• Ampar
  • Disclaimer
  • Karir
  • Kode Etik
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Media Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Aktual dan Terkini
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • NEWS
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • POLITIK
  • EKBIS
    • OTO & TEKNO
  • HUKUM
    • KABAR TNI – POLRI
  • OPINI
  • TREND
    • SPORT
    • RELIGI
    • HIBURAN & WISATA
    • KESEHATAN
  • JAMBI
  • BENGKULU
    • KAUR
    • LEBONG
    • REJANG LEBONG
    • BENGKULU SELATAN
    • SELUMA
    • KEPAHIANG
    • MUKOMUKO
  • SUMSEL
    • MUSI BANYUASIN
  • JATIM
    • JEMBER
  • LAMPUNG
    • TULANG BAWANG
  • Lainnya..
    • PENDIDIKAN
  • NEWS
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • POLITIK
  • EKBIS
    • OTO & TEKNO
  • HUKUM
    • KABAR TNI – POLRI
  • OPINI
  • TREND
    • SPORT
    • RELIGI
    • HIBURAN & WISATA
    • KESEHATAN
  • JAMBI
  • BENGKULU
    • KAUR
    • LEBONG
    • REJANG LEBONG
    • BENGKULU SELATAN
    • SELUMA
    • KEPAHIANG
    • MUKOMUKO
  • SUMSEL
    • MUSI BANYUASIN
  • JATIM
    • JEMBER
  • LAMPUNG
    • TULANG BAWANG
  • Lainnya..
    • PENDIDIKAN
Berita Terbaru
  • NEWS
  • POLITIK
  • EKBIS
  • HUKUM
  • OPINI
  • TREND
  • JAMBI
  • BENGKULU
  • SUMSEL
  • JATIM
  • LAMPUNG
  • Lainnya..

Cerita Datuk Ramli Juru Kunci Makam ‘Raden Mattaher’

12/08/2020
PostTweetSend
Dibaca 178

AMPAR.ID – Nama Raden Mattaher sampai sekarang sudah tidak asing ditelinga masyarakat Jambi. Sebagai panglima perang, ia mempunyai peran yang sentral dalam menumpas penjajah Belanda pada masa kolonial di wilayah Jambi. 

Meski sudah dikenal sebagai sosok pejuang, nama Raden Mattaher belum diakui sebagai pahlawan nasional. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah setempat dengan mengabadikan Raden Mattaher menjadi nama rumah sakit umum, termasuk juga mengusulkan supaya ditetapkan pahlawan nasional bersanding dengan nama Sultan Thaha Saifuddin.

Terlepas belum ditetapkan menjadi pahlawan nasional. Peran perjuangan Raden Mattaher yang bahu-membahu bersama warga dalam mengusir penjajah perlu terus dikenang nilai-nilai dan tanda jasanya.

Sosoknya dengan segudang taktik gerilya, Raden Mattaher mampu menggempur serdadu Belanda. Oleh prajurit dan masyarakatnya dimasa itu, ia mendapat gelar Singo Kumpeh. Julukan itu diberikan karena keberingasannya layaknya singa dalam menumpas penjajah.

Dosen Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Jambi, Irhas Fansuri menjelaskan, saat melawan penjajahan Belanda, Raden Mattaher bertugas sebagai panglima perang. Ia membentuk kantong-kantong dan barisan pertahanan serta barisan perlawanan yang bergerak di terotirial dari Muaro Tembesi sampai ke Muaro Kumpeh.

“Pola serangan yang difokuskan Raden Mattaher adalah dengan menyerang kapal-kapal perang Belanda yang masuk ke Jambi lewat jalur sungai. Kapal-kapal perang Belanda itu membawa personil, obat medis dan amunisinya,” kata Irhas kepada Liputan6.com, Kamis (7/11/19) yang lalu.

Bacajuga

BPDP, Dirjenbun dan DGL Learning Institute latih 187 petani Batanghari tingkatkan produktivitas sawit

Sikapi Keluhan Warga, Anggota DPR RI Rocky Candra Tinjau Infrastruktur Listrik dan Kabel Semrawut di Alam Barajo

OJK Luncurkan Optimalisasi SLIK Perkuat Akses Pembiayaan UMKM dan Program 3 Juta Rumah 

Program IJD 2025, AL Haris: Provinsi Jambi Dapat Jatah Perbaikan Jalan 50 Kilometer

Berkat taktik perangnya yang memfokuskan pada pola menyerang kapal yang bermuatan personil tentara dan amunisinya itu, Raden Mattaher paling ditakuti oleh tentara Belanda. Pada tahun 1858 Sultan Thaha dan Raden Mattaher berhasil menenggelamkan kapal perang Belanda di perairan Sungai Kumpeh Muaro Jambi.

“Peristiwa (penenggalaman kapal) itulah menjadi tonggak sejarah dan membuatnya digelari sebagai Singo Kumpeh,” ujar Irhas.

Sementara itu, Indonesiana sebuah platform kebudayaan milik Kemendikbud menulis, dalam silsilah Raden Mattaher bin Raden Kusen gelar Pangeran Jayoninggrat bin Pangeran Adi bin Raden Mochamad gelar Sultan Mochammad Fachruddin lahir di dusun Sekamis, Kasau Melintang Pauh, Air Hitam, Batin VI, Jambi. Ia lahir tahun 1871 dari pasangan Pangeran Kusin dan Ratumas Esa (Ratumas Tija).

Ibu Raden Mattaher kelahiran Mentawak, Air Hitam Pauh yang dahulunya adalah daerah tempat berkuasanya Temenggung Merah Mato. Dia merupakan cucu Sultan Taha Syaifuddin, pahlawan nasional dari Jambi. Hubungannya adalah ayah Raden Mattaher bernama Pangeran Kusin adalah anak Pangeran Adi, saudara kandung Sultan Taha Syaifudin.

Dalam litearur lisan secara turun temurun di masyarakat, Irhas menyebut, perjuangan Raden Mattaher berakhir pada 10 September 1907. Ia  ditembak mati di rumahnya sendiri dalam sebuah operasi militer Belanda.

Kemudian jasad Raden Mattaher dimakamkan di komplek pemakaman raja-raja Jambi di tepi Danau Sipin Kota Jambi. Selain itu jari kelingking Raden Mattaher juga dimakamkan di sebuah desa di Muaro Jambi.

“Setelah Raden Mattaher gugur, perjuangannya diteruskan oleh siapa?. Sampai saat ini belum ada jawaban yang pasti. Tapi yang jelas ada nilai-nilai dan teladan uang terkandung dalam jiwa kepahlawanan dari seorang Raden Mattaher,” kata Irhas.

Di usianya yang sudah memasuki 80 an, Datuk Ramli merasa sekarang ini hatinya damai dan tenteram dalam menekuni kesehariannya sebagai kuncen atau penjaga makam raja-raja Jambi.

Datuk Ramli (80) Sang Penjaga Makam Radhen Mattaher?

Berikut Laporan perjalanan Sejarah Jejak Jambi Ampar.id, Minggu 9 Agustus 2020 di Situs Makam Raja-raja Jambi di Danau Sipin.

Diantara Raja Jambi yang dimakamkan disana ada Raden Mattaher, ada Raja Abdullah bin Pangeran Diponegoro, ada Raden Ini Kertapati dan sederet raja-raja keturunan Sultan Thaha.

Meski keadaan makam terlihat bersih, tak ada sampah di sekitar makam, namun dirasa sangat perlu adanya penataan dan taman hias di sekitarnya, sementara yang terlihat saat ini, sederet papan merek milik pemerintah Kota Jambi bertabur disepanjang halaman muka makam.

Tak kurang dari 7 buah papan merk terpajang dengan logo SKPD yang sama. Belum lagi area di sekitar makam yang sama sekali tak tersentuh oleh jiwa artistik, tapi dibiarkan begitu saja. Sangat beda jika kita bandingkan dengan makam raja-raja yang dapat kita lihat di tanah Jawa.

“Saya tugasnya menjaga dan membersihkan makam, tidak boleh ada yg masuk untuk hal-hal yang ganjil, mengotori, dan mengambil atau memindahkan sesuatu dari dalam area makam. Soal banyaknya papan merk disini, itu diluar kewenangan saya,” tutur Datuk Ramli, sang penjaga makam.

Ziarah kubur menurut islam hanyalah salah satu sarana agar seorang Muslim selalu beriman dan mengingat kematian. Dengan ziarah kubur, umat islam akan mengingat bahwa kematian itu nyata. 

Ziarah kubur merupakan amalan sunah yang sangat dianjurkan dalam islam, apalagi makam orangtua sendiri.(DR)

Kata kunci: berita Jambijejak sejarahProvinsi JambiRaden mattaher
Berita sebelumnya

Gubernur Jambi Apresiasi Workshop SKK Migas Perangin COVID-19

Berita selanjutnya

Korupsi Bansos, Fathuri Rahman Divonis 2,6 Tahun Penjara

Berita Terkait

BPDP, Dirjenbun dan DGL Learning Institute latih 187 petani Batanghari tingkatkan produktivitas sawit

02/09/2026
Anggota DPR RI Rocky Candra saat meninjau persoalan kelistrikan di Kec Alam Barajo Kota Jambi, Selasa 28 Juli 2026 (Foto: Juanda/Ampar)

Sikapi Keluhan Warga, Anggota DPR RI Rocky Candra Tinjau Infrastruktur Listrik dan Kabel Semrawut di Alam Barajo

28/07/2026
OJK Luncurkan Optimalisasi SLIK Perkuat Akses Pembiayaan UMKM dan Program 3 Juta Rumah 

OJK Luncurkan Optimalisasi SLIK Perkuat Akses Pembiayaan UMKM dan Program 3 Juta Rumah 

06/07/2026

Program IJD 2025, AL Haris: Provinsi Jambi Dapat Jatah Perbaikan Jalan 50 Kilometer

23/06/2026

Gubernur Al Haris Apresiasi Job Fair dan Bazaar UMKM Polda Jambi

22/06/2026

Dari Skutik Hingga Sport, Yamaha Sapu Bersih 7 Penghargaan di Event Otomotif Award 2026

08/06/2026
Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Terjaga Ditengah Meningkatnya Tekanan Terhadap Kinerja Perekonomian Global.

Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Terjaga Ditengah Meningkatnya Tekanan Terhadap Kinerja Perekonomian Global

05/06/2026

Sebelum Dibawa ke RS Jiwa, Pemuda di Jambi Ini Habisi Ibunya dengan Mesin Pompa

29/05/2026
Polda Jambi Tahan Mantan Kadisdik sebagai Tersangka Dugaan Korupsi DAK

Pakai Rompi Oranye, Polda Jambi Resmi Tahan Mantan Kadisdik Jambi Adi Varial Dugaan Korupsi DAK SMK

04/05/2026
Perkuat Kepercayaan Publik, OJK Terapkan QR Code Surat tanda Terdaftar Pialang Asuransi dan Reasuransi Indoensia 

Perkuat Kepercayaan Publik, OJK Terapkan QR Code Surat tanda Terdaftar Pialang Asuransi dan Reasuransi Indoensia 

04/05/2026
Berita selanjutnya

Korupsi Bansos, Fathuri Rahman Divonis 2,6 Tahun Penjara

Komitmen SKK Migas-PetroChina Usir Corona

Adu Kambing Inova Vs Fuso di Merangin, Begini kondisinya  

CORONA Hantui Kota Jambi, 5 Kasus Positif Hari Ini

Sebut 'DPRD Mandul' Serikat Buruh Jambi Aksi Tolak RUU Cipta Kerja

TERHANGAT

Lirik Lagu Bintang - Anima Band/ (Foto: Cuplikan layar Youtube @AnimaBandOfficialAnima)

Lirik Lagu Bintang – Anima Band

04/02/2024

Ahli Waris Ketua RT Terima Santunan JKM BPJS Ketenagakerjaan

8.190 PPPK Jember Diperpanjang, Gus Fawait Siapkan Alih Status

HKI Percepat Pembangunan Jalan Tol Betung-Jambi Seksi 1A, Progress Konstruksi Capai 69%

KPM Terima BLT DD, Bukti Nyata Kepedulian Pemdes Bandar Jaya

Penyaluran BLT DD Desa Sumber Makmur Tahun 2026 Tahap 3

Viral Video Syur Mirip Gisel, Tagar Cowonya Ikut Trending di Twitter

New Honda Vario 125 dengan Penyegaran Warna Baru telah Hadir di Jambi

Mobilitas Makin Praktis Tanpa Perlu Isi Bensin, Kenali Teknologi Honda CUV e:

Honda ST125 Dax Tampil Makin Ikonik dengan Warna Baru

Berita Media Online

Copyright @ 2020 Ampar.id - PT MEDIA AMPAR KJA Supported by Ara.

INFORMASI

  • Ampar
  • Disclaimer
  • Karir
  • Kode Etik
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Media Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Redaksi
  • Tentang Kami

MEDIA SOSIAL

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Ampar
  • Disclaimer
  • Karir
  • Kode Etik
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Media Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Copyright @ 2020 Ampar.id - PT MEDIA AMPAR KJA Supported by Ara.