AMPAR.ID, JAMBI – Rapat koordinasi (rakor) penanganan penyakit demam berdarah dengue (DBD) dan gagal ginjal akut di Aula Griya Mayang Rumah Dinas Walikota Jambi, Rabu (26/10).
“Menjadi perhatian semua lini mengenai masalah DBD yang menyebabkan lima anak meninggal, kita bergerak bersama-sama termasuk untuk pemberantasan sarang nyamuk (PSN)”, kata Wakil Walikota Jambi Maulana.
Sambungnya, didalam rakor juga membahas tentang mengantisipasi kejadian gagal ginjal akut pada anak yang sudah dilaporkan menyebabkan dua orang anak meninggal dunia.
“Orang yang tetap menjual sesuatu atau obatan yang diketahui bahaya nantinya diberikan sanksi pidana. Oleh karena itu, sekarang dilakukan pembinaan selama satu minggu untuk sosialisasi,” ujar Maulana.
Berdasarkan data DBD dari tanggal satu januari sampai 18 oktober lebih banyak dialami anak, terdapat sembilan orang kasus dan jumlah yang meninggal dunia ada lima anak. Data tersebut lebih tinggi dibandingkan tahun 2021.
(01/Red)











