AMPAR.ID, MUARA BULIAN – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI, Dr. Sudaryono, B.Eng., M.M., bersama Bupati Batang Hari, Mhd Fadhil Arief, melaksanakan aksi tanam padi serentak di lokasi Cetak Sawah Rakyat (CSR) Kecamatan Muara Bulian, Selasa (21/04/2026). Agenda ini merupakan bagian dari percepatan program ketahanan pangan nasional menuju visi Indonesia Emas 2045.
Kegiatan yang diikuti secara virtual oleh 16 provinsi di Indonesia ini turut dihadiri oleh Gubernur Jambi Al Haris, jajaran Forkopimda, perwakilan TNI/Polri, hingga kelompok tani setempat.
Dalam laporannya, Bupati Mhd Fadhil Arief mengungkapkan bahwa Batang Hari memiliki luas baku lahan sawah sebesar 8.252 hektare. Meski produksi beras sempat meningkat hingga 6.500 ton berkat dukungan Kementan sejak 2024, Batang Hari tercatat masih mengalami kekurangan stok beras sekitar 11.000 ton.
“Tahun ini kami targetkan percepatan tanam untuk menutup selisih produksi tersebut. Berdasarkan prediksi BMKG, bulan Juni akan memasuki kemarau, sehingga kami kejar target agar di bulan Mei tanaman sudah tumbuh kuat,” ujar Fadhil Arief.
Sebagai langkah mitigasi kekeringan, Pemkab Batang Hari mengusulkan bantuan sumur bor dan pompa air tenaga surya guna menekan biaya operasional petani dibandingkan penggunaan mesin diesel konvensional.
Wamentan Sudaryono mengapresiasi progres realisasi cetak sawah rakyat di Batang Hari yang mencapai 503,5 hektare. Ia menegaskan bahwa pemerintah pusat berkomitmen penuh mendukung kebutuhan infrastruktur di daerah demi meningkatkan kesejahteraan petani.
“Tanam lebih cepat, panen lebih cepat, hasil lebih banyak. Swasembada telah kita capai pada 2025 dan akan terus kita tingkatkan. Bahkan, saat ini Indonesia sudah mulai mengekspor beras ke beberapa negara seperti Arab Saudi dan Palestina,” tegas Wamentan.
Senada dengan program pusat, Gubernur Jambi Al Haris melaporkan bahwa tingkat pemenuhan kebutuhan beras di Provinsi Jambi saat ini baru mencapai 71 persen. Masih terdapat celah 29 persen yang harus dipenuhi dari total 69.400 hektare luas baku sawah di seluruh provinsi.
“Melalui perubahan pola tanam dan dukungan infrastruktur irigasi serta jalan usaha tani, kami optimis Provinsi Jambi bisa mencapai swasembada pangan total pada tahun 2026 ini,” pungkas Al Haris.
















