AMPAR.ID, JAMBI – Dalam upaya mencetak tenaga kerja yang siap bersaing di industri otomotif, Yamaha FSS Jambi menggelar Uji Kompetensi Keahlian (UKK) bagi siswa Kelas Khusus Yamaha dari SMKN 6 Tebo (Rimbo Bujang). Kegiatan intensif ini diikuti oleh 20 pelajar terpilih dan dilaksanakan langsung di pusat layanan serta pelatihan Yamaha FSS Jambi.
Berbeda dengan ujian sekolah pada umumnya, UKK kali ini memboyong para siswa keluar dari lingkungan sekolah untuk merasakan langsung atmosfer industri yang sesungguhnya di markas besar Yamaha Jambi. Hal ini dilakukan untuk memberikan pengalaman nyata mengenai standar kerja di bengkel resmi.
Koordinator After Sales Yamaha Jambi, Willy, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memvalidasi sejauh mana siswa mampu menyerap kurikulum industri yang telah diajarkan selama di sekolah. Di bawah pengawasan instruktur ahli, para peserta ditantang menyelesaikan berbagai kasus teknis pada sepeda motor Yamaha.
“Kami ingin para siswa Kelas Khusus ini benar-benar siap menghadapi dunia industri otomotif roda dua yang dinamis. Melalui ujian ini, mereka tidak hanya diuji secara teori, tetapi juga mental dan ketangguhan fisik dalam menangani unit motor sesuai standar bengkel resmi,” ujar Willy.
Aspek pengujian dalam kompetensi ini meliputi standar operasional prosedur (SOP) yang ketat, di antaranya:
Perawatan berkala sepeda motor.
Teknik pengukuran komponen.
Pemeriksaan menggunakan Yamaha Diagnostic Tool (YDT).
Kepala Sekolah SMKN 6 Tebo, Sulaswiji, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas fasilitas dan kolaborasi yang diberikan oleh Yamaha Jambi. Menurutnya, pengalaman diuji langsung oleh pihak pabrikan adalah langkah besar bagi masa depan para siswa.
“Mengirim 20 siswa-siswi terbaik kami untuk diuji langsung di Yamaha Jambi adalah langkah nyata untuk memastikan bahwa mereka bukan sekadar lulusan sekolah, melainkan teknisi muda yang kompeten dan siap kerja,” ungkap Sulaswiji.
Melalui program Kelas Khusus dan uji kompetensi ini, Yamaha Jambi terus memperkuat perannya sebagai jembatan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri. Langkah ini diharapkan mampu mencetak tenaga kerja profesional yang dapat memajukan industri otomotif Indonesia selaras dengan slogan “Semakin di Depan”.
(red)
















