AMPAR.ID, MUARO JAMBI – Industri hulu migas tidak melulu soal pengeboran dan produksi minyak mentah. Aspek integrasi harmonis, keselamatan kerja, dan kontribusi nyata terhadap sosial masyarakat menjadi pemandangan utama yang disaksikan langsung oleh puluhan jurnalis dalam agenda Media Field Trip 2026, Selasa (23/6/2026).
Sebanyak 60 jurnalis yang tergabung dalam Forum Jurnalis Migas (FJM) Jambi diajak mengeksplorasi kawasan pendampingan masyarakat milik Pertamina EP (PEP) Jambi Field di Desa Kasang Lopak Alai, Kecamatan Kumpeh Ulu.
Dalam kunjungan lapangan selama hampir 7 jam tersebut, para jurnalis menyaksikan langsung penandatanganan komitmen bersama antara SKK Migas Sumbagsel, PEP Jambi Field, dan Pemdes setempat, sekaligus ikut melepas bibit ikan lele ke kolam bioflok warga.
Perwakilan manajemen menekankan bahwa kegiatan field trip ini bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan investasi kepercayaan untuk mengedukasi publik. Semakin media memahami realita kerja industri hulu migas di lapangan, semakin akurat pula narasi energi nasional yang tersampaikan ke masyarakat.
Di lokasi, para jurnalis diajak melihat langsung bagaimana warga lokal yang dulunya buruh tani kini mengelola usaha budidaya ikan dan pojok UMKM secara profesional menggunakan catatan harian data pakan, pertumbuhan, hingga jadwal panen yang rapi.
Kunjungan lapangan yang menyinergikan pilar keselamatan kerja (HSSE), ketahanan energi, dan program sosial ini berakhir pada pukul 14.30 WIB saat rombongan bertolak kembali ke Kota Jambi. Melalui kegiatan ini, para jurnalis pulang membawa bahan pemberitaan yang lebih kaya, berimbang, dan kontekstual mengenai dampak positif industri hulu migas di daerah. (red)
















