AMPAR.ID, JAMBI – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi resmi merilis sejumlah indikator ekonomi makro terbaru. Dalam laporan tersebut, Provinsi Jambi mencatatkan inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) sebesar 3,85 persen pada Juni 2026, yang dibarengi dengan tren positif peningkatan daya beli petani serta geliat sektor pariwisata.
Kepala BPS Provinsi Jambi dalam rilis resminya, Rabu (1/7/2026), memaparkan empat poin utama perkembangan ekonomi daerah, yang mencakup Indeks Harga Konsumen (IHK), Nilai Tukar Petani (NTP), performa ekspor-impor, hingga tingkat penghunian hotel.
Muara Bungo Catat Inflasi Tertinggi di Jambi
Kenaikan harga barang dan jasa di Provinsi Jambi pada Juni 2026 memicu inflasi dengan IHK berada di level 112,48. Secara spasial, Kabupaten Muara Bungo menjadi wilayah dengan inflasi y-on-y tertinggi, yakni mencapai 4,72 persen (IHK 113,83). Sebaliknya, Kota Jambi mencatat inflasi terendah sebesar 3,60 persen (IHK 111,49).
“Inflasi tahunan ini didorong oleh kenaikan harga di sepuluh kelompok pengeluaran,” tulis BPS Jambi.
Lonjakan tertinggi terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 6,65 persen, disusul kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 6,60 persen. Sementara itu, kelompok pakaian dan alas kaki menjadi satu-satunya sektor yang mengalami deflasi atau penurunan indeks sebesar 4,06 persen.
Secara bulanan (month-to-month), Jambi mengalami inflasi 0,52 persen pada Juni 2026, dengan tingkat inflasi tahun kalender (year-to-date) sebesar 1,79 persen.
Di tengah tekanan inflasi, sektor pertanian Jambi membawa kabar baik. Nilai Tukar Petani (NTP) Juni 2026 dilaporkan menguat ke angka 188,77, atau naik 1,10 persen dibanding bulan sebelumnya. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu (Juni 2025), kesejahteraan petani melonjak signifikan sebesar 13,08 persen.
Kenaikan NTP ini dipicu oleh Indeks Harga yang Diterima Petani (It) yang tumbuh 2,10 persen, lebih tinggi dibandingkan laju Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,98 persen. Di sisi lain, Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) juga ikut terkerek naik 0,36 persen menjadi 192,68.
Meski demikian, BPS mencatat adanya kenaikan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) sebesar 0,80 persen akibat naiknya hampir seluruh kelompok pengeluaran di perdesaan, terkecuali kelompok perawatan pribadi yang turun tipis 0,07 persen.
Beralih ke sektor perdagangan internasional, performa ekspor dan impor Provinsi Jambi pada bulan Mei 2026 terpantau kompak mengalami penurunan.
Nilai ekspor asal Jambi tercatat sebesar US$194,72 juta, atau menyusut 5,27 persen dibandingkan April 2026 yang sempat menyentuh US$205,55 juta. Sektor industri pengolahan masih menjadi tulang punggung ekspor Jambi dengan kontribusi 50,12 persen, disusul pertambangan (45,13 persen) dan pertanian (4,76 persen). Singapura, Malaysia, Jepang, India, dan Amerika Serikat masih menjadi lima negara tujuan utama ekspor.
Penurunan lebih tajam terjadi pada sektor impor. Nilai impor Jambi anjlok hingga 35,84 persen, dari US$17,29 juta pada April menjadi US$11,09 juta pada Mei 2026. Komoditas mesin dan alat angkutan mendominasi pasar impor Jambi sebesar 72,14 persen, dengan Malaysia dan Finlandia sebagai mitra dagang utama.
Indikator positif juga ditunjukkan oleh sektor pariwisata pada Mei 2026. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang di Jambi naik menjadi 53,04 persen dari bulan sebelumnya yang sebesar 52,66 persen.
Peningkatan ini sejalan dengan melonjaknya jumlah tamu yang menginap sebesar 6,91 persen, dari 54.088 orang pada April menjadi 57.825 orang pada Mei. Mayoritas wisatawan yang datang didominasi oleh pergerakan domestik. Berdasarkan rasio BPS, dari setiap 1.000 tamu yang menginap, tercatat ada 7 tamu yang merupakan wisatawan mancanegara. Sementara itu, rata-rata lama menginap para tamu hotel bintang di Jambi berada di angka 1,71 hari.
















