AMPAR.ID – Pasca terjadinya peristiwa kebakaran pada sumur minyak milik PT Pertamina EP Asset 1 Jambi Field di lokasi PPS-01 di Desa Lopak Alai, Kabupaten Muarojambi pada hari rabu (14/10) lalu, DPP LSM Koalisi Masyarakat Peduli Jambi (KOMPEJ) mengadakan aksi unjukrasa didepan Kantor utama PT Pertamina EP Asset 1 Jambi Field di Kelurahan Kenali Asam Bawah Kecamatan Kota Baru.
Dalam aksinya, puluhan pengunjuk rasa dari LSM Kompej menuntut pihak PT Pertamina EP untuk menjelaskan penyebab kebakaran yang ril berakibat terjadinya ledakan besar.
Koordinator Lapangan LSM KOMPEJ Slamet riyadi dan Depri boy dalam orasinya mengatakan, ada banyak faktor yang menyebabkan terjadinya kebocoran pipa minyak Pertamina, seperti pengeboran yang tidak sesuai dengan prosedur serta terjadinya human error.
“Kami menduga ada indikasi kelalaian dari PT Pertamina sehingga terjadi peristiwa kebakaran pada sumur PPS-01 di lopak Alai beberapa waktu lalu,” ucapnya.
Adapun hasil investigasi dan informasi yang telah dihimpun oleh LSM Kompej dilapangan adalah:
1. Diduga petugas HSE tidak melakukan mitigasi bahaya sebelum melakukan pembakaran flering.
2. Diduga petugas HSE tidak melakukan pengecekan suhu yang menggunakan gas detector secara maksimal.
3. Diduga personil pembakaran dilakukan oleh roustbout bukan petugas yang berkompeten.
4. Diduga kuat RIG SPUT memerintahkan kepada IP untuk melakukan pembakaran di Flering, sementara RIG SUPT jelas – jelas mengetahui jika IP adalah petugas Roustbout.
5. Diduga alat Blow Out Preventer ( BOP) tidak berfungsi dengan baik pada saat kejadian.
Berdasarkan fakta- fakta diatas LSM Kompej meminta tegas kepada Kapolda Jambi untuk memanggil dan memeriksa General Manager PT. Pertamina EP Asset 1 Jambi, Field Manager PT Pertamina EP Asset 1 Jambi, Direktur Utama PT Pertamina Drilling Service Indonesia ( PT. PDSI), RIG SUPERINTENDENT PDSI # 44.1/PD -350-M.
Selanjutnya LSM KOMPEJ meminta pihak Kepolisian untuk segera menurunkan Tim pusat Laboratorium forensik Mabes Polri untuk melakukan olah TKP dilokasi kebakaran desa Lopak Alai.(Datut Rakash/ Edit: Juanda)










