Kota Jambi, AMPAR.ID – Kondisi kabut asap di Kota Jambi dilaporkan semakin memburuk dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan pantauan di lapangan pada Kamis (17/09/2026), jarak pandang hanya berkisar antara 50 hingga 100 meter, sehingga membatasi visibilitas pengendara dan aktivitas masyarakat secara umum.
Situasi ini memaksa warga untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di luar ruangan. Sejumlah pengendara terlihat menyalakan lampu kendaraan meskipun pada siang hari guna menghindari kecelakaan akibat pandangan yang terbatas. Arus lalu lintas pun terpantau melambat di beberapa ruas jalan utama.
Dampak kabut asap tidak hanya dirasakan di sektor transportasi, tetapi juga pendidikan. Pemerintah setempat mengambil langkah dengan meliburkan sementara kegiatan belajar mengajar di sejumlah sekolah demi menjaga kesehatan siswa.
Salah satu warga, Andi (34), mengaku kondisi kabut asap kali ini lebih pekat dibandingkan hari-hari sebelumnya.
“Kalau pagi dan sore jarak pandang sangat pendek, kadang tidak terlihat kendaraan di depan. Kami terpaksa selalu menyalakan lampu dan lebih berhati-hati,” ujarnya.
Sementara itu, pihak terkait mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker, serta menjaga kondisi kesehatan di tengah memburuknya kualitas udara.
Pemerintah daerah juga terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan lebih lanjut guna mengurangi dampak kabut asap terhadap masyarakat.
(moy/red)
















