AMPAR.ID, JAMBI – Di tengah proses normalisasi layanan yang terus berjalan, Bank Jambi tengah mematangkan peningkatan infrastruktur teknologi informasi, termasuk rencana aktivasi kembali layanan mobile banking. Bank Jambi menargetkan layanan perbankan digital tersebut dapat kembali digunakan oleh nasabah pada Juli atau Agustus 2026.
Direktur Utama Bank Jambi, H. Khairul Suhairi, mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya sedang melakukan pembaruan sistem ke Core Banking System versi terbaru. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi penguatan keamanan dan optimalisasi layanan pasca-pemulihan sistem yang dilakukan secara bertahap sejak awal tahun.
“Untuk mobile banking, saat ini sedang disiapkan peningkatan sistem dari versi sebelumnya ke versi terbaru. Kami mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam setiap prosesnya agar layanan yang dihasilkan nantinya lebih aman dan stabil,” ujar Khairul.
Khairul menegaskan, koordinasi intensif terus dilakukan dengan pihak regulator, yakni Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dukungan dari kedua lembaga tersebut dinilai krusial dalam menjaga stabilitas layanan perbankan selama masa transisi ini.
Selain fokus pada teknologi digital, Bank Jambi juga tetap menjaga akses layanan fisik bagi nasabah melalui pemberlakuan operasional terbatas pada akhir pekan yang telah berjalan sejak 28 Februari 2026.
“Proses pemulihan masih berlangsung. Kami mohon dukungan dan kesabaran nasabah. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh infrastruktur teknologi informasi berada pada standar keamanan dan kualitas terbaik sebelum diluncurkan kembali ke publik,” tutupnya.
















