JAMBI, AMPAR.ID – Layanan mobile banking Bank Jambi resmi beroperasi kembali secara bertahap sejak Selasa (22/9/2026) setelah sempat mengalami gangguan keamanan siber.
Reaktivasi ini difokuskan pada pemulihan sistem secara hati-hati serta penguatan infrastruktur teknologi informasi (TI) dan pemenuhan regulasi keamanan perbankan.
Pada fase awal pemulihan ini, nasabah baru dapat menikmati transaksi on-us, terutama untuk penerimaan dana masuk dari bank lain.
Sementara itu, fitur transfer keluar (outbound transfer) ke rekening bank lain masih dalam tahap optimalisasi serta pengujian sistem. Guna mengendalikan risiko selama masa pemulihan, Bank Jambi membatasi waktu operasional aplikasi, yakni hanya pada pukul 06.00 hingga 22.00 WIB.Langkah taktis Bank Jambi ini mendapat respons positif dari pengamat perbankan, Laila Farhat, S.E., M.M. Menurutnya, pemulihan layanan digital secara berjenjang membuktikan bahwa manajemen mengedepankan prinsip kehati-hatian (prudent banking principle).
“Yang paling penting bukan hanya layanan kembali aktif, tetapi bagaimana proses pemulihan tersebut memastikan aspek keamanan, pengendalian risiko, dan service continuity tetap menjadi prioritas,” ujar Laila saat diwawancarai di Jambi.
Laila menambahkan bahwa infrastruktur TI telah menjadi pilar strategis bagi operasional bank daerah. Insiden siber ini harus dijadikan momentum bagi Bank Jambi untuk memperkuat cyber security, sistem monitoring, business continuity plan, hingga disaster recovery.
Mengingat Bank Jambi memegang peran vital dalam ekosistem ekonomi daerah seperti pengelolaan payroll ASN dan layanan publik keandalan sistem menjadi harga mati.
“Bagi bank daerah, keberlangsungan layanan memiliki dimensi yang lebih luas karena berkaitan dengan aktivitas ekonomi masyarakat dan layanan publik. Karena itu, pemulihan sistem harus diikuti dengan penguatan ketahanan operasional agar kejadian serupa tidak mengganggu layanan secara berulang,” jelasnya.
Di sisi lain, Laila juga mengingatkan bahwa kepercayaan nasabah adalah aset terbesar perbankan yang harus dijaga lewat komunikasi transparan. Ia pun mengapresiasi langkah Bank Jambi yang proaktif mengimbau nasabah untuk memperbarui (update) aplikasi ke versi terbaru demi keamanan ekstra.
“Nasabah perlu memahami bahwa keamanan transaksi merupakan tanggung jawab bersama antara bank dan pengguna layanan. Di fase pemulihan ini, disiplin nasabah dalam menjaga PIN, OTP, serta mewaspadai social engineering sangat krusial,” pungkas Laila. (adv)
















