JAMBI, AMPAR.ID – Manajemen PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jambi atau Bank Jambi terus mempercepat pembenahan sistem layanan mobile banking menyusul insiden siber yang terjadi beberapa waktu lalu. Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh sistem jaringan kembali berjalan optimal sesuai dengan standar keamanan yang telah ditetapkan oleh Bank Indonesia (BI).
Komisaris Utama Bank Jambi, Dr. Sudirman, S.H., M.H., menegaskan bahwa proses penguatan sistem keamanan ini harus melalui kualifikasi ketat serta tahapan evaluasi dari pihak regulator sebelum fitur transaksi dibuka penuh.
“Bukan hambatan, tapi lebih pada pengamanan. Karena untuk buka atau tutupnya operasional perbankan khusus transaksi itu ada di Bank Indonesia. BI sudah memberikan petunjuk teknisnya, dan ini sedang ditindaklanjuti secara serius oleh Bank Jambi,” kata Sudirman.
Saat ini, layanan mobile banking Bank Jambi sudah dapat dipergunakan untuk transaksi internal (on-us) serta menerima dana transfer dari bank lain. Namun, untuk fitur transfer keluar menuju rekening bank lain (off-us), manajemen masih melakukan penyempurnaan guna menjamin keamanan transaksi nasabah.
Proses pemulihan ini mendapat pengawalan ketat dari Dewan Komisaris, Direktur Utama, para pemegang saham, hingga Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Sudirman memproyeksikan perbaikan sistem dilakukan secara bertahap mulai September hingga ditargetkan rampung sepenuhnya pada Desember.
Menanggapi keluhan masyarakat mengenai penurunan nominal saldo nasabah terutama dari kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Sudirman menjelaskan hal tersebut merupakan dinamika sementara. Ia membantah adanya isu penutupan rekening secara massal.
“Tidak ada penutupan rekening. Jadi memang ada sebagian dana yang dipindahkan secara manual (melalui kantor cabang/ATM) karena kebutuhan transaksi sehari-hari,” jelasnya.
Selain itu, pihak manajemen juga meluruskan rumor terkait rencana pemindahan pengolahan dana PNS dari BPD ke Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Sudirman menegaskan bahwa Kementerian Keuangan telah memberikan kepastian tidak ada kebijakan pemindahan tersebut, sehingga Bank Jambi tetap dipercaya mengelola dana aparatur sipil negara.
Melalui pembenahan infrastruktur digital ini, Bank Jambi berkomitmen memberikan jaminan perlindungan data dan dana nasabah secara maksimal agar masyarakat dapat kembali bertransaksi dengan aman dan nyaman. (adv)
















