AMPAR.ID – Transportasi umum Bus Trans Siginjai mogok beroperasi beberapa hari terakhir rute koridor II Bandara – Muaro Jambi. akibatnya puluhan pegawai dan non pegawai kebingungan.
Padahal, Bus Transiginjai ini adalah mode transportasi yang murah untuk masyarakat. Ini menjadi alternatif di tengah komdisi ekonomi yang tidak stabil karena pandemi covid-19
Dikatakan Ari, Karyawan Swasta yang tinggal di kota jambi, setiap harinya ia menggunakan bus tersebut untuk berangkat kerja ke Muaro Jambi.
“ya beberapa hari terakhir tidak ada lagi, bahkan sejak awal januari lalu sudah berkurang jumlah armadanya yang biasanya 5 menjadi 2. biasanya kami nunggu depan RSUD Mattaher pagi-pagi”, ujarnya kepada media ini, minggu (6/2)
Viral, Sayembara Tangkap Maling Berhadiah Buntut dari Keresahan Warga
Padahal, Kata dia keberadaan trans siginjai sangan penting dan membantu mereka sampai kantor teapat waktu.
“kami tidak tahu apa persoalannya, mudah-mudahan Bupati muarojambi bisa mencari solusi dengan pemprov jambi, bukan hanya PNS tapi banyak juga non PNS yang terdampak” sebutnya.
Hal senada juga dikatakan salah seorang PNS yang bekerja di Sekretariat DPRD Muaro Jambi, ia saat ini kesulitan untuk berangkat kerja tepat waktu bahkan sampai menyatar ojek.
“kita biasanya menggunkan bus tran siginaji, sekarang tidak ada lagi. Ya terpaksa kadang naik ojek kesana”, sebutnya.
Pentingnya Tran Siginjai kata Dia, 60 Persen PNS disana tinggal di Kota Jambi. “ya mau naik transportasi online seperti gojek dan maxim rute nya tidak sampai kesana. Harapan kita ada nya respon serius dari Pihak terkait pemerintah khususnya,”tutupnya.
Hingga berita ini ditayangkan belum ada keterangan resmi dari pemprov jambi.
Koridor II rute Bandara-Sengeti Muaro Jambi
Sebelumnya Pemerintah Provinsi Jambi meresmikan Halte Bus Rapid Transit (BRT) Trans Siginjai di dalam kawasan Bandara Sulthan Thaha Jambi, Senin (22/4/2021).
Halte Trans Siginjai di dalam bandara ini merupakan bagian koridor II rute Bandara-Sengeti Muaro Jambi yang sudah beroperasi sejak 2019 lalu.
Sekda Provinsi Jambi Sudirman mengatakan, koridor II bus Trans Siginjai ini dilayani lima unit armada. Ini bentuk dari kehadiran pemerintah dalam rangka membantu masyarakat, karena tarifnya sangat murah yaitu Rp5000 rupian. Tentunya sangat terjangkau dan aman.
“Kami berharap dari Pemerintah Provinsi, karena ini adalah subsidi dari Pemerintah Provinsi dan pusat mudah-mudahan bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya,” sebut Sekda melansir laman tribunjambi
Menurutnya 5 armada yang disiapkan untuk melayani koridor II Sengeti – Bandara ini belum mencukup, namun paling tidak sudah ada alternatif pemerintah untuk membantu masyarakat.
“Satu sisi memang waktu perjalanan ke bandara maupun ke sengeti relatif lebih lama. Jadi kalau misalanya mau ke badara space waktunya dipanjangkan, karena tidak sama dengan taksi,” bebenya.
Bus Trans Siginjai rute Bandara-Sengeti ini melayani penumpang mulai pukul 07.00 – 17.00 WIB. Bus berangkat dari bandara setiap satu jam sekali. (jp)















