AMPAR.ID, MUARA BULIAN – Pemerintah Kabupaten Batang Hari meluncurkan sebuah gerakan sosial inovatif bertajuk “ASN Batang Hari Peduli” melalui Program Sertakan (Sejahterakan Pekerja Sekitar Anda). Kegiatan yang berkolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Batang Hari, Mula P. Rambe, di Ruang Pola Besar Kantor Bupati, Kamis (19/2/2026).
Program ini merupakan langkah nyata Pemkab Batang Hari dalam memperluas cakupan perlindungan jaminan sosial bagi para pekerja sektor informal atau pekerja rentan yang selama ini belum tersentuh jaminan kesehatan dan keselamatan kerja.
Dalam sambutannya, Sekda Mula P. Rambe menegaskan bahwa Program Sertakan adalah bentuk kepedulian nyata dari para Aparatur Sipil Negara (ASN) terhadap lingkungan sekitar mereka. ASN diajak untuk tidak hanya bekerja secara profesional, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi.
“Program Sertakan ini bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan sebuah gerakan moral. Kami mendorong seluruh ASN di lingkungan Pemkab Batang Hari untuk menyisihkan sebagian rezekinya guna memberikan perlindungan jaminan sosial kepada pekerja di sekitar mereka,” ujar Mula P. Rambe.
Target utama dari gerakan ini adalah para pekerja mandiri seperti asisten rumah tangga (ART), sopir pribadi, tukang kebun, hingga pedagang langganan. Dengan didaftarkannya mereka ke dalam BPJS Ketenagakerjaan oleh para ASN, para pekerja tersebut kini memiliki perlindungan terhadap risiko kecelakaan kerja dan jaminan kematian.
“Tujuannya jelas, kita ingin memberikan rasa aman bagi mereka yang bekerja di sektor informal. Risiko kerja bisa terjadi kapan saja, dan melalui program ini, mereka memiliki sandaran jaminan sosial yang pasti,” tambahnya.
Kegiatan ini dihadiri oleh para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Batang Hari, serta perwakilan ASN dari berbagai instansi. Sinergi antara pemerintah daerah dan BPJS Ketenagakerjaan diharapkan dapat menjadi model perlindungan sosial yang berkelanjutan di Provinsi Jambi.
Melalui gerakan “ASN Batang Hari Peduli” ini, diharapkan angka kemiskinan ekstrem dapat ditekan, karena keluarga pekerja rentan mendapatkan perlindungan finansial jika terjadi musibah pada tulang punggung keluarga mereka. (adv)
















