AMPAR.ID, JAMBI – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi mencatat komoditas jengkol memiliki pengaruh signifikan terhadap laju inflasi daerah, bahkan dampaknya hampir setara dengan komoditas cabai.
Kepala BPS Provinsi Jambi, Aidil Adha, menyampaikan hal tersebut dalam rilis bersama perekonomian daerah di Swiss-Belhotel Jambi, Rabu (5/8/2026). Ia menjelaskan bahwa besarnya andil jengkol ditentukan oleh Survei Biaya Hidup (SBH) yang mencatat pola konsumsi masyarakat selama satu tahun.
“Hasil Survei Biaya Hidup menunjukkan tingkat konsumsi jengkol masyarakat Jambi sangat tinggi. Hal ini membuat nilai timbang jengkol dalam penghitungan Indeks Harga Konsumen (IHK) menjadi besar. Kenaikan harga jengkol sedikit saja akan langsung tecermin pada angka inflasi,” kata Aidil Adha.
Penghitungan inflasi tingkat provinsi merupakan gabungan data dari Kota Jambi, Kabupaten Bungo, dan Kabupaten Kerinci. Tingginya konsumsi masyarakat di Bungo dan Kerinci menjadi pemicu utama besarnya andil jengkol terhadap inflasi provinsi, terutama saat masa panen usai dan pasokan di pasar berkurang. (jp)
















