AMPAR.ID, JAMBI – Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jambi kini tengah memasuki fase krusial normalisasi infrastruktur digital pasca dugaan serangan siber yang terjadi sejak akhir Februari lalu. Manajemen bank memastikan proses perbaikan berjalan sesuai jalur dan menargetkan layanan kembali beroperasi penuh dalam waktu dekat dengan standar keamanan yang lebih ketat.
Hingga pertengahan April 2026, tim teknis Bank Jambi dilaporkan telah melakukan uji coba sistem secara intensif. Langkah penonaktifkan sementara layanan digital seperti mobile banking dan jaringan ATM sebelumnya diambil sebagai prosedur standar proteksi data dan aset nasabah.
“Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh celah keamanan tertutup sepenuhnya sebelum layanan dibuka kembali untuk publik,” tulis pernyataan resmi manajemen yang dikutip pada Minggu (19/04).
Menanggapi kekhawatiran masyarakat, Gubernur Jambi bersama manajemen Bank Jambi memberikan jaminan penuh bahwa saldo nasabah tetap aman. Pihak bank menegaskan akan bertanggung jawab total jika terdapat kerugian dana yang terbukti diakibatkan langsung oleh insiden peretasan tersebut.
Sebagai penguat aspek legalitas dan keamanan, Bank Jambi mengingatkan nasabah bahwa seluruh simpanan dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Hal ini diharapkan dapat meredam kecemasan masyarakat terkait stabilitas finansial mereka di bank plat merah tersebut.
Meski fitur digital masih dalam tahap perbaikan, operasional perbankan di kantor-kantor cabang dipastikan tidak lumpuh.
Transaksi Tunai: Tetap dapat dilakukan melalui teller.
Layanan Kantor: Seluruh kantor cabang tetap beroperasi normal untuk melayani kebutuhan harian nasabah.
Dalam masa transisi menuju “Bank Jambi Reborn”, nasabah diimbau untuk tetap tenang dan waspada terhadap persebaran informasi yang tidak tervalidasi atau hoaks. Masyarakat diminta untuk hanya merujuk pada kanal komunikasi resmi Bank Jambi guna mendapatkan informasi terkini.
Momentum pemulihan ini diharapkan menjadi titik balik bagi Bank Jambi untuk membangun sistem digitalisasi yang lebih tangguh. Dukungan dan kepercayaan masyarakat dinilai menjadi kunci utama agar roda ekonomi di Provinsi Jambi kembali berputar stabil melalui layanan perbankan yang prima.
















