AMPAR.ID, JAKARTA – Memasuki hari ke-14 operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia mencatat sebanyak 81.992 jemaah telah diberangkatkan ke Tanah Suci. Dari total tersebut, 20.689 jemaah di antaranya sudah bergeser dari Madinah dan tiba di Makkah untuk melaksanakan umrah wajib.
Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, menyatakan bahwa seluruh proses pergerakan jemaah dari 211 kelompok terbang (kloter) tersebut sejauh ini berjalan lancar dan terkendali.
“Kami memastikan setiap jemaah mendapatkan pendampingan petugas di seluruh titik layanan, baik di embarkasi, Madinah, maupun dalam perjalanan menuju Makkah,” ujar Maria dalam keterangan resminya, Senin (4/5/2026).
Sebagai bagian dari komitmen layanan ramah lansia dan disabilitas, Kemenhaj tahun ini memperkuat tata kelola jasa dorong kursi roda. Maria menegaskan bahwa seluruh layanan kursi roda harus melalui mekanisme resmi dengan menggunakan Kartu Kendali yang diterbitkan oleh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).
Kemenhaj mengeluarkan peringatan keras terkait praktik jasa dorong non-prosedural atau ilegal di area Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
“Kami memperkuat tata kelola layanan kursi roda agar tepat sasaran dan bebas dari praktik penyimpangan. Seluruh petugas dilarang keras meminta atau menerima imbalan. Tidak boleh ada pungutan liar dalam bentuk apa pun,” tegas Maria.
Jemaah diimbau untuk tidak tergiur menggunakan jasa dorong tidak resmi karena berisiko dari sisi keamanan dan potensi biaya yang tidak wajar.
Hingga hari ke-14, tercatat 8.575 jemaah menjalani rawat jalan dan 58 jemaah masih mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS). Kemenhaj juga menyampaikan duka cita atas wafatnya dua jemaah tambahan di Madinah pada 3 Mei lalu, sehingga total jemaah yang wafat hingga saat ini mencapai 9 orang.
Penyebab wafatnya jemaah didominasi oleh penyakit kardiovaskular (jantung) dan gangguan pernapasan. Kemenhaj memastikan seluruh jemaah yang wafat akan dipenuhi hak-haknya, termasuk pelaksanaan badal haji oleh petugas.
Mengingat suhu di Arab Saudi saat ini menyentuh angka 39 hingga 43 derajat Celcius, Kemenhaj meminta jemaah untuk waspada terhadap cuaca panas ekstrem. Jemaah diimbau untuk:
Menggunakan pelindung diri (payung, topi, dan masker).
Selalu menggunakan alas kaki yang nyaman.
Menjaga kecukupan cairan tubuh guna mencegah dehidrasi.
Bijak dalam membawa barang bawaan agar tidak menghambat mobilitas.
Pemerintah terus berupaya memastikan seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk dan sehat hingga puncak haji mendatang. (red)
















