Dulu.. Bank sembilan Jambi masuk kategori Bank Kecil. Karena modalnya di bawah Rp 1 T. Bank kecil itu kelemahannya banyak sekali. Dia diharamkan membiayai kegiatan ekspor impor. Dilarang pula melakukan pembiayan proyek (sindikasi perbankan). Banyak lagi kelemahan lain. Misalkan dilarang menggunakan SMS banking, internet banking dan sebagainya. Sehingga, dulu, segala macam teknologi mutakhir dibidang perbankan, Bank sembilan Jambi kesulitan beradaptasi. Semuanya karena terbentur regulasi BI. Akibatnya, bank sembilan jambi tak bisa bergerak lincah. Di sinilah problemnya.
Di tangan El Halcon, semua masalah itu pelan-pelan dibereskan. Walau persoalan modal masih menjadi ganjalan, tapi, El Halcon tak pernah surut menjadikan bank sembilan Jambi sebagai region Champion (bank terkemuka). Salah satu syarat menuju region champion adalah kepemilikan modal di atas Rp 1 Triliun. Target modal 3 Triliun sesuai POJK 12/2020
Soal pembiayaan terhadap UMKM misalnya, Bank sembilan Jambi telah dijuluki sebagai rumah 104 ribu UMKM. Hebat bukan?










