JAMBI — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Jambi menunjukkan kepeduliannya terhadap ancaman kesehatan akibat kabut asap yang menyelimuti Kota Jambi. Sebagai langkah antisipasi, PWI Kota Jambi menyerahkan bantuan sebanyak 500 masker kepada SMA YPWI Kota Jambi pada Rabu (30/9/2026).
Penyerahan bantuan masker tersebut dilakukan secara simbolis oleh Ketua PWI Kota Jambi, Irwansyah, dengan didampingi Sekretaris PWI Kota Jambi, Andri Briliant Avolda, serta jajaran pengurus. Bantuan tersebut diterima langsung oleh Kepala SMA YPWI Kota Jambi, Bonarti Lubis, S.Pd., M.Pd.
Ketua PWI Kota Jambi, Irwansyah, menyatakan bahwa pembagian masker ini ditujukan bagi para siswa dan tenaga pengajar sebagai bentuk aksi nyata insan pers dalam membantu meminimalkan dampak buruk polusi udara akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Saya bersama Sekretaris menyerahkan secara simbolis kurang lebih 500 masker untuk adik-adik pelajar dan guru-guru dalam upaya pencegahan dampak kabut asap. Kegiatan ini bukan sekadar pembagian masker, melainkan bentuk nyata kepedulian PWI Kota Jambi untuk hadir di tengah masyarakat,” ujar Irwansyah.
Lebih lanjut, Irwansyah mengimbau para siswa untuk membatasi aktivitas di luar ruangan seusai jam sekolah serta memperbanyak konsumsi air putih guna menjaga daya tahan tubuh. Menurutnya, pemaparan kabut asap yang pekat berpotensi memicu berbagai gangguan kesehatan, seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), batuk, iritasi tenggorokan, hingga memperburuk kondisi penderita asma.
Melalui aksi sosial ini, PWI Kota Jambi berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan dan melindungi diri dari risiko gangguan pernapasan di tengah kondisi udara yang kurang sehat.
Sementara itu, Kepala SMA YPWI Kota Jambi, Bonarti Lubis, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian yang ditunjukkan oleh PWI Kota Jambi terhadap anak didiknya.
“Tentunya pemberian masker ini sangat bermanfaat sebagai pelindung diri untuk mencegah dampak kabut asap yang dapat mengganggu kesehatan pernapasan para siswa dan guru,” pungkas Bonarti. (red)
















