• Ampar
  • Disclaimer
  • Karir
  • Kode Etik
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Media Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Aktual dan Terkini
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • NEWS
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • POLITIK
  • EKBIS
    • OTO & TEKNO
  • HUKUM
    • KABAR TNI – POLRI
  • OPINI
  • TREND
    • SPORT
    • RELIGI
    • HIBURAN & WISATA
    • KESEHATAN
  • JAMBI
  • BENGKULU
    • KAUR
    • LEBONG
    • REJANG LEBONG
    • BENGKULU SELATAN
    • SELUMA
    • KEPAHIANG
    • MUKOMUKO
  • SUMSEL
    • MUSI BANYUASIN
  • JATIM
    • JEMBER
  • LAMPUNG
    • TULANG BAWANG
  • Lainnya..
    • PENDIDIKAN
  • NEWS
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • POLITIK
  • EKBIS
    • OTO & TEKNO
  • HUKUM
    • KABAR TNI – POLRI
  • OPINI
  • TREND
    • SPORT
    • RELIGI
    • HIBURAN & WISATA
    • KESEHATAN
  • JAMBI
  • BENGKULU
    • KAUR
    • LEBONG
    • REJANG LEBONG
    • BENGKULU SELATAN
    • SELUMA
    • KEPAHIANG
    • MUKOMUKO
  • SUMSEL
    • MUSI BANYUASIN
  • JATIM
    • JEMBER
  • LAMPUNG
    • TULANG BAWANG
  • Lainnya..
    • PENDIDIKAN
Berita Terbaru
  • NEWS
  • POLITIK
  • EKBIS
  • HUKUM
  • OPINI
  • TREND
  • JAMBI
  • BENGKULU
  • SUMSEL
  • JATIM
  • LAMPUNG
  • Lainnya..

Mengenal Kitab (1)

04/05/2021
PostTweetSend
Dibaca 108

Oleh: Musri Nauli

AMPAR.ID – Dalam bukunya “De Palembangsche Marga” tahun 1927, J. W. Van Royen mengungkapkan penduduk uluan Sumatera Selatan berpusat di tiga pegunungan yaitu Danau Ranau, Dataran Tinggi Pasemah dan Daerah Rejang. Daerah ini dikenal Gunung Seminung, Gunung Dempo dan Gunung Kaba.

Didalam Buku Sejarah Daerah Sumatera Selatan diterangkan, Di Rejang Lebong, Gunung Kaba diyakini sebagai sebagai tempat bersemayam nenek Moyang yang kemudian melahirkan Suku Rejang, Suku Beliti dan Suku Saling

Sedangkan Gunung Dempo kemudian melahirkan suku Gumay, Suku Besemah, Suku Kikim, Suku Semendo, Suku Enim, Suku Lematan, Suku Kisam, Suku Ogan, Suku Rebang Semendo (Lampung) dan Suku Serawai di Bengkulu Selatan.

Gunung Seminung dan Danau Ranau kemudian melahirkan Suku Komering Ulu/ilir, Suku Ranau, Suku Abung, SUku Peminggir, Suku Pubian, SUku Jelmo Doya, SUku Krui yang sebagian besar kemudian mendiami di Sungai Tulang  Bawang (Lampung)

Menurut Jacobus  didalam bukunya “Inlandsch Gemeentewezen In Zuid-Sumatra En Javanentransmigratie, “Met he word Marga zou dus oorspronkelijk zoomen een territorial, al seen genealogische eenheid zijn aangeduid.

Bacajuga

Jangan Menghakimi Masa Lalu dan Melecehkan Kabaikan: Pelajaran Daru Zaman Rasulullah

Framing Media dan Ujian Kepemimpinan Daerah di Tengah Krisis Fiskal

Urgensi dan Azaz Manfaat Serta Kepatuhan Hukum Perpindahan Status Hukum Kepolisian

Hidup Terasa Mulia Dimulai dari Hormati Guru

Dengan mengikuti alur pikiran Jacobus maka Marga kemudian didefinisikan sebagai suku atau keluarga yang semula silsilah kemudian menjadi teritori (wilayah).

Istilah Marga dapat ditemukan didalam buku Sriwijaya Dalam Perspektif Arkeologi dan Sejarah. Marga berasal dari kata Sansekerta. “Varga”. Suatu wilayah dan juga rumpun atau keluarga. Struktur social ini digunakan oleh Kerajaan Sriwijaya. Terminologi Marga dapat disatukan dengan “datu” atau Kedatuan.

Didalam Laporan Militaire Memorie tahun 1896, diterangkan Belanda kemudian melakukan penyeragaman sistem hukum adat dengan menetapkan Marga tahun 1852.  Termasuk menerapkan “oendang-oendang SImboer Tjahaja.

Oendang-oendang SImboer Tjahaja telah dilakukan pada Kerajaan Palembang dibawah  Pangeran Ratu Sending Pura (1623-1630) dan diteruskan oleh Sultan Abdurrahman Cindai Balang (1651-1696).

Oendang-oendang Simboer Tjahaja kemudian mengenal sistem pemerintahan berbentuk Marga. Dengan demikian, sistem pemerintahan berbentuk Marga sudah dikenal di Kerajaan Palembang sebelum kedatangan Belanda.

Sejarah kemudian mencatat. Memang terjadi peperangan antara Kerajaan Jambi dengan Kerajaan Palembang. Tahun 1596 dan perang bersama Kerajaan Johor menghadapi Jambi tahun 1667. Namun tahun 1673, justru Palembang mendukung Jambi menghadapi Kerajaan Johor.

Perselisihan tidak hanya berdasarkan historis dan prestise karena Jambi pernah menjadi Bandar (river port’s cavital) sebelum Palembang memegang peranan penting dalam percaturan politik dan ekonomi terutama menguasai sumber lada.

Kerajaan Palembang kemudian jatuh dan menjadi Residen Palembang 15 Oktober 1825

Advokat. Tinggal di Jambi

Kata kunci: Keluarga Sriwijaya BersatuKitabMengenal KitabMUSRI NAULIopiniSejarah SriwijayaSejarah Sumatera SelatanSriwijayaSukuSuku Sumatera Selatan
Berita sebelumnya

Bupati Romi Tinjau Pembangunan Jalan CSR PetroChina

Berita selanjutnya

Pemkab Batanghari Anggarkan 19 Milyar Untuk THR ASN

Berita Terkait

Ustadz Khairon – Dai Muda Jambi

Jangan Menghakimi Masa Lalu dan Melecehkan Kabaikan: Pelajaran Daru Zaman Rasulullah

09/10/2026

Framing Media dan Ujian Kepemimpinan Daerah di Tengah Krisis Fiskal

15/03/2026
Jamhuri, Direktur Eksekutif LSM Sembilan (Foto: Alan/Ampar)

Urgensi dan Azaz Manfaat Serta Kepatuhan Hukum Perpindahan Status Hukum Kepolisian

28/01/2026

Hidup Terasa Mulia Dimulai dari Hormati Guru

16/01/2026
Ilustrasi ketok palu Mahkamah Konstitusi

Ketika Prosedur Dilanggar, Negara Hukum Kehilangan Wibawa

22/11/2025
Ir. Martayadi Tajuddin

Disperkimtan Pemprov Jambi: Profesionalisme atau Sekedar Proyek Birokrasi

18/11/2025
Foto: Ketua DPD PJS Jambi, Wahyu Jati Syawaludin saat bersama Ketum DPP PJS, Mahmud Marhaba

Insiden Doorstop Jambi: Humas Seharusnya Jadi Mitra, Bukan Penghalang

13/09/2025
Jefri Bintara Pardede - Ketua Perkumpulan Sahabat Alam Jambi

Penertiban Kawasan Hutan di Jambi: Menangkal Hoax dan Meluruskan Fakta

31/07/2025
Yulfi Alfikri Noer S.IP., M.AP,

Geopark Youth Voices: Persilangan Sains, Budaya, dan Pariwisata Berkelanjutan

30/07/2025

Jambi dan Pertumbuhan Ekonomi

28/07/2025
Berita selanjutnya

Pemkab Batanghari Anggarkan 19 Milyar Untuk THR ASN

Soal Kecap Dua Ayam, Massa LPKNI Geruduk Disperindag Jambi Desak Tarik dari Peredaran

Ilustrasi zakat fitrah. /Dok.Baznas

Jangan Lupa! Ini 6 Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri hingga Keluarga Lengkap dengan Artinya

Pantauan di Bandara STS Jambi Jelang Larangan Mudik Besok

Bupati Masnah Cek Pos Pengamanan dan Penyekatan Lebaran di Batas Jambi-Palembang

TERHANGAT

Lirik Lagu Bintang - Anima Band/ (Foto: Cuplikan layar Youtube @AnimaBandOfficialAnima)

Lirik Lagu Bintang – Anima Band

04/02/2024

Ahli Waris Ketua RT Terima Santunan JKM BPJS Ketenagakerjaan

HKI Percepat Pembangunan Jalan Tol Betung-Jambi Seksi 1A, Progress Konstruksi Capai 69%

Penyaluran BLT DD Desa Sumber Makmur Tahun 2026 Tahap 3

Viral Video Syur Mirip Gisel, Tagar Cowonya Ikut Trending di Twitter

Langkah Nyata Pertamina EP Terhadap Penyelesaian Isu Tanah di Kota Jambi

New Honda Vario 125 dengan Penyegaran Warna Baru telah Hadir di Jambi

Mobilitas Makin Praktis Tanpa Perlu Isi Bensin, Kenali Teknologi Honda CUV e:

Honda ST125 Dax Tampil Makin Ikonik dengan Warna Baru

New Honda BeAT, Always BeAT for You

Berita Media Online

Copyright @ 2020 Ampar.id - PT MEDIA AMPAR KJA Supported by Ara.

INFORMASI

  • Ampar
  • Disclaimer
  • Karir
  • Kode Etik
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Media Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Redaksi
  • Tentang Kami

MEDIA SOSIAL

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Ampar
  • Disclaimer
  • Karir
  • Kode Etik
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Media Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Copyright @ 2020 Ampar.id - PT MEDIA AMPAR KJA Supported by Ara.