• Ampar
  • Disclaimer
  • Karir
  • Kode Etik
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Media Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Aktual dan Terkini
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Berita Terbaru
  • Ampar
  • Disclaimer
  • Karir
  • Kode Etik
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Media Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Dosa Intelektual Tukang: Catatan Batubara dan Kemiskinan di Provinsi Jambi 

Oleh: Noviardi Ferzi

25/03/2023
Dr. Noviardi Ferzi, Pengamat. Foto: Dok Pribadi

Dr. Noviardi Ferzi, Pengamat. Foto: Dok Pribadi

PostTweetSend
Dibaca 76

AMPAR.ID, JAMBI –  Persoalan Batubara di Jambi tak hanya memunculkan paradoks tata kelola sumber daya alam tapi juga moralitasi berupa degradasi moral para intelektualnya. Sebuah catatan ringan ketika Batubara melahirkan pertumbuhan ekonomi sekaligus ketimpangan di sejumlah wilayah berkaitan dengan pengelolaan sumber daya alam. Sebuah fakta yang ingin dikaburkan, oleh sebagian birokrasi dan juga akademisi.

Ironisnya, untuk membela tata kelola Batubara Jambi secara sosial malah melahirakan para intelektual tukang. Ya kini di Jambi tumbuh subur kaum intelektual tukang, yang menulis membela penguasa sekedar diupah dengan status para ahli dan fasilitas tertentu.

Idealnya, kaum intelektual atau ilmuan yang disebut sebagai pewaris nabi diharapkan menjadi pribadi-pribadi otonom yang tidak pernah takut kepada segala risiko yang mengancam hidup dan penghidupan mereka, karena memang tujuan para nabi bukanlah mencari upah material. Namun, yang terjadi saat ini, tidak sedikit kaum intelektual yang justru menjadikan intelektualitasnya sebagai alat utama untuk sekadar memburu rente. Karena itu, kaum intelektual semacam ini dapat disebut sebagai intelektual tukang.

Ada beberapa kecenderungan yang dimiliki oleh intelektual tukang dalam bekerja, yaitu pertama, ada yang langsung menjajakan ilmu pengetahuannya kepada masyarakat., sehingga mereka terlihat sebagai para penggerak pendidikan. Namun, sesungguhnya mereka adalah para pencari untung yang menjadikan ilmu pengetahuan sebagai komoditas.  Kebahagiaan mereka bukan lagi pada besaran manfaat yang bisa diberikan kepada masyarakat dan/atau negara, melainkan telah berubah menjadi kecenderungan kepada ihwal yang bersifat material atau duniawi.

Para intelektual tukang ini tak peduli atau tutup mata aktivitas tambang Batubara menunjukkan ketimpangan pada wilayah yang tambang batu bara melimpah.

Maka ketika soal batubara ada anomali, beramai – ramai mereka membantah. Soal fakta, Jambi dengan tambang batu bara yang luas ternyata tak menjamin rendahnya tingkat kemiskinan dan pengangguran warga sekitar, tanpa berdosa mereka katakan tak ada hubungan dengan batubara.

Bacajuga

Framing Media dan Ujian Kepemimpinan Daerah di Tengah Krisis Fiskal

Urgensi dan Azaz Manfaat Serta Kepatuhan Hukum Perpindahan Status Hukum Kepolisian

Hidup Terasa Mulia Dimulai dari Hormati Guru

Ketika Prosedur Dilanggar, Negara Hukum Kehilangan Wibawa

Dari data BPS Provinsi Jambi, angka penduduk/orang miskin di Jambi per September 2022 sebanyak 283.820  orang. Angka tersebut, naik sebanyak 4.450 orang, terhadap Maret 2022.

Jika dibandingkan dengan angka kemiskinan dengan produksi batubara di Provinsi Jambi mencapai 17,3 juta ton hingga November 2022, dengan total nilai ekspor tahun 2022 lalu mencapai US$ 312,46 Juta. Angka ini meningkat 13,97 persen dari capaian ekspor di bulan Juli 2021 lalu.

Namun sayang, jika dibandingkan pada September 2021, angka orang miskin di Jambi naik 3.960 orang. Angka kemiskinan di Provinsi Jambi naik 0,08 persen poin periode Maret – September 2022.

Besarnya hasil batubara dengan kemiskinan, malahan kedalaman kemiskinan makin parah dengan hidupnya tambang batubara, soal kemacetan, kesehatan dan kerusakan jalan dan lingkungan.

Ketika tambang batubara mengerus efisiensi sektor angkutan, ketika batubara merubah struktur pekerjaan dan areal pertanian, maka sesungguhnya kemiskinan telah lahir.

Riset Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) menunjukkan 80 persen dari seluruh wilayah tambang di Indonesia berisiko terhadap ketahanan pangan dan berujung pada kemiskinan.

Area bekas tambang merusak kondisi lahan, mengontaminasi air, dan kandungan air dalam tanah juga menjadi rusak. Tambang dianggap merusak potensi lahan untuk bercocok tanam. Nelayan dan petani kehilangan produktivitas hingga 50 persen untuk padi dan 80 persen untuk ikan.

Akibatnya, bayang-bayang kemiskinan
Tak melulu kabupaten/kota dengan wilayah batu bara yang luas, berarti tingkat kemiskinan juga rendah atau di bawah angka provinsi Jambi. Sebuah paradoks yang dibela para intelektual tukang.

* Bukan Tim Ahli Penguasa

Kata kunci: opini
Berita sebelumnya

Pebalap Astra Honda Optimis Tampil Dominan di Asia

Berita selanjutnya

Ratusan Guru SMK Belajar Motor Listrik Bareng AHM

Berita Terkait

Framing Media dan Ujian Kepemimpinan Daerah di Tengah Krisis Fiskal

15/03/2026
Jamhuri, Direktur Eksekutif LSM Sembilan (Foto: Alan/Ampar)

Urgensi dan Azaz Manfaat Serta Kepatuhan Hukum Perpindahan Status Hukum Kepolisian

28/01/2026

Hidup Terasa Mulia Dimulai dari Hormati Guru

16/01/2026
Ilustrasi ketok palu Mahkamah Konstitusi

Ketika Prosedur Dilanggar, Negara Hukum Kehilangan Wibawa

22/11/2025
Ir. Martayadi Tajuddin

Disperkimtan Pemprov Jambi: Profesionalisme atau Sekedar Proyek Birokrasi

18/11/2025
Foto: Ketua DPD PJS Jambi, Wahyu Jati Syawaludin saat bersama Ketum DPP PJS, Mahmud Marhaba

Insiden Doorstop Jambi: Humas Seharusnya Jadi Mitra, Bukan Penghalang

13/09/2025
Jefri Bintara Pardede - Ketua Perkumpulan Sahabat Alam Jambi

Penertiban Kawasan Hutan di Jambi: Menangkal Hoax dan Meluruskan Fakta

31/07/2025
Yulfi Alfikri Noer S.IP., M.AP,

Geopark Youth Voices: Persilangan Sains, Budaya, dan Pariwisata Berkelanjutan

30/07/2025
Musri Nauli

Pelajaran dari Tiga Gempa Global dan Kekuatan Kearifan Lokal Nusantara

01/07/2025
Jamhuri, Direktur Eksekutif LSM Sembilan (Foto: Alan/Ampar)

Aupb Demokarasi Absurd

20/05/2025
Berita selanjutnya
Motor Listrik Honda/ Foto: Dok.Ahm

Ratusan Guru SMK Belajar Motor Listrik Bareng AHM

SKK Migas – PetroChina Hijaukan Ratusan Hektar Hutan Gambut dan Hutan Kota/ Dok. Humas SKK Migas

SKK Migas – PetroChina Hijaukan Ratusan Hektar Hutan Gambut dan Hutan Kota

Service Motor di Yamaha Flagshipshop Jambi Selama Ramadhan Berhadiah Sembako/ Foto: Humas Yamaha

Service Motor di Yamaha Flagshipshop Jambi Selama Ramadhan Berhadiah Sembako

Gubernur Jambi Al Haris membesuk Ari, wartawan yang menjadi korban pembacokan oleh seorang poemuda belum lam ini, Ari dirawat di Rumah Sakit Siloam pada Sabtu (25/3/2023)/ Foto: Dok.Ampar

Gubernur Jambi Besuk Ari di RS Siloam, Wartawan Korban Pembacokan

Polisi Amankan Puluhan Remaja Terlibat Konten Perang Sarung di Kuala Tungkal/ Foto: dok. Humas Polda Jambi

Polisi Amankan Puluhan Remaja Terlibat Konten Perang Sarung di Kuala Tungkal

TERHANGAT

Lirik Lagu Bintang - Anima Band/ (Foto: Cuplikan layar Youtube @AnimaBandOfficialAnima)

Lirik Lagu Bintang – Anima Band

04/02/2024

Ahli Waris Ketua RT Terima Santunan JKM BPJS Ketenagakerjaan

8.190 PPPK Jember Diperpanjang, Gus Fawait Siapkan Alih Status

HKI Percepat Pembangunan Jalan Tol Betung-Jambi Seksi 1A, Progress Konstruksi Capai 69%

KPM Terima BLT DD, Bukti Nyata Kepedulian Pemdes Bandar Jaya

Penyaluran BLT DD Desa Sumber Makmur Tahun 2026 Tahap 3

Viral Video Syur Mirip Gisel, Tagar Cowonya Ikut Trending di Twitter

New Honda Vario 125 dengan Penyegaran Warna Baru telah Hadir di Jambi

Honda ST125 Dax Tampil Makin Ikonik dengan Warna Baru

New Honda BeAT, Always BeAT for You

Berita Media Online

Copyright @ 2020 Ampar.id - PT MEDIA AMPAR KJA Supported by Ara.

INFORMASI

  • Ampar
  • Disclaimer
  • Karir
  • Kode Etik
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Media Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Redaksi
  • Tentang Kami

MEDIA SOSIAL

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Ampar
  • Disclaimer
  • Karir
  • Kode Etik
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Media Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Copyright @ 2020 Ampar.id - PT MEDIA AMPAR KJA Supported by Ara.