AMPAR.ID, KOTA JAMBI – Aula Griya Mayang menjadi saksi bisu pengukuhan 43 aparatur muda terbaik Kota Jambi. Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., resmi menyerahkan SK Pengangkatan sekaligus memimpin pengambilan sumpah janji Pegawai Negeri Sipil (PNS) Formasi Tahun 2024 pada Rabu (1/4/2026).
Didampingi Wakil Wali Kota Jambi, Dizha Hazra Aljosha, Wali Kota menegaskan bahwa 43 orang ini adalah individu tangguh yang berhasil menyisihkan ribuan kompetitor melalui proses seleksi murni tanpa intervensi.
Dalam arahannya, Wali Kota Maulana menjanjikan iklim kerja yang kompetitif dan sehat. Ia memastikan bahwa birokrasi Kota Jambi kini mengedepankan Sistem Merit, di mana prestasi kerja menjadi satu-satunya indikator kenaikan jenjang karir.
“Saudara adalah orang-orang terpilih. Jangan sia-siakan amanah ini. Saya pastikan, bagi siapa pun yang memiliki kemampuan menonjol dan kinerja baik, penghargaan dan jenjang karir yang jelas menanti Anda. Saya ingin Anda menjadi motor penggerak kemajuan kota ini,” tegas Maulana.
Formasi kali ini didominasi oleh 10 personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), disusul tenaga medis strategis seperti dokter gigi yang akan memperkuat layanan di Puskesmas dan RSUD milik pemerintah kota.
Di balik euforia pelantikan, nada bicara pimpinan Kota Jambi ini berubah menjadi sangat tegas saat membahas integritas. Wakil Wali Kota Jambi, Dizha Hazra Aljosha, secara blak-blakan mengungkapkan bahwa pihaknya tidak akan memberikan ruang bagi oknum aparatur yang “bermain-main” dengan aturan.
Dizha mengungkapkan, berdasarkan hasil evaluasi Inspektorat, saat ini terdapat beberapa oknum ASN (PNS maupun PPPK) yang tengah diproses untuk dijatuhi sanksi berat hingga pemecatan karena terbukti melanggar kode etik.
“Keputusan tidak diambil sepihak, kami objektif dengan bukti otentik. Namun, jika bukti kuat dan kesalahan diakui, sanksi tegas adalah harga mati. Ini peringatan bagi seluruh pegawai: bekerja sesuai aturan atau bersiap menerima konsekuensi,” ungkap Dizha dengan nada peringatan.
Pelantikan ini menjadi langkah krusial bagi Pemkot Jambi untuk menambal kekurangan personel akibat banyaknya ASN yang memasuki masa pensiun. Dengan masuknya darah segar di jajaran birokrasi, Wali Kota Maulana berharap pelayanan publik semakin profesional, transparan, dan bersih, sejalan dengan visi besar mewujudkan “Kota Jambi Bahagia”. (Adv)
















