Kemarau Meluas di 48% Wilayah Indonesia, BMKG: Tetap Waspada Hujan Lokal dan Angin Kencang
AMPAR.ID — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa hampir separuh wilayah Indonesia, atau sekitar 48,9 persen (342 Zona Musim), kini resmi memasuki musim kemarau. Meluasnya musim kemarau ini dipicu oleh fenomena El Niño di Samudra Pasifik yang terpantau masih bertahan.
Dampak dari kondisi ini adalah berkurangnya potensi curah hujan secara drastis di sebagian besar wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan (7–13 Juli 2026). Bahkan, sekitar 7 persen wilayah pengamatan sudah mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) dengan kategori sangat panjang, yaitu antara 31 hingga 60 hari.
Selain cuaca kering, suhu udara maksimum di atas 35°C juga tercatat di beberapa provinsi, termasuk Sumatra Utara, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Jawa Tengah, Banten, dan Sulawesi Tengah.
Meskipun tren kemarau semakin dominan, BMKG mengingatkan masyarakat bahwa kemarau bukan berarti tidak ada hujan sama sekali. Aktivitas gelombang atmosfer diperkirakan masih memicu hujan lebat dan angin kencang secara lokal di sejumlah daerah.
Untuk mengantisipasi dampaknya, BMKG membagi wilayah peringatan dini cuaca ke dalam dua periode:
1. Periode 7 – 10 Juli 2026
Potensi Hujan Sedang: Aceh, Sumatra Utara, Riau, Kep. Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kep. Bangka Belitung, Lampung, Banten, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Papua Tengah, dan Papua.
Status SIAGA (Hujan Lebat – Sangat Lebat): Sumatra Barat, Bengkulu, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.
Potensi Angin Kencang: Aceh, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Utara.
2. Periode 11 – 13 Juli 2026
Potensi Hujan Sedang: Papua Tengah, Papua, dan Papua Selatan.
Status SIAGA (Hujan Lebat – Sangat Lebat): Papua Pegunungan.
Potensi Angin Kencang: Aceh dan Papua Selatan.
Menghadapi cuaca dinamis ini, BMKG mengeluarkan panduan keselamatan bagi masyarakat berdasarkan kondisi wilayahnya:
Untuk Wilayah yang Hujan & Angin Kencang: Pengendara diminta waspada terhadap jarak pandang dan jalanan licin. Masyarakat diimbau tidak berteduh di bawah pohon, papan reklame, atau bangunan yang rapuh demi menghindari risiko tumbang serta sambaran petir.
Untuk Wilayah yang Sudah Kemarau Terik: Warga yang beraktivitas di luar ruangan pada siang hari disarankan menggunakan pelindung atau tabir surya (sunscreen) serta menjaga kecukupan cairan tubuh agar terhindar dari dehidrasi dan kelelahan ekstrem.
BMKG mengingatkan agar masyarakat terus memantau informasi cuaca secara berkala melalui aplikasi InfoBMKG, situs resmi www.bmkg.go.id, atau akun media sosial resmi @infobmkg sebelum beraktivitas. (Red)
















