AMPAR.ID, JAKARTA – Bank Jambi semakin memperkokoh posisinya sebagai institusi keuangan yang tangguh dan kredibel. Dua pucuk pimpinannya, yakni Direktur Operasional Zulfikar, S.E., M.M., CRM, dan Direktur Kredit & Syariah Yufni Zarman, S.E., M.M., CRM, resmi menyandang gelar Certified Risk Management (CRM).
Gelar bergengsi ini diberikan oleh Indonesian Risk Professional Association (IRPA) melalui Program Pemeliharaan Sertifikasi Manajemen Risiko J7. Inagurasi tersebut berlangsung khidmat di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Direktur Operasional Bank Jambi, Zulfikar, menegaskan bahwa pencapaian ini bukan sekadar seremoni tambahan gelar di belakang nama. Menurutnya, kompetensi manajemen risiko adalah harga mati bagi perbankan untuk bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.
“Kapabilitas ini sangat krusial agar perbankan tetap tangguh menghadapi ketidakpastian global dan potensi krisis. Ini adalah bentuk penguatan industri,” tegas Zulfikar dalam keterangannya.
Zulfikar menambahkan bahwa inagurasi CRM merupakan pengakuan profesional atas standar kompetensi internasional. Hal ini memastikan bahwa pejabat jasa keuangan memiliki pendekatan terstruktur dalam mengidentifikasi hingga memantau seluruh risiko yang bisa menghambat tujuan perusahaan.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Kredit & Syariah Yufni Zarman menyampaikan bahwa sertifikasi ini menjadi bukti nyata komitmen bankir daerah untuk terus mengasah keahlian.
Sertifikasi CRM yang diakui oleh otoritas jasa keuangan ini memegang peranan vital dalam menjaga stabilitas sistem keuangan, baik di tingkat daerah maupun nasional. Dengan diterapkannya manajemen risiko yang menyeluruh, Bank Jambi optimistis dapat memberikan proteksi maksimal terhadap aset dan kepercayaan nasabah.
Program ini sendiri dijalankan oleh Badan Sertifikasi Manajemen Risiko (BSMR) untuk memastikan para profesional di bidang keuangan tetap relevan dengan tantangan zaman yang semakin kompleks. (adv)















