JAMBI, AMPAR.ID – PT Daya Guna Lestari (DGL) Learning Institute melatih sebanyak 187 petani kelapa sawit swadaya asal Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi, Selasa, melalui Program Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Perkebunan Tahun 2026 guna meningkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawit.
Direktur Utama PT Daya Guna Lestari (DGL) Learning Institute M Gema Aliza Putra pihaknya adalah lembaga pelatihan yang secara khusus bergerak dalam bidang perkebunan kelapa sawit dengan fokus pada peningkatan kompetensi manajerial dan teknis.
Kegiatan itu merupakan bagian dari Program Pengembangan Sumber Daya Manusia yang Perkebunan (SDM Perkebunan) didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan dikoordinasikan oleh Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) serta dilaksanakan oleh PT Daya Guna Lestari (DGL Learning Institute).
“Sebanyak 187 orang dari Kabupaten Batanghari mengikuti pelatihan pengembangan SDM. Tidak lain tujuannya adalah dalam rangka meningkatkan produktivitas daripada perkebunan kelapa sawit,” katanya.
Ia mengatakan pelatihan tersebut menjadi momentum penting bagi DGL Learning Institute karena untuk pertama kalinya pihaknya melaksanakan program pelatihan bagi petani swadaya kelapa sawit di Provinsi Jambi.
Menurut dia, pelatihan tidak hanya berhenti pada pemberian materi, tetapi juga akan dilanjutkan dengan pemantauan terhadap peserta setelah mengikuti pelatihan.
Pihaknya akan melakukan monitoring sekitar tiga bulan setelah pelatihan untuk mengetahui penerapan ilmu yang telah diberikan, kendala yang dihadapi petani, serta dampaknya terhadap pengelolaan dan produktivitas kebun.
“Hasil monitoring tersebut akan kami laporkan kepada dinas terkait, baik di Kabupaten Batanghari maupun Provinsi Jambi,” ujarnya.
Gema menegaskan DGL Learning Institute berkomitmen memberikan kualitas pelatihan dan pelayanan terbaik agar pengetahuan serta keterampilan yang diperoleh peserta dapat diterapkan secara optimal di lapangan.
Penguatan kapasitas SDM petani tersebut diharapkan mampu mendorong penerapan praktik perkebunan yang lebih baik sehingga produktivitas dan keberlanjutan usaha kelapa sawit swadaya di Jambi dapat terus meningkat.
Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi Henrizal mengajak peserta memanfaatkan masa pelatihan dengan sebaiknya baiknya.
“Semoga menambah pengetahuan dan produktivitas para pekebun di Jambi, khususnya Batanghari,” katanya.
Pihaknya juga mengapresiasi terlaksananya acara ini, karena petani akan mendapatkan pelatihan dengan tujuan meningkatkan produktivitas dan bukan sekadar teori.
Hendrizal juga menekankan pentingnya kemampuan petani dalam memanfaatkan perkembangan teknologi informas karena media sosial dapat menjadi sarana untuk mendapatkan informasi, memperluas pengetahuan, serta membantu petani mengikuti perkembangan terbaru di sektor perkebunan.
Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan secara sungguh-sungguh dan memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik mungkin.
Keberhasilan program akan terlihat dari dampaknya setelah petani kembali ke kebun. Jika pengetahuan yang diperoleh mampu diterapkan dengan benar, maka pelatihan tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani. (Red)
















