Bacajuga
AMPAR.ID, JAMBI – Bank Jambi terus mengakselerasi pemulihan layanan perbankan pasca-gangguan sistem yang terjadi beberapa bulan lalu. Fokus utama perseroan saat ini adalah memastikan distribusi kartu ATM kepada nasabah berjalan cepat dan tepat sasaran.
Direktur Operasional Bank Jambi, Zulfikar, mengungkapkan bahwa kebutuhan kartu ATM mengalami lonjakan signifikan, terutama saat memasuki momentum Ramadan dan Idulfitri. Meski sempat terkendala pasokan, pihak bank memastikan ketersediaan kartu kini mulai stabil.
“Saat ini sudah tersedia hampir 60 ribu kartu dari total kebutuhan sekitar 100 ribu unit. Pengiriman dari vendor dilakukan secara bertahap dan stok terus bertambah,” ujar Zulfikar dalam keterangannya kepada awak media, Kamis (2/4/2026).
Kendala Distribusi dan Target Pemulihan Zulfikar menjelaskan, keterlambatan distribusi sebelumnya dipicu oleh keterbatasan kapasitas vendor di Surabaya yang belum mampu mengimbangi lonjakan permintaan pada bulan puasa lalu. Namun, ia memastikan proses pengiriman kini telah kembali normal pasca-Lebaran.
“Setelah Lebaran, pengiriman sudah lancar. Stok kartu ATM saat ini dalam kondisi aman dan siap didistribusikan kepada nasabah,” lanjutnya.
Untuk memenuhi sisa kebutuhan sekitar 40 ribu kartu, Bank Jambi telah menjadwalkan pengiriman berkala sebanyak 5.000 kartu per minggu hingga seluruh target terpenuhi dalam waktu dekat.
Keamanan Sistem dan Audit Forensik Menanggapi isu keamanan siber, Bank Jambi menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada laporan resmi terkait adanya celah atau kelemahan sistem yang diabaikan. Zulfikar mengklaim infrastruktur IT yang digunakan saat ini telah memenuhi standar keamanan perbankan yang berlaku.
Kendati demikian, pihak bank masih menunggu hasil audit forensik secara menyeluruh untuk mengidentifikasi penyebab pasti gangguan sistem tersebut, guna melihat adanya potensi pelanggaran baik dari sisi internal maupun eksternal.
“Hasil audit masih kita tunggu. Jika nantinya ditemukan unsur pelanggaran, tentu akan kami proses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” tegas Zulfikar.
Kondisi Keuangan Tetap Sehat Di sisi lain, Bank Jambi memastikan aktivitas perbankan, termasuk penyaluran kredit, tetap berjalan normal. Keluhan antrean panjang di gerai ATM juga dilaporkan mulai melandai. Zulfikar menjamin bahwa seluruh dana nasabah berada dalam posisi aman.
Terkait aspek finansial, manajemen menegaskan kondisi likuiditas dan permodalan bank masih sangat memadai. Jika terdapat potensi kerugian akibat gangguan tersebut, Bank Jambi akan menanggulanginya melalui dana pencadangan internal.
“Secara rasio keuangan, kondisi kami aman. Penanganan (kerugian) dilakukan melalui pencadangan internal tanpa melibatkan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS),” pungkasnya.
Melalui langkah penguatan sistem dan percepatan layanan ini, Bank Jambi optimis dapat mencegah terjadinya gangguan serupa di masa mendatang serta meningkatkan kembali kepercayaan nasabah. (adv)
















