AMPAR.ID, JAMBI – PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jambi bergerak cepat melakukan langkah mitigasi strategis guna menjaga kelancaran transaksi nasabah pasca-insiden serangan siber. Sebagai solusi atas dihentikannya layanan digital sementara, pihak manajemen menerapkan strategi “jemput bola” dan mempertebal personel di garda terdepan.
Langkah responsif ini diambil menyusul terjadinya lonjakan antrean penarikan dana manual di berbagai kantor cabang, yang didominasi oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Direktur Operasional Bank Jambi, Zulfikar, menjelaskan bahwa tim perbankan kini diterjunkan langsung mendatangi kantor-kantor dinas di lingkungan pemerintah.
“Layanan ini memungkinkan pegawai tetap bisa melakukan penarikan dana tanpa perlu meninggalkan tanggung jawab pekerjaan untuk mengantre di bank,” ujar Zulfikar, Senin (13/04/2026).
Proses ini dilakukan dengan pendataan terlebih dahulu di setiap instansi guna memastikan efisiensi dan ketepatan verifikasi data nasabah.
Selain layanan di luar kantor, Bank Jambi melakukan perombakan signifikan pada layanan frontliner di seluruh kantor cabang. Jumlah petugas teller ditingkatkan drastis untuk mempercepat durasi transaksi manual.
Peningkatan Personel: Pada kondisi normal, satu titik layanan hanya dijaga dua teller, kini ditambah menjadi tujuh orang.
Cabang Strategis: Pada lokasi dengan kepadatan tinggi, manajemen menyiagakan hingga sembilan orang teller sekaligus.
Terkait pemulihan infrastruktur IT, Zulfikar mengungkapkan bahwa saat ini proses audit forensik masih berlangsung secara mendalam. Audit ini bertujuan untuk mengidentifikasi sumber gangguan serta menutup celah keamanan secara total.
Manajemen menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah memastikan jaringan ATM dan layanan digital kembali beroperasi dengan standar keamanan tertinggi. Layanan mobile banking dan ATM akan dibuka kembali untuk publik segera setelah sistem dinyatakan sepenuhnya aman dan stabil.
















