AMPAR.ID, JAMBI – Sektor pertambangan mineral, khususnya batu bara, menjadi salah satu pemicu melambatnya perekonomian Provinsi Jambi akibat kendala moda transportasi distribusi. Pengangkutan batu bara yang biasanya mengandalkan jalur air terpaksa beralih ke jalur darat.
Kepala Bappeda Provinsi Jambi, Agus Sunarya, menjelaskan dalam rilis bersama perekonomian daerah di Swiss-Belhotel Jambi, Rabu (5/8/2026), bahwa peralihan moda transportasi tersebut berdampak langsung pada volume produksi dan distribusi.
“Ketika pengangkutan melalui air tidak bisa berjalan dan harus menggunakan jalur darat, otomatis volume pengangkutan menjadi berkurang,” terang Agus.
Menurutnya, dinamika ekonomi saat ini tidak hanya dipengaruhi oleh efektivitas kebijakan, tetapi juga faktor eksternal seperti kondisi alam dan hambatan operasional lapangan. Meski demikian, pemerintah provinsi optimistis perekonomian akan kembali menguat pada triwulan ketiga.
Pemprov Jambi mengandalkan akselerasi realisasi belanja pemerintah sebagai pemantik utama aktivitas ekonomi daerah. Langkah ini diharapkan mampu menjaga momentum pemulihan seiring dengan perbaikan distribusi sektor usaha. (jp/red)
















