• Ampar
  • Disclaimer
  • Karir
  • Kode Etik
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Media Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Aktual dan Terkini
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • NEWS
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • POLITIK
  • EKBIS
    • OTO & TEKNO
  • HUKUM
    • KABAR TNI – POLRI
  • OPINI
  • TREND
    • SPORT
    • RELIGI
    • HIBURAN & WISATA
    • KESEHATAN
  • JAMBI
  • BENGKULU
    • KAUR
    • LEBONG
    • REJANG LEBONG
    • BENGKULU SELATAN
    • SELUMA
    • KEPAHIANG
    • MUKOMUKO
  • SUMSEL
    • MUSI BANYUASIN
  • JATIM
    • JEMBER
  • LAMPUNG
    • TULANG BAWANG
  • Lainnya..
    • PENDIDIKAN
  • NEWS
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • POLITIK
  • EKBIS
    • OTO & TEKNO
  • HUKUM
    • KABAR TNI – POLRI
  • OPINI
  • TREND
    • SPORT
    • RELIGI
    • HIBURAN & WISATA
    • KESEHATAN
  • JAMBI
  • BENGKULU
    • KAUR
    • LEBONG
    • REJANG LEBONG
    • BENGKULU SELATAN
    • SELUMA
    • KEPAHIANG
    • MUKOMUKO
  • SUMSEL
    • MUSI BANYUASIN
  • JATIM
    • JEMBER
  • LAMPUNG
    • TULANG BAWANG
  • Lainnya..
    • PENDIDIKAN
Berita Terbaru
  • NEWS
  • POLITIK
  • EKBIS
  • HUKUM
  • OPINI
  • TREND
  • JAMBI
  • BENGKULU
  • SUMSEL
  • JATIM
  • LAMPUNG
  • Lainnya..

Feodalisme Gaya Baru Kandidat Nomor Dua

24/09/2020
PostTweetSend
Dibaca 145

Oleh: Nurul Fahmy

Berbeda dengan dua kandidat lainnya, pasangan Fachrori Umar dan Syafril Nursal selalu memilih outfit yang tidak biasa dalam penampilannya di hadapan publik pada momen pilkada ini. Fachrori berbusana raja, Syafril Nursal menggunakan baju panglima.

Ini adalah politik simbol. Busana mereka bukan busana adat. Tapi busana raja. Adat adalah kebiasaan yang tumbuh sewajarnya dalam masyarakat. Dengan kostum tersebut mereka menyimbolkan diri sebagai raja atau penguasa. Dengan demikian mereka menunjuk rakyat Jambi sebagai jelatanya.

Menempatkan diri sebagai raja dan panglima dalam proses demokrasi pemilihan kepala daerah (pilgub) seperti hari ini adalah cerminan watak feodalisme. Kepemimpinan politik di birokrasi pemerintahan itu harusnya bersih dari anasir-anasir feodal.

Dalam cara pandang feodal, relasi antara raja dan rakyatnya adalah relasi kuasa. Keputusan tertinggi ada pada raja. Rakyat hanya dijadikan objek kekuasaan. Semua harus tunduk dan patuh. Feodalisme adalah sistem terburuk yang pernah ada. Feodalisme menyuburkan KKN.

Istilah ini mengadopsi praktik-praktik kuasa tuan tanah dengan para budaknya di Eropa sana sebelum Abad Pertengahan. Dalam praktiknya, feodalisme ini sudah tumbuh subur jauh sebelum itu. Masyarakat feodal adalah masyarakat yang sakit.

Bacajuga

BPDP, Dirjenbun dan DGL Learning Institute latih 187 petani Batanghari tingkatkan produktivitas sawit

Sikapi Keluhan Warga, Anggota DPR RI Rocky Candra Tinjau Infrastruktur Listrik dan Kabel Semrawut di Alam Barajo

OJK Luncurkan Optimalisasi SLIK Perkuat Akses Pembiayaan UMKM dan Program 3 Juta Rumah 

Program IJD 2025, AL Haris: Provinsi Jambi Dapat Jatah Perbaikan Jalan 50 Kilometer

Di Indonesia, feodalisme secara tidak langsung sudah dihapus sejak negara ini memilih demokrasi sebagai sistem bernegaranya. Menggunakan simbolisasi raja-raja–padahal mereka bukan raja, bukan ninggrat– adalah gejala feodalisme gaya baru.

Pilihan busana raja raja itu juga menujukkan gejala “post power syndrom”. Fachrori Umar bukan lagi Gubernur Jambi. Dia bukan penguasa lagi. Dia sudah cuti. Begitu pula Syafril Nursal. Jenderal polisi ini bukan lagi komandan yang biasa pegang tongkat panglima. Dia seharusnya sudah tidak aktif lagi. Di depan nama pangkatnya, harus melekat istilah purnawirawan.

Sama seperti kandidat lainnya, mereka saat ini hanya sipil biasa yang siap menghamba kepada rakyat. Apabila dipilih. Bukan raja yang memerintah agar dipilih. Tak ada raja yang dipilih rakyat. Raja itu ditunjuk oleh kerabat istana sesuai garis keturunannya.

Menggunakan simbol raja-raja dalam proses demokrasi ini adalah antitesis dari demokrasi itu sendiri. Feodalisme dan demokrasi adalah dua hal yang berbeda dan bertentangan.

Seseorang mengatakan, pilihan busana pasangan itu adalah bentuk penghargaan kepada adat istiadat. Itu kebanggaan mereka sebagai masyarakat Melayu Jambi, kata seseorang.

Syafril Nursal dipersiapkan untuk memimpin misi penyelamatan Jambi dari ancaman-ancaman persoalan-persoalan fundamental yang menghalangi jalannya pemerintahan di Provinsi Jambi.

Benarkah? Penyelamatan? Penghargaan? Persoalan fundamental? Argumen apa ini?

Bangga kepada adat itu tidak mesti ditunjukkan dengan menggunakan busana adat. Apalagi busana raja raja. Sekali lagi itu politik simbol. Itu wujud watak feoadalistik.

Kebepihakan pada adat, apalagi sebagai kandidat kepala daerah, harusnya diwujudkan pada kebijakan, program yang tertuang dalam visi misi calon. Sekarang, mana visi misi Fachrori Umar dan Syafril Nursal yang menujukkan kebepihakan pada adat istiadat Jambi. Itu yang harus dipertanyakan. Khusus kepada Fachrori sebagai petahana maupun sebagai cakada.(*/)

Penulis adalah jurnalis

Kata kunci: berita JambiPilgub Jambipilkada serentak 2020
Berita sebelumnya

FU – Syafril Ungkap Konsep Besar Pembangunan Jambi Berkah

Berita selanjutnya

Bakri Sebut Konsep Jambi MANTAP Utamanya Pemerataan Pembangunan

Berita Terkait

BPDP, Dirjenbun dan DGL Learning Institute latih 187 petani Batanghari tingkatkan produktivitas sawit

02/09/2026
Anggota DPR RI Rocky Candra saat meninjau persoalan kelistrikan di Kec Alam Barajo Kota Jambi, Selasa 28 Juli 2026 (Foto: Juanda/Ampar)

Sikapi Keluhan Warga, Anggota DPR RI Rocky Candra Tinjau Infrastruktur Listrik dan Kabel Semrawut di Alam Barajo

28/07/2026
OJK Luncurkan Optimalisasi SLIK Perkuat Akses Pembiayaan UMKM dan Program 3 Juta Rumah 

OJK Luncurkan Optimalisasi SLIK Perkuat Akses Pembiayaan UMKM dan Program 3 Juta Rumah 

06/07/2026

Program IJD 2025, AL Haris: Provinsi Jambi Dapat Jatah Perbaikan Jalan 50 Kilometer

23/06/2026

Gubernur Al Haris Apresiasi Job Fair dan Bazaar UMKM Polda Jambi

22/06/2026

Dari Skutik Hingga Sport, Yamaha Sapu Bersih 7 Penghargaan di Event Otomotif Award 2026

08/06/2026
Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Terjaga Ditengah Meningkatnya Tekanan Terhadap Kinerja Perekonomian Global.

Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Terjaga Ditengah Meningkatnya Tekanan Terhadap Kinerja Perekonomian Global

05/06/2026

Sebelum Dibawa ke RS Jiwa, Pemuda di Jambi Ini Habisi Ibunya dengan Mesin Pompa

29/05/2026
Polda Jambi Tahan Mantan Kadisdik sebagai Tersangka Dugaan Korupsi DAK

Pakai Rompi Oranye, Polda Jambi Resmi Tahan Mantan Kadisdik Jambi Adi Varial Dugaan Korupsi DAK SMK

04/05/2026
Perkuat Kepercayaan Publik, OJK Terapkan QR Code Surat tanda Terdaftar Pialang Asuransi dan Reasuransi Indoensia 

Perkuat Kepercayaan Publik, OJK Terapkan QR Code Surat tanda Terdaftar Pialang Asuransi dan Reasuransi Indoensia 

04/05/2026
Berita selanjutnya

Bakri Sebut Konsep Jambi MANTAP Utamanya Pemerataan Pembangunan

Polisi Ringkus Pelaku Pembunuhan di Merangin 

Jurnalis Perempuan Jambi Support Wartawan Terpapar Covid-19

Acai Bos Karoke Hawai Segera Jalani Persidangan Kasus Narkotika

Kostum FU-Syafril Bukan Pakain Raja Jambi, Begini Kata Pemerhati Sejarah 

TERHANGAT

Lirik Lagu Bintang - Anima Band/ (Foto: Cuplikan layar Youtube @AnimaBandOfficialAnima)

Lirik Lagu Bintang – Anima Band

04/02/2024

Ahli Waris Ketua RT Terima Santunan JKM BPJS Ketenagakerjaan

8.190 PPPK Jember Diperpanjang, Gus Fawait Siapkan Alih Status

HKI Percepat Pembangunan Jalan Tol Betung-Jambi Seksi 1A, Progress Konstruksi Capai 69%

KPM Terima BLT DD, Bukti Nyata Kepedulian Pemdes Bandar Jaya

Penyaluran BLT DD Desa Sumber Makmur Tahun 2026 Tahap 3

Viral Video Syur Mirip Gisel, Tagar Cowonya Ikut Trending di Twitter

New Honda Vario 125 dengan Penyegaran Warna Baru telah Hadir di Jambi

Mobilitas Makin Praktis Tanpa Perlu Isi Bensin, Kenali Teknologi Honda CUV e:

Honda ST125 Dax Tampil Makin Ikonik dengan Warna Baru

Berita Media Online

Copyright @ 2020 Ampar.id - PT MEDIA AMPAR KJA Supported by Ara.

INFORMASI

  • Ampar
  • Disclaimer
  • Karir
  • Kode Etik
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Media Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Redaksi
  • Tentang Kami

MEDIA SOSIAL

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Ampar
  • Disclaimer
  • Karir
  • Kode Etik
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Media Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Copyright @ 2020 Ampar.id - PT MEDIA AMPAR KJA Supported by Ara.