu perceraian mereka diresmikan negara.

“Perceraian secara tradisional diakui sebagai tindakan anti-sosialis yang memicu kerusuhan sosial. Di sini, di Korea Utara, mereka bersikeras menjalani ‘gaya hidup sosialis’ yang mencakup ‘revolusi rumah tangga’,” ucap warga lokal itu.

Bacajuga

SKK Migas – KKKS Wilayah Jambi Gelar Kuliah Umum Hulu Migas, Gita Wirjawan Ajak Mahasiswa Perkuat Kepemimpinan dan Kolaborasi Hadapi Tantangan Global

Polda Jambi Petakan Jam Rawan Curanmor, Kawasan Permukiman hingga Perkebunan Jadi Sasaran

KRYD Polda Jambi Ungkap 41 Kasus Curanmor, 11 Tersangka Ditangkap dan 41 Kendaraan Disita

Melayani Sepenuh Hati, Hutama Karya Ajak Pengguna Jalan Jaga Kebersihan Rest Area demi Kenyamanan Bersama

BACA JUGA: DPR RI Minta Komnas HAM Bekerja Sesuai Ketentuan Tangani Kasus Wafat Brigadir J

“Pekan lalu, saya mempelajari sesuatu yang mengejutkan dari seorang kenalan saya. Suaminya seorang pejabat berpengaruh di salah satu pengadilan. Dia mengatakan jumlah kasus perceraian yang bisa ditangani setiap pengadilan kota dan distrik setiap tahunnya dibatasi berdasarkan ukuran populasi,” ungkapnya.

Distrik Kyongsong, sebagai contohnya, yang memiliki penduduk 106.000 jiwa, sebut warga lokal itu, hanya bisa mengabulkan 40 perceraian tahun ini.

“Jika pengadilan melebihi kuota sidang perceraian, pengadilan akan ditanyai oleh pemerintah. Saya tahu pengadilan enggan menyetujui perceraian, tapi mengejutkan untuk mendengar bahwa pemerintah bahkan menetapkan jumlah sidang perceraian,” ujarnya.

BACA JUGA: Viral! Andre Taulany dan Nunung Bahas soal Sule, Ini Klarifikasinya

Uang Suap Mempercepat Peresmian Perceraian di Korut

Pandemi virus Corona (COVID-19) telah menghancurkan perekonomian Korut, sebagian karena memicu penutupan perbatasan dan penangguhan seluruh perdagangan dengan China. Sebagian besar perdagangan Korut bergantung pada impor China, dan usai perbatasan ditutup, warga berjuang mencari nafkah baru.

Situasi itu semakin menambah tekanan yang memicu peningkatan perselisihan dalam keluarga, khususnya kehidupan rumah tangga pasangan suami-istri.

“Dalam beberapa tahun terakhir, pertengkaran keluarga semakin meningkat karena kesulitan hidup, jadi jumlah keluarga yang mengajukan perceraian juga meningkat. Dulu ada kecenderungan malu untuk bercerai, tapi sekarang tidak lagi,” sebut seorang warga distrik Unhung, Provinsi Ryanggang, kepada RFA.

“Orang-orang yang ingin bercerai, berusaha untuk mendapatkannya sesegera mungkin, tapi itu tidak mudah. Jumlah suap yang dibayarkan ke hakim pengadilan atau pengacara menentukan apakah perceraian bisa dikabulkan dan berapa lama waktu yang dibutuhkan,” tutur warga lokal yang tidak bisa disebut namanya karena alasan keamanan.

Suap menjadi fakta kehidupan di Korut. Orang-orang yang tidak bisa membayar suap terpaksa menunggu lebih lama bagi perceraian mereka diresmikan negara.

“Mengingat ada banyak pemohon perceraian, tidak mungkin untuk melewati tahap pertama pengajuan dokumen tanpa membayar suap ke pengadilan. Kenyataannya adalah jika Anda tidak membayar suap, Anda tidak akan bercerai setelah menunggu tiga hingga lima tahun,” sebut warga lokal itu.

Situasi berbeda jika ada uang suap yang dibayarkan, di mana proses perceraian akan berlangsung sangat cepat.

“Teman saya, yang bercerai tahun ini, memberikan pengacara 500 Yuan (Rp 1,1 juta) untuk mengajukan dokumennya, dan kemudian menyuap hakim yang bertanggung atas persidangan dengan 1.500 Yuan (Rp 3,3 juta). Proses persidangan disederhanakan, dan persidangan berlangsung dalam sekejap. Dia bercerai dalam dua pekan,” ucap sumber lainnya di Korut yang dikutip RFA.

“Kenyataan di Korea Utara adalah Anda tidak bisa bercerai tanpa uang. Perceraian begitu sulit, itu telah menjadi hal biasa untuk orang-orang muda untuk tidak mendaftarkan pernikahan mereka bahkan setelah mereka menikah,” imbuhnya.

Pasangan yang tidak mendaftarkan pernikahannya tidak perlu melewati proses perceraian yang memakan waktu lama. Mereka bisa langsung berpisah tanpa adanya peresmian dari negara.

“Mereka mendaftarkan pernikahan mereka hanya setelah mereka memiliki anak atau setelah mereka tinggal bersama selama beberapa tahun,” sebut sumber itu.

Sumber: detik.com

Berita sebelumnya

Kapolda Jambi Jamu APJII

Berita selanjutnya

Kisah Pejuang, Perang Kemerdekaan di Muara Tebo – Batanghari Area

Berita Terkait

SKK Migas – KKKS Wilayah Jambi Gelar Kuliah Umum Hulu Migas, Gita Wirjawan Ajak Mahasiswa Perkuat Kepemimpinan dan Kolaborasi Hadapi Tantangan Global

01/11/2026

Polda Jambi Petakan Jam Rawan Curanmor, Kawasan Permukiman hingga Perkebunan Jadi Sasaran

31/10/2026

KRYD Polda Jambi Ungkap 41 Kasus Curanmor, 11 Tersangka Ditangkap dan 41 Kendaraan Disita

31/10/2026

Melayani Sepenuh Hati, Hutama Karya Ajak Pengguna Jalan Jaga Kebersihan Rest Area demi Kenyamanan Bersama

31/10/2026

Bea Cukai, BNN, dan Polri Ungkap Clandestine Laboratory Sabu di Pidie, Aceh

31/10/2026
Pertamina EP Jambi Latih 20 Warga Muaro Jambi Jadi Welder Kompeten

Pertamina EP Jambi Latih 20 Warga Muaro Jambi Jadi Welder Kompeten

30/10/2026
Tim SAR Gabungan Dikerahkan Cari Warga Lansia yang Terseret Arus Sungai Batang Asai

Tim SAR Gabungan Dikerahkan Cari Warga Lansia yang Terseret Arus Sungai Batang Asai

30/10/2026

Delapan Terduga Pelaku Penyerangan Mapolres Merangin Diamankan

30/10/2026

Hutama Karya Bersama Kementerian Pekerjaan Umum Perkuat Komitmen Pemenuhan Mutu Konstruksi Jalan Tol

30/10/2026

OJK Serahkan Tambahan Informasi Aliran Dana dan Identifikasi Aset PT Dana Syariah Indonesia Kepada Bareskrim Polri

30/10/2026
Berita selanjutnya
pejuang bungo-tebo/ doc.ist

Kisah Pejuang, Perang Kemerdekaan di Muara Tebo - Batanghari Area

Pemkab Tabjabbar Gelar Coffe Morning/ doc.ist

Gelar Coffe Morning, Anwar Sadat: Mempererat Tali Silaturahim Antar OPD dan Pemerintah Daerah

Ramalan Zodiak yang Susah Mengatur Keuangan/ ist.net

Sering Bokek Sebelum Waktu Gajian, 4 Zodiak ini yang Susah Atur Keuangan

Wabup Robby./ doc.ist

Wabup Robby Hadiri Pembukaan Piala Asprov PSSI Putaran Askab Tanjab Timur

Wawako Solok Kunjungi Rehabilitasi Napza Sarolangun, Pj Bupati: Memiliki Daya Tarik dan Jadi Refrensi

TERHANGAT

Lirik Lagu Bintang - Anima Band/ (Foto: Cuplikan layar Youtube @AnimaBandOfficialAnima)

Lirik Lagu Bintang – Anima Band

04/02/2024

Langkah Nyata Pertamina EP Terhadap Penyelesaian Isu Tanah di Kota Jambi

New Honda BeAT, Always BeAT for You

New Honda Vario 125 dengan Penyegaran Warna Baru telah Hadir di Jambi

Susunan Bacaan Ziarah Kubur Lengkap Arab, Latin dan Terjemahan, Cocok untuk Nyekar di Hari Jumat

Bacaan Sholat Jenazah Latin Lengkap Beserta Tata Caranya

Skandal Anggaran DPRD Merangin Rp19,55 Miliar, Kejati Jambi Tetapkan 6 Tersangka

New Honda Stylo 160 Semakin Fashionable dengan Pilihan Warna Baru

Kapolda Jambi Kunjungi Korem 042/Gapu, Perkuat Sinergitas TNI-Polri

Polda Jambi Petakan Jam Rawan Curanmor, Kawasan Permukiman hingga Perkebunan Jadi Sasaran

Berita Media Online

Copyright @ 2020 Ampar.id - PT MEDIA AMPAR KJA Supported by Ara.

INFORMASI

  • Ampar
  • Disclaimer
  • Karir
  • Kode Etik
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Media Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Redaksi
  • Tentang Kami

MEDIA SOSIAL

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Ampar
  • Disclaimer
  • Karir
  • Kode Etik
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Media Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Copyright @ 2020 Ampar.id - PT MEDIA AMPAR KJA Supported by Ara.