AMPAR.ID, BATANGHARI – Masyarakat Desa Simpang Karmio, Kecamatan Batin XXIV, Kabupaten Batanghari, Jambi pertanyakan manfaat bangunan Pamsimas III, yang telah berdiri lebih dari satu tahun di Desa tersebut.
Pamsimas merupakan program penyediaan sumber air bagi masyarakat yang kesulitan sumber air bersih, dari Pemerintah pusat maupun tingkat daerah.
Bangunan Pamsimas itu, didirikan pada tahun 2020 lalu menggunakan dana APBN dan juga APBdes yang menelan dana hingga ratusan juta rupiah terkesan sia – sia dan terbengkalai.
Dari pantauan media ini, pada bagian bak penampungan air pamsimas tampak ditumbuhi rumput, pohon parasit, dan tampak juga rembesan air serta adanya retakan pada baguna pelindung amper listrik.
“Mau bagaimana lagi, kami warga sekitar juga bingung, air dari pamsimas itu tidak mengalir, padahal bangunan pamsimas itu sudah satu tahun lebih”, Kata warga sekitar yang engga disebutkan namanya kepada media ini.
Tak hanya itu, para warga sekitar juga mempertanyakan amper meteran air di setiap rumah guna mengetahui berapa banyak air yang digunakan setiap bulannya. Jum’at (22/10).
“Kami juga bingung, kalau di desa lain disetiap rumah yang dialiri air dari pamsimas ada semua amper meteran sebagai alat ukur berapa banyak air yang kami gunakan,” Sambungnya.
Ia juga menambahkan, pemerintah desa setempat juga terkesan bungkam dan pejam mata terkait bangunan pamsimas yang berada di RT 05, Dusun III tersebut.
“Katanya pamsimas ini untuk membantu kami warga, tapi kenyataannya boro-boro bantu warga, malahan airnya belum kami digunakan kami sudah di minta untuk iuran,” Tuturnya.
Untuk diketahui bangunan Pamsimas KKM Tirta Gentar Alam tersebut menggunakan anggaran APBN sebesar Rp245 juta, APBdes sebanyak Rp35 juta, iuran dari masyarakat (In Cash) Rp14 Juta rupiah, dan Swadaya masyarakat (In Kind) sebanyak Rp56 juta rupiah. (Ari)















