AMPAR.ID, JAMBI – Realisasi investasi di Provinsi Jambi mengalami penurunan signifikan dari Rp3,8 triliun pada triwulan I menjadi Rp1,4 triliun pada triwulan II 2026. Perlambatan tajam ini memicu desakan agar Pemerintah Provinsi Jambi segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap iklim penanaman modal di daerah.
Kepala Bappeda Provinsi Jambi, Agus Sunaryo, dalam rilis bersama perekonomian daerah di Swiss-Belhotel Jambi, Rabu (5/8/2026), memaparkan kondisi capaian pembangunan dan indikator makro ekonomi daerah.
Dirinya menilai penurunan angka investasi secara drastis ini menjadi pekerjaan rumah (PR) serius bagi pemerintah daerah.
“Terjadi perlambatan dari triwulan pertama ke triwulan kedua. Penurunan dari Rp3,8 triliun menjadi Rp1,4 triliun ini cukup jauh, sehingga perlu didorong dan dicari tahu penyebab utamanya,” ujarnya
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) diharapkan segera memetakan sektor-sektor usaha potensial yang masih berpeluang berkembang, sekaligus menjaga iklim investasi tetap kondusif agar investor tertarik menanamkan modalnya di Jambi. (jp)
















