AMPAR.ID, KOTA JAMBI – Pembangunan Jambi Business Center (JBC) merupakan pusat Bisnis dan destinasi utama berbelanja di Kota Jambi. Komplek JBC menjadi kawasan paling ramai di Kota Jambi saat ini.
Wajar saja JBC menjadi salah satu proyek paling dinanti di Kota Jambi. Kawasan ini juga disiapkan dengan fasilitas modern yang menunjang kehidupan sehari-hari. Salah satunya adalah kehadiran pusat perbelanjaan yang diyakini akan menjadi wajah baru pertumbuhan ekonomi, gaya hidup, dan peluang usaha di Ibu Kota Provinis Jambi.
Asal tahu saja, Di sekitar kawasan juga sudah terbentuk menjadi kawasan bisnis. Ada mall, hotel, rumah sakit, sekolah dan ruko yang begitu dekat bahkan menempel dengan kawasan JBC. Lalu lintas depan kawasan yang selalu ramai menjadikannya sebagai kawasan bisnis yang hidup sampai tengah malam.
BACA JUGA: Ikuti Lomba Karya Jurnalistik “Gala Literasi JBC 2025” Rebut Hadiah Jutaan Rupiah
Apalagi dengan diresmikan nya Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), tol Bayung Lincir – Tempino – Pijoan tersambung hingga Jambi saat ini akan membuat kunjungan ke Kota Jambi meningkat dan berpengaruh terhadap perekonomian. Kawasan JBC mempersiapkan infrastruktur yang mampu menampung wisatawan dengan jalan yang lebar dan kapasitas parkir yang banyak.
Lagi digarap, dengan rencana pembangunan Mall, Hotel, Convention Center dan Ruko. JBC diproyeksikan bakal menjadi destinasi baru bagi bisnis ritel sekaligus pusat hiburan modern.
Salah satu pemerhati Ekonomi Jambi, Nasroel Yasir mengatakan, Kehadiran JBC bukan sekadar tempat belanja, tetapi juga simbol kemajuan dan daya tarik investasi di Jambi.
“Sebagai upaya strategis dalam menghadapi tantangan global, mendorong kualitas pertumbuhan ekonomi, serta memperluas penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat,” katanya kepada ampar.id, Senin 22 September 2025.
BACA JUGA:
Buruan! Ruko Strategis Dekat Lobby Mall JBC, Mulai Rp 500 Juta Langsung Bisa Buka Usaha
Lebih jauh, Nasroel menilai kehadiran JBC sangat bedampak psoitif untuk ekonomi Jambi. Innovasi dan kolaborasi menjadi kunci untuk menghadapi tantangan ekonomi 2025. Hal ini berlaku untuk semua entitas bisnis untuk saling bersinergi.
“Inovasi dan kolaborasi itu kuncinya. Kita terus beradaptasi dan berpikir kreatif, bisnis bisa bertahan dan berkembang dalam persaingan! Kemudian dengan kolaborasi kita melihat peluang pasar secara bersama, memanfaatkan secara bersama dan mengambil benefit secara bersama,” ucapnya.
Kawasan ini, Kata Nasrol, harus di support penuh oleh pemerintah daerah dan masyarakat juga disiapkan dengan fasilitas yang berkualitas dengan kaamanan yang terjaga.
BACA JUGA:
Juan Reza dan Komika Mas Yewen Konser di JBC, Beli Tiketnya Sekarang
“Dengan rencana pembangunan mall besar, termasuk Hotel dan pusat perbelanjaan lainnya. JBC diproyeksikan bakal menjadi destinasi baru bagi bisnis ritel, UMKM dan Perhotelanan sekaligus pusat hiburan modern bagi Gen z dan milenial,” tegasnya.
Begitu juga dikatakan milenial Jambi, JBC menjadi tempat nongkrong baru kekinian dan keren di Jambi.
“ini lokasinya sangat satrategis dan mudah di jangkau, semoga mall dan hotel nya segera selesai semakin ramai pastinya,” tegas Topan.
Dampak Ekonomi Pusat Perbelanjaan di JBC
Hadirnya pusat perbelanjaan JBC tentu membawa dampak ekonomi yang luas. Pertama, sektor tenaga kerja akan terbuka lebar karena pembangunan dan operasional mall membutuhkan ratusan hingga ribuan pekerja. Kedua, UMKM lokal mendapat kesempatan besar untuk menjadi bagian dari tenant mall, baik dalam bentuk kuliner, kerajinan, maupun produk khas daerah.
Ketiga, pusat belanja modern JBC ini akan mendorong pertumbuhan sektor pendukung lainnya, seperti logistik, dan pariwisata. Tempat pembelanjaan di JBC yang berkembang pesat akan menarik wisatawan dari berbagai daerah, bahkan mancanegara. Hal ini tentu akan memberikan multiplier effect terhadap perekonomian provinsi Jambi.
BACA JUGA:
Keempat, dari sisi pajak dan retribusi, kehadiran JBC akan menjadi sumber pendapatan baru bagi pemerintah daerah. Dengan okupansi pusat belanja di JBC yang diproyeksikan tinggi, kontribusi terhadap pembangunan daerah juga akan semakin besar.
Tantangan Dan Strategi Pusat Perbelanjaan JBC
Meski prospeknya sangat menjanjikan, pembangunan pusat perbelanjaan JBC juga menghadapi sejumlah tantangan. Pertama, daya beli masyarakat yang masih perlu ditingkatkan agar sesuai dengan standar pusat belanja modern. Kedua, infrastruktur pendukung seperti transportasi, energi, dan internet harus siap agar komplek JBC bisa beroperasi optimal.
BACA JUGA:
JBC Sukses Gelar Turnamen Domino Terbesar di Jambi Piala Wali Kota 2025 di VR Park JBC

Selain itu, tantangan lain adalah menjaga keseimbangan antara brand internasional dengan UMKM lokal. Jika tidak diatur dengan baik, UMKM bisa kalah bersaing. Oleh karena itu, strategi terbaik adalah menciptakan kurasi tenant yang seimbang, di mana UMKM mendapat ruang khusus untuk memperkenalkan produk lokal disana.
(nda/jp)
















